Jumat, 19 Februari 2021

MEMAHAMI FRASE “KEMENANGAN YANG AGUNG” DALAM AL-QUR’AN

 


Al-Qur’an merupakan pedoman, petunjuk, keterangan, tuntunan dan pelajaran bagi manusia. Semuanya sudah dibuat jelas sehingga mudah dipahami. Semua makna tersebut bertujuan untuk mendatangkan rahmat bagi yang percaya. Semua ini sudah dinyatakan Allah dalam kitab tersebut, sehingga umat islam percaya saja. Umat islam sungguh percaya bahwa Al-Qur’an berasal langsung dari Allah SWT. Apa yang tertulis dalam kitab itu diyakini sebagai kata-kata atau wahyu Allah SWT. Dasar keyakinan ini ada dalam Al-Qur’an sendiri. Beberapa ayat Al-Qur’an telah menyatakan bahwa Allah-lah yang menurunkan Al-Qur’an ini (sekedar menyebut beberapa, QS al-Baqarah: 4; QS Ali Imran: 3; QS; an-Nisa: 105; QS al-Maidah: 48; QS ar-Rad: 1; QS an-Nahl: 89; QS al-Kahf: 1). Umat islam juga sungguh yakin dan percaya bahwa Allah SWT itu maha benar dan maha tahu. Karena itulah, umat islam percaya apa yang dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa Al-Qur’an merupakan kebenaran yang meyakinkan (QS al-Haqqah: 51).

Tak bisa dipungkiri kalau Al-Qur’an merupakan kitab yang banyak mengurusi agama lain. Kitab ini telah menegaskan bahwa selain islam adalah kafir. Al-Qur’an menyebut bahwa kafir itu adalah musuh bagi islam, meski kafir tak pernah menganggap islam demikian. Karena menganggap musuh, maka umat islam diperintahkan untuk memerangi, membunuh dan membinasakan kaum kafir sampai memperoleh kemenangan. Karena itu, tak heran kalau dalam Al-Qur’an kata “kafir” dan kata “perang” paling banyak disebut. Setidaknya ada lebih dari 100 kata “perang” dan juga kata yang memiliki makna yang serupa.

Harapan dalam peperangan adalah kemenangan. Karena itu, kata ini juga banyak disebut dalam Al-Qur’an. Yang menarik ada satu frase yang berulang-ulang muncul, yaitu “kemenangan yang agung”. Berikut ini akan disajikan kutipan-kutipan frase tersebut yang didasarkan pada “Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, Edisi Terkini Revisi Tahun 2006”. Namun sebelum membaca teks-teks Al-Qur’an di bawah ini, kami hendak memberikan beberapa petunjuk penting.

Kamis, 18 Februari 2021

MELIHAT ISI BUKU "KUDETA MEKKAH"


Rasanya tak percaya kertika pertama kali membaca judul buku “KUDETA MEKKAH: Sejarah yang Tak Terkuak” karya Yaroslav Trofimov. Apakah buku ini merupakan karya fiktif (semacam novel) atau karya historis. Setelah membaca kometar-komentar atas buku ini, satu kesimpulan didapat, yaitu bahwa buku ini adalah kisah nyata. Dengan demikian ini merupakan karya historis. Tapi bagaimana mungkin ada kudeta di salah satu kota suci islam, dan yang merupakan jantung keislaman. Kudeta seperti apa? Siapa pelakunya? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi daya tarik untuk membeli dan membaca buku tersebut.

Buku Kudeta Mekkah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari edisi Bahasa Inggris dengan judul “The Siege of Mecca”. Edisi Indonesia ini diterbitkan oleh penerbit Pustaka Alvabet. Buku ini, yang tebalnya 384 halaman, merupakan cetakan kelima. Cetakan pertamanya adalah tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa buku ini lumayan laris. Mungkin kisahnya yang membuatnya laris.

