Senin, 12 September 2022

INI BUKTI MUSLIM BERDEVOSI JUGA PADA BUNDA MARIA

 

Sebuah Goa Maria yang sangat popular di Pakistan menarik ribuan umat muslim dan umat katolik untuk berdoa atau berdevosi. Tercatat bahwa yang datang berkunjung bukan hanya dari dalam negeri saja, melainkan juga dari luar negeri itu.

“Saya memberikan dua ekor kambing sebagai persembahan kepada Bunda Maria yang juga dihormati dalam Alquran,” kata Malik Rasheed Mustaq, salah satu warga muslim yang menyumbangkan makanan bagi para peziarah. Apa yang dilakukannya sesuai dengan tradisi islam untuk menawarkan Niyaz.

Putri pertama Malik lahir setelah enam tahun menikah berkat doanya kepada Bunda Maria di tempat doa itu. “Sejak itu saya telah memberikan Niyaz setiap tahun. Aku tidak memberitahu keluargaku tentang hal itu karena itu adalah urusan pribadi,” tambah Malik.

Ratusan ribu umat katolik dan islam bergabung dalam ziarah tahunan ke-66 ke tempat ziarah itu pada Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria (8 September). Mereka mulai menuju ke desa Mariabad, 260 kilometer selatan Islamabad.

Banyak orang muda bersepeda atau berjalan kaki meskipun cuaca panas. Beberapa organisasi mengadakan kamp medis untuk mengobati para peziarah yang menderita kaki bengkak, dehidrasi dan tekanan darah tinggi.

Ribuan umat islam secara pribadi pergi ke tempat doa tersebut untuk berdevosi kepada Bunda Maria, yang Alquran menghormatinya sebagai ibu Yesus (Isa Almasih). Orang-orang datang dari seluruh Pakistan ke tempat doa itu untuk berdoa kepada Bunda Maria dengan memasang lilin, dupa dan meletakkan dupatta (kain panjang) berwarna-warni pada patung Bunda Maria.

“Semua agama mengajarkan perdamaian dan cinta,” tulis sebuah spanduk yang dibawa oleh sebuah organisasi islam yang berada di antara hiasan berwarna-warni lain di sekitar tempat doa itu.

Pastor Mushtaq Pyara, sekretaris panitia ziarah, mengatakan ia bertemu banyak keluarga islam dan Sikh selama perayaan tiga hari di tempat doa itu yang datang berdoa beberapa jam. “Banyak orang yang datang dan berbagi keajaiban dalam hidup mereka selama acara memberikan kesaksian,” ujarnya. Tokoh politik termasuk istri mantan Gubernur Punjab, seorang muslim, pun mengunjungi tempat doa itu, tambahnya.

diambil dari tulisan 7 tahun lalu

Minggu, 11 September 2022

STUDI AL-QUR'AN: ALLAH SWT GAGAL PAHAM

Apabila membaca dan mencermati ayat-ayat Al-Qur'an dengan nalar yang sehat, maka akan sangat mudah menemukan beberapa kasus dimana Allah, yang mewahyukan ayat-ayat Al-Qur'an, terlihat gagal paham. Hal ini tentulah mempunyai konsekuensi yang sangat besar bagi iman. Bagaimana mungkin Allah yang mahatahu bisa gagal paham. Video berikut ini mencoba mengulas topik ini.



Jika tak bisa diputar, silahkan klik di sini. Selamat menonton!!! 

Sabtu, 10 September 2022

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA XXIV - C

 

Renungan Hari Minggu Biasa XXIV – C

Bac I  Kel 32: 7 – 11, 13 – 14; Bac II  1Tim 1: 12 – 17

Injil    Lukas 15: 1 – 32

Sabda Tuhan hari ini mempunyai tema Allah yang mengampuni. Ini hendak memperlihatkan wajah Allah yang maharahim. Dalam bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Keluaran, tampak Allah marah akan kelakuan umat Israel yang berdosa. Allah telah merencanakan malapetaka buat mereka. Namun Musa berhasil membujuk Allah demi janji Allah pada Abraham, Ishak dan Yakub. Kerahiman Allah ini pernah dirasakan juga oleh rasul Paulus. Dalam bacaan kedua, dari suratnya yang kedua kepada Timotius, Paulus mengatakan bahwa di antara orang yang berdosa “akulah yang paling berdosa” (ay. 15). Akan tetapi justru karena itu Yesus Kristus, yang adalah wajah kasih Allah, menunjukkan kesabaran-Nya.

Dalam Injil Yesus menunjukkan kerahiman Allah dengan memberi perumpamaan domba yang hilang. Perumpamaan ini tidak hanya mengajarkan soal kerahiman Allah tetapi juga bahwa kerahiman Allah itu di luar akal sehat manusia. Demi mencari seekor domba yang hilang sang gembala rela meninggalkan 99 ekor di padang untuk mencari yang hilang. Kerahiman Allah bukanlah hitung-hitungan matematis-bisnis. Kerahiman Allah adalah demi keselamatan, karena Allah tak mau seorang pun binasa. Yesus pernah bersabda, “Tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.” (Yoh 18: 9).

Hari ini Tuhan menyadarkan kita betapa Allah itu maha pengampun. Dia maha Rahim. Kerahiman-Nya nyata dalam pengampunan. Tak ada dosa yang lebih besar daripada kerahiman Allah. Sebesar apa pun dosa kita, kerahiman Allah jauh lebih besar. Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa besarnya kerahiman Allah bukan lantas membuat kita begitu mudah jatuh ke dalam dosa. Ada orang berkata, “Akh, biarlah aku jatuh ke dalam dosa; toh Allah itu maha Rahim.” Ada juga umat yang berkata, “Akh, biarlah aku tidak datang ke gereja, toh nanti akan dicari.” Keraiman Allah, yang diwartakan dalam bacaan liturgi hari ini nyata dalam Allah yang tidak menghakimi dan menghukum.