Rabu, 20 Januari 2021

SETIAP MASALAH ADA SOLUSINYA

 


Orang selalu mengatakan bahwa tak ada jalan yang mulus. Demikian pula halnya dengan perjalanan hidup setiap manusia. Siapapun dirinya, perjalanan hidup itu memang tidak selamanya mulus dan selalu sesuai dengan keinginan. Ada saatnya kita menghadapi persoalan atau tantangan. Tidak ada seorangpun yang bisa menghindar dari masalah, ia akan datang tanpa permisi dan bisa menyerang pada siapa saja dan di mana saja.

Allah menghendaki umat-Nya hidup bahagia. Namun manusia selalu hidup dengan masalah: tantangan dan persoalan. Masalah merupakan bagian dari hidup manusia. Justru masalah itu membuat hidup manusia menjadi hidup. Maka, hendaknya jangan mengatakan bahwa masalah itu berasal dari Tuhan (bdk. Yak 1: 13).

Allah memang tidak pernah menjanjikan hidup tanpa masalah, TETAPI satu hal yang pasti adalah: Dia akan memberi kekuatan dan selalu menyediakan jalan keluarnya! Paulus, dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, berkata, “Allah tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1Kor 10: 13).

Jangan pernah mengangap persoalan sebagai penderitaan, jangan juga terlalu berfokus pada masalah sehingga bisa membuat kita menjadi stress dan depresi. Rasul Yakobus, dalam suratnya, mengajak orang untuk tetap merasa bahagia sekalipun menghadapi berbagai macam masalah (Yak 1: 2)

Untuk dapat bertahan menghadapi masalah, hendaklah kita memiliki pikiran yang positif. Di balik awan ada matahari. Di balik suatu masalah PASTI ada suatu kebaikan, selain itu juga akan mendewasakan iman kita agar terus bertumbuh. Pikiran positif membuat kita selalu menyadari bahwa masalah bisa datang kapan dan di mana saja, sehingga kita dapat mengantisipasinya. Antisipasi bukan berarti menghindari masalah sama sekali, melainkan mengurangi dampak masalah yang datang. Sebagai orang beriman, wujud antisipasi ini adalah seperti yang diajarkan Tuhan Yesus, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” (Mat 26: 41).

Jangan gentar dengan setiap masalah yang muncul. Percayalah, di saat menghadapi jalan buntu, maka Allah sanggup memberikan jalan keluar yang terbaik. Kitab Mazmur menulis bahwa Tuhan “tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya.” (Maz 37: 28).

Sebagaimana sebuah gembok, sebesar apapun gembok itu, pasti ada kunci untuk membukanya. Begitu juga dengan masalah. Sekelam apapun masalah itu PASTI ada jalan keluarnya.

Be Positive, Be Happy!!!

diambil dari tulisan 7 tahun lalu

Senin, 18 Januari 2021

INI PERAN AYAH YANG BISA BANTU TUMBUH KEMBANG ANAK


Fatherless
atau father hunger adalah sebuah predikat yang diberikan kepada ayah lantaran hanya hadir secara fisik karena terikat dalam pernikahan, tetapi tidak terlibat dalam urusan perkembangan anak. Berdasarkan data dari Konferensi Ayah Sedunia tahun 2019, Indonesia termasuk satu dari 10 negara dengan kategori fatherless tertinggi.

Tentunya ini bukanlah suatu label yang baik. Sebab menurut Pakar Pengasuhan Keayahan, Irwan Rinaldi, peran ayah sangat penting dan tidak boleh disepelekan dalam pengasuhan anak. Terlebih saat anak berada pada usia 7 sampai 15 tahun, kehadiran sosok ayah di tahap perkembangan ini sangatlah dibutuhkan anak.

“Jika anak tidak mendapatkan peran ayah di usia tersebut, maka akan terjadi ketimpangan antara pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya stimuluan dari kedua orangtua,” ujar Rinaldi.

Salah satu kurangnya perhatian ayah bisa dirasakan anak dalam tumbuh kembangnya. Hal ini mulai dari anak lebih mudah depresi, menjadi anti sosial, rentan melakukan tindak kriminal dan kekerasan, terjerumus seks bebas hingga narkoba. “Karena usia biologis lebih maju dibandingkan psikologisnya, hal ini seringkali menjadi penyebab utama terjadinya perceraian,” tambah Rinaldi.

Minggu, 17 Januari 2021

AYAT-AYAT SURGA DALAM AL-QUR'AN


Al-Qur’an diyakini sungguh oleh umat islam sebagai kitab yang berasal langsung dari Allah SWT. Apa yang tertulis dalam kitab itu dipercaya sebagai kata-kata atau wahyu Allah SWT. Dasar keyakinan ini adalah Al-Qur’an sendiri. Beberapa ayat Al-Qur’an telah menyatakan bahwa Allah-lah yang menurunkan Al-Qur’an ini (sekedar menyebut beberapa, QS al-Baqarah: 4; QS Ali Imran: 3; QS; an-Nisa: 105; QS al-Maidah: 48; QS ar-Rad: 1; QS an-Nahl: 89; QS al-Kahf: 1). Umat islam juga sungguh yakin dan percaya bahwa Allah SWT itu maha benar dan maha tahu. Karena itulah, umat islam percaya apa yang dikatakan bahwa Al-Qur’an merupakan kebenaran yang meyakinkan (QS al-Haqqah: 51).

Umat islam melihat bahwa Al-Qur’an itu merupakan pedoman, petunjuk, keterangan, tuntunan dan pelajaran bagi manusia. Semuanya sudah dibuat jelas sehingga mudah dipahami. Hal ini bertujuan untuk mendatangkan rahmat bagi umat islam sendiri. Semua ini telah dinyatakan Allah dalam kitab tersebut.

Perjalanan akhir semua manusia adalah surga. Akan tetapi, umat islam yakin bahwa surga itu hanya untuk kaum muslim (meski tidak semuanya) saja, karena orang kafir merupakan bahan bakar api neraka. Ini sudah dinyatakan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Keterangan seperti apa yang diberikan Al-Qur’an terkait dengan surga? Pelajaran apa yang diberikan Allah lewat kitab-Nya soal surga? Seperti apa gambaran surga yang ada dalam Al-Qur’an?

Berikut ini akan dipaparkan ayat-ayat yang berbicara tentang surga. Artinya, dalam ayat tersebut terdapat kata “surga”. Kutipan ayat Al-Qur’an ini didasarkan pada Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, Edisi Terkini Revisi Tahun 2006. Kutipan ayat-ayat Al-Qur’an di bawah ini menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Namun sebelum membaca teks-teks Al-Qur’an di bawah ini, ada beberapa petunjuk yang patut diperhatikan.