Narsistik
adalah kondisi gangguan kepribadian dimana seseorang akan menganggap dirinya
sangat penting dan harus dikagumi. Pengertian akan kepribadian narsistik
sendiri berasal dari Yunani, ketika seorang pemuda bernama Narcisius jatuh
cinta pada bayangannya sendiri saat tidak sengaja melihat dirinya pada kolam
air.
Pengidap
kepribadian narsistik biasanya merasa bahwa dirinya memiliki pencapaian yang
luar biasa dan lebih baik dari orang lain dan merasa bangga secara berlebihan
pada dirinya. Hal tersebut terjadi meskipun pencapaian yang dimiliki biasa
saja. Pengidap narsistik juga biasanya mempunyai tingkat empati yang rendah
kepada orang lain, dan menganggap dirinya memiliki kepentingan yang lebih
tinggi dari orang lain. Pengidap gangguan kepribadian narsistik mempunyai
perasaan yang mudah tersinggung dan bisa dengan mudah merasakan depresi ketika
mereka dikritik oleh orang lain, meskipun mereka memiliki tingkat kepercayaan
diri yang tinggi.
Umumnya
kepribadian narsistik mudah ditemukan pada awal usia dewasa. Namun pada
beberapa kasus sebagian remaja yang baru mengalami pubertas juga akan mempunyai
sifat narsisme. Hal tersebut belum tentu akan berlanjut sampai mereka dewasa
karena beberapa faktor juga mempengaruhi kemunculan sikap narsisme. Berikut ini
beberapa faktor risiko untuk gangguan kepribadian narsistik:


