Senin, 01 Juni 2020

GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK

Narsistik adalah kondisi gangguan kepribadian dimana seseorang akan menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi. Pengertian akan kepribadian narsistik sendiri berasal dari Yunani, ketika seorang pemuda bernama Narcisius jatuh cinta pada bayangannya sendiri saat tidak sengaja melihat dirinya pada kolam air.
Pengidap kepribadian narsistik biasanya merasa bahwa dirinya memiliki pencapaian yang luar biasa dan lebih baik dari orang lain dan merasa bangga secara berlebihan pada dirinya. Hal tersebut terjadi meskipun pencapaian yang dimiliki biasa saja. Pengidap narsistik juga biasanya mempunyai tingkat empati yang rendah kepada orang lain, dan menganggap dirinya memiliki kepentingan yang lebih tinggi dari orang lain. Pengidap gangguan kepribadian narsistik mempunyai perasaan yang mudah tersinggung dan bisa dengan mudah merasakan depresi ketika mereka dikritik oleh orang lain, meskipun mereka memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
Umumnya kepribadian narsistik mudah ditemukan pada awal usia dewasa. Namun pada beberapa kasus sebagian remaja yang baru mengalami pubertas juga akan mempunyai sifat narsisme. Hal tersebut belum tentu akan berlanjut sampai mereka dewasa karena beberapa faktor juga mempengaruhi kemunculan sikap narsisme. Berikut ini beberapa faktor risiko untuk gangguan kepribadian narsistik:

Jumat, 29 Mei 2020

BERKACA DARI KASUS PENISTAAN AGAMA

Pada 27 September 2016, Basuki Tjahaya Purnama, atau biasa disapa BTP, mengadakan kunjungan dinas ke Kepulauan Seribu. Waktu itu ia masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Dalam kunjungan itu, BTP menjelaskan program kerja sama Pemprov DKI dan Sekolah Tinggi Perikanan. Dan dalam dialog itu terlontarlah pernyataan “Jadi, jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak pilih saya. Dibohongin pakai surat al-Maidah ayat 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu.”
Reaksi warga ketika mendengar pernyataan itu adalah tertawa. Tidak ada yang marah atau merasa tersinggung. Akan tetapi, pada sekitar awal Oktober muncul video tentang kunjungan BTP itu di media sosial. Adalah Buni Yani yang berperan dalam memviralkan video tersebut. Buni Yani tidak hanya sebatas mem-posting video, yang berisi perkataan BTP tentang al-Maidah: 51, tetapi juga telah mengeditnya. Dalam video editan tersebut pernyataan krusial BTP menjadi “Dibohongin surat al-Maidah ayat 51.”
Sontak umat islam tersinggung dan marah. Mereka lantas menggelar aksi unjuk rasa. Ratusan ribu umat islam, bahkan ada yang mengatakan jutaan, membanjiri ibukota Jakarta. Mereka melaksanakan satu kewajiban umat islam, yaitu membela agama. Karena itu, aksi mereka dikenal dengan istilah Bela Islam. Dan tak lama kemudian Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang saat itu diketuai oleh K.H. Maruf Amin, menggelar sidang. Pada tanggal 11 Oktober MUI mengeluarkan fatwa: BTP telah melakukan penistaan agama dan ulama. Massa islam segera berubah dari Bela Islam menjadi Kawal Fatwa MUI.
Demi menciptakan situasi ibukota yang kondusif, polisi segera menangani kasus BTP. Sebelum polisi menangani kasus ini, BTP telah mengeluarkan permintaan maaf yang tulus. Proses sidang pun segera digelar. Selama sidang perkara, massa umat islam terus menggelar aksi unjuk rasa. Sekalipun tidak terjadi aksi anarki, namun banyak warga merasa cemas dan takut. Beberapa sekolah diliburkan. Demikian juga toko.

Kamis, 28 Mei 2020

MENGENAL TIPE KEPRIBADIAN

Alfred Alder membagi 4 tipe kepribadian. Keempat tipe ini sangat mirip dengan empat tipe karakter manusia yang diajarkan dalam kebudayaan Yunani kuno. Orang Yunani kuno mengaitkan karakter atau temperamen manusia ini dengan adanya empat macam cairan tubuh. Dari sinilah muncul tipe-tipe kepribadian seperti koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis.
MELANKOLIS

Kekuatan:

1)   Analitis, mendalam dan penuh pikiran

2)   Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal

3)   Artistik, musikal dan kreatif

4)   Hemat dan sensitif

5)   Standar tinggi, idealis dan perfeksionis

6)   Senang perincian (detail), tekun, serba tertib dan teratur

7)   Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif

8)   Kalau sudah mulai akan dituntaskan

9)   Berteman dengan hati-hati

10)Puas di belakang layar, menghindari perhatian

11)Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi

12)Sangat memperhatikan orang lain dan mau mengorbankan diri

Kelemahan: