Senin, 07 Desember 2020

SELAMATKAN BUMI, SELAMATKAN MANUSIA


Ancaman pemanasan global sudah di depan mata, namun kebanyakan manusia masih abai. Malah ada yang menyatakan bahwa isu tersebut hanya isapan jempol semata.

Mark Lynas, dalam bukunya “Six Degrees: Our Future on a Hotter Planet”, mengungkapkan secara ilmiah dampak dari pemanasan bumi. Pernyataan dan pertanyaan dasar yang mau dijawab dalam buku ini adalah: Apabila pemanasan global terus berlanjut pada suhu tertentu maka kita akan menghadapi kepunahan. Jadi apa yang sebenarnya akan terjadi apabila bumi terus memanas?

Mark Lynas adalah seorang jurnalis dan penyiar acara lingkungan hidup asal Inggris. Ia telah melakukan perjalanan mengelilingi 5 benua selama 3 tahun untuk menyaksikan berbagai perubahan karena dampak pemanasan global. Mulai dari mencairnya tundra di Alaska, tenggelamnya pulau di Pasifik dari negara bagian dari Tuvalu dan bertambahnya dataran tandus di pedalaman Mongolia sampai pada lenyapnya lapisan es di Peru dan banjir, serta badai yang menyebabkan erosi di China. Mark Lynas secara pribadi mengumpulkan semua bukti yang dikumpulkan dalam bukunya mengenai perubahan iklim, High Tide: The Truth About Our Climate Crisis (Gelombang Besar: Kenyataan Mengenai Krisis Perubahan Iklim Kita).

Setelah itu, dalam waktu singkat Mark Lynas mempelajari lebih mendalam tentang berbagai bukti ilmiah serta rasional mengenai efek pemakaian bahan bakar fosil terhadap iklim, lingkungan, dan kehidupan di planet ini. Beliau menghabiskan waktunya beberapa bulan di perpustakaan ilmiah Radcliffe di Universitas Oxford untuk membaca ribuan buku literatur ilmiah yang telah dianalisa secara mendalam sebelum mempublikasikan buku kejutannya yang kedua, Six Degrees: Our Future on a Hotter Planet (Enam Derajat: Masa Depan Kita di Planet yang Semakin Panas); sebagai media lain untuk membangkitkan kesadaran.

Minggu, 06 Desember 2020

NABI MUHAMMAD DAN ADOLF HITLER


Tak bisa dipungkiri kalau nabi Muhammad SAW adalah sungguh teladan agung. Umat islam percaya nabi Muhammad sebagai teladan yang sempurna lantaran Allah SWT mengatakan (QS al-Ahzab: 21; QS al-Qalam: 4). Muhammad tidak hanya dipuji dan dijadikan contoh bagi umat muslim. Beberapa ahli sejarah menemukan adanya kemiripan antara nabi Muhammad dengan beberapa tokoh terkenal dunia seperti Dahmer atau Adolf Hitler. Tulisan ini mencoba memetakan kemiripan nabi Muhammad dengan tokoh Jerman yang tidak hanya dikenang oleh bangsa Jerman tetapi juga dunia, yakni Adolf Hitler.

1.    Nabi Muhammad SAW dan Islam

Nabi Muhammad berasal dari latar belakang keluarga sederhana. Ketika hidup di tanah Arab, ada kerinduan bagi orang Arab untuk memiliki identitas religious sendiri, sama seperti orang Yahudi, Kristen, Hindu, dll. Kerinduan ini dibaca oleh Muhammad; dan itulah yang dia perjuangkan. Muhammad menemui media yang suci, yakni agama, dan dia mengambil peran sebagai nabi. Bukankah hal itu juga yang dibutuhkan oleh bangsa Arab saat itu?