Buku Kudeta Mekkah mengungkap kisah kaum “pemberontak” yang muak dengan perilaku para penguasa Arab Saudi yang tidak mencerminkan nilai-nilai islami. Kehidupan para anggota istana dilihat oleh kaum “pemberontak”, yang umumnya berasal dari kalangan kaum Wahabi ini telah jauh dari ajaran agama islam. Lebih parahnya lagi, penguasa Saudi ini justru memasukkan beberapa unsur yang bertentangan dengan ajaran agama. Misalnya seperti, memberi kesempatan kepada kaum perempuan untuk beraktivitas di publik, pendidikan bagi kaum wanita, membolehkan televisi, gambar-gambar, tepuk tangan, dan yang parahnya lagi memberi kesempatan kepada orang asing yang non muslim masuk ke tanah Saudi (hlm. 31, 34, 41, 63, 95 – 96, 133 – 134).

Sebenarnya istilah “pemberontak” tidak layak disematkan pada kelompok Juhaiman. Memang di mata pemerintah dan ulama istana, mereka adalah pemberontak. Namun di mata kelompok lain yang muncul karena terinspirasi oleh aksi Juhaiman ini, yaitu Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden, mereka adalah pahlawan. Bahkan pada pertengahan tahun 1980-an, Osama bin Laden mengatakan secara eksplisit bahwa orang-orang yang menduduki Mekkah waktu itu (kelompoknya Juhaiman) adalah orang-orang muslim sejati (hlm. 322).

Kaum “pemberontak” yang dipimpin oleh Juhaiman bin Saif al-Utaibi, tidak berani mengadakan kontak langsung dengan istana. Keterbatasan personal dan peralatan senjata menjadi satu alasannya. Pernah akan dibuat, namun keburu diberantas oleh tentara. Beberapa di antara mereka dijatuhi hukuman, namun dapat bebas berkat lobi ulama kharismatik yang berpengaruh, Syeikh Abdul Aziz bin Baz (hlm. 60). Sejak saat itu, Juhaiman mulai berpikir cara lain untuk melakukan pemberontakan.

Rabu, 17 Februari 2021

INSPIRASI SIKAP BERSERAH DIRI


Seorang pemuda kaya tinggal di sebuah rumah yang sangat besar dengan lusinan kamar. Setiap kamar lebih nyaman dan lebih indah dibandingkan kamar sebelumnya. Di dalam rumah itu terdapat berbagai karya seni lukis dan pahatan, lampu-lampu kristal, serta pegangan tangan berukir berlapis emas pada setiap tangga. Lebih indah dari apa yang kebanyakan orang pernah melihat.

Suatu hari pemuda tersebut memutuskan untuk mengundang Tuhan datang dan tinggal bersamanya di rumah itu. Ketika Tuhan datang, pemuda ini menawarkan kepada-Nya kamar yang terbaik di dalam rumah itu. Kamar tersebut terletak di ujung bagian atas. Maka ia berdoa, “Yesus, kamar ini milik-Mu! Tinggallah selama Engkau mau dan lakukan apa yang Engkau mau lakukan di dalam kamar ini. Ingat, ini adalah kamar-Mu.”

Malam harinya, ketika pemuda tersebut sudah bersiap untuk istirahat, terdengar bunyi ketukan yang sangat keras di pintu depan. Mendengar ketukan itu, pemuda tersebut turun untuk membukakan pintu. Ketika dia membuka pintu, dia melihat bahwa iblis telah mengirim tiga roh jahat untuk menyerangnya. Dia dengan cepat menutup pintu, tetapi salah satu roh jahat mengganjal pintu itu dengan kakinya. Beberapa saat kemudian, setelah bertarung dengan sekuat tenaga, pemuda tersebut berhasil menutup dan mengunci pintu kemudian kembali ke kamarnya dalam keadaan sangat lelah. “Bayangkan,” pikir pemuda itu, “Yesus ada di atas, tidur dalam ruangan yang terbaik sedangkan saya bertarung melawan roh-roh jahat di bawah. Oh, mungkin Dia tidak mendengar.” Pemuda itu tidur sangat sebentar malam itu.

Keesokan harinya, segala sesuatunya berjalan dengan normal dan, karena merasa sangat lelah, pemuda tersebut tidur agak awal pada malam harinya. Sekitar tengah malam, terdengar ada yang menggedor-gedor pintu depan seolah-olah akan mendobrak pintu. Pemuda tersebut menuruni tangga lagi dan membuka pintu serta menjumpai lusinan roh jahat berusaha masuk ke dalam rumahnya yang indah. Selama lebih dari tiga jam pemuda itu bertarung melawan mereka dan akhirnya membuat mereka mundur, cukup untuk menutup pintu.