Maka Muhammad mati-matian memulai kampanye propaganda yang penuh kelicikan guna menina-bobokan para pengikutnya. Jika dibandingkan antara surah-surah yang diturun di Mekkah (surah Makkiyah) dan di Madinah (surah Madaniyah), maka terlihat jelas bahwa surah Makkiyah jauh lebih banyak daripada surah Madaniyah. Ini membuktikan bahwa Muhammad membutuhkan banyak wahyu untuk menyakinkan “programnya”, yaitu bahwa dirinya adalah nabi utusan Allah; bahwa apa yang disampaikannya sungguh berasal dari Allah; bahwa bangsa Arab memang sungguh istimewa. Dengan manipulasi licik, retorika yang meyakinkan dan dengan sugesti agama, Muhammad akhirnya sampai ke suatu posisi otoritas dan kekuasaan mutlak.

Akhirnya Muhammad mengungkapkan suatu “rencana ilahi” dengan membersihkan Arab dari orang-orang yang tidak sepaham dengannya. Dia menyebut mereka dengan sebutan kafir; dan untuk mendukung ini maka diturunkannya wahyu Allah yang memerintahkan pemusnahan orang kafir sampai ke akar-akarnya (QS al-Anfal: 7). Pertama-tama Muhammad membersihkan kabah dari patung-patung yang sudah ada jauh sebelum dirinya lahir, karena kabah telah ditetapkan sebagai makam Ibrahim (QS al-Baqarah: 125). Orang Yahudi dan Kristen yang sudah ada sebelumnya pun, yang juga mengakui Ibrahim (mereka menyebutnya Abraham), tak pernah melihat kabah sebagai makam Abraham. Terlihat jelas Muhammad sangat anti dengan orang Yahudi. Muhammad percaya problem yang dialami umat manusia akan bisa dihilangkan dengan membunuh atau membinasakan orang Yahudi. Muhammad menggunakan bangsa Yahudi sebagai kambing hitam (bdk. QS al-Maidah: 64 dan 67). Muhammad percaya bahwa dengan berhasilnya misinya dan dengan menundukkan dunia di bawah pedangnya, maka damai akan terwujud.

Jumat, 04 Desember 2020

INI YANG HARUS KAMU KETAHUI SEBELUM MEMELUK ISLAM

Beriman dan memeluk sebuah agama merupakan pilihan dan keyakinan personal. Keputusan untuk beriman dan memeluk suatu agama tertentu tidak hanya berdasarkan selera pribadi tetapi juga berdasarkan nalar. Jadi, untuk sampai pada beriman dan memeluk suatu agama, setidaknya dibutuhkan dua keputusan, yaitu keputusan emosi dan keputusan rasional.
Islam merupakan salah satu agama terbesar di dunia. Gerakan islamisasi, sekalipun tidak terlalu kelihatan di permukaan namun cukup masif. Sering terdengar promosi islam dimana-mana seperti “islam itu mudah” atau “islam itu indah”. Selain itu, ada juga slogan “islam rahmatan lil alamin”. Semua itu bak iklan yang mempromosikan islam sehingga makin banyak orang tertarik pada islam. Tentulah harapannya orang sampai pada keputusan memeluk islam.
Ada kemungkinan, ketika Anda tertarik dengan “iklan” islam tadi, Anda akan disuguhkan dengan beberapa pernyataan-pernyataan pemikat dan pengikat. Misalnya: “islam itu agama yang dikehendaki Allah” (QS Ali Imran: 19), “orang islam pasti masuk sorga sedangkan orang kafir pasti masuk neraka” (QS al-Baqarah: 82; QS al-Maidah: 10; QS al-Baqarah: 24). Dengan tidak malu-malu umat islam yang “menjual” islam akan mengatakan bahwa yang bukan islam adalah kafir, dan hanya orang islam saja sebagai umat beriman.
Ketika Anda memutuskan untuk memeluk islam, maka Anda harus mengucapkan dua kalimat syahadat islami di hadapan pemuka agama dan umat islam lainnya. Jika Anda termasuk kategori tokoh publik, maka acara pengucapan syahadat itu akan juga dipublikasikan. Singkatnya, keputusan Anda memeluk islam akan diwartakan. Tujuannya adalah untuk menarik lagi orang-orang kafir menjadi islam. Dan setelah Anda mengucapkan syahadat, Anda menerima gelar baru: mualaf.