Rabu, 19 Februari 2020

PAUS FRANSISKUS: GEREJA MENDENGAR TANGISAN ORANG-ORANG TERPINGGIRKAN DAN MISKIN


Gereja harus mengatasi kekerasan, ketidak-adilan dan penindasan, serta tidak bisa meninggalkan misi evangelisasi dan pelayanannya. Gereja memberi dirinya dengan kemurahan hati dan kelembutan atas nama orang yang paling kecil dan paling miskin. Gereja mendengarkan seruan orang di tempat terakhir dan tempat yang dikucilkan, karena Gereja menyadari dirinya sebagai komunitas peziarah yang dipanggil untuk memperluas sejarah kehadiran Yesus Kristus yang menyelamatkan.
Paus Fransiskus berbicara saat merenungkan panggilan Yesus dalam Injil Minggu, 9 Februari 2020 (Mat 5: 13 – 16), agar para murid-Nya menjadi garam dan terang. Penggunaan bahasa simbolik Yesus itu, ujar Paus Fransiskus, menjabarkan kriteria cara para murid Tuhan menjalankan misi mereka di dunia.
Diawali dengan metafora garam, Paus Fransiskus menjelaskan, garam memberi rasa dan menjaga makanan agar tidak rusak. Maka, “Murid dipanggil untuk menjauhkan masyarakat dari bahaya dan elemen-elemen merusak yang mencemari kehidupan manusia.” Orang-orang kristiani melakukannya dengan menentang dosa dan degradasi moral, serta memberikan kesaksian tentang kejujuran dan solidaritas. Paus Fransiskus juga memperingatkan akan adanya beberapa godaan untuk dilawan, termasuk karier, kekuasaan dan kekayaan.

PAUS FRANSISKUS: PENGAMPUNAN MEMBUAT KITA SEHAT

Meskipun penyembuhan menjadi hal utama dalam pelayanan Yesus, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Yesus selalu memulainya dengan tindakan penting yaitu mengampuni dosa orang-orang yang memohon bantuan kepada-Nya. “Yesus mengajari kita untuk mengutamakan hal yang esensial,” demikian kata Paus Fransiskus dalam kotbahnya saat misa bersama umat di St. Martha House di Kota Vatikan pada 17 januari 2020.
“Yang penting adalah kesehatan, lengkap (antara) tubuh dan jiwa,” lanjut Paus Fransiskus. Pernyataan itu disampaikan saat mengomentari bacaan dari Injil Markus yang memberikan penjelasan tentang penyembuhan dan pengampunan Yesus bagi seorang lumpuh di kota Kapernaum. Paus Fransiskus mencatat bahwa Yesus pertama-tama mengatakan, “Anak-Ku, dosamu sudah diampuni,” dan kemudian menyembuhkan orang itu untuk memberikan pelajaran kepada mereka yang telah berkumpul untuk melihat dia.
“Penyembuhan fisik adalah anugerah, kesehatan fisik adalah anugerah yang harus kita jaga,” ujar Paus Fransiskus. “Tetapi Tuhan mengajarkan kita bahwa kita harus menjaga kesehatan hati kita – kesehatan rohani kita – juga,” tambah Paus Fransiskus.

Senin, 17 Februari 2020

THE ROOM: KENIKMATAN DUNIAWI BUKANLAH SEGALANYA


The Room (2019) merupakan film drama misteri yang diproduksi atas kerjasama tiga negara, yakni Perancis, Luxembourg dan Belgia. Film, yang disutradarai oleh Christian Volckman dan dibantu oleh Sabrina B. Karine dan Eric Forestier, dibintangi oleh Olga Kurylenko dan Kevin Janssens. Sempat masuk dalam nominasi di berbagai festival, namun penghargaan yang berhasil diraih adalah “Bucheon Choice Award” dalam kategori Film Feature terbaik.
Dimulai dari kedatangan sepasang suami istri, Matt dan Kate, yang diperankan oleh Kevin Janssens dan Olga Kuryfenko, di sebuah rumah. Rumah itu baru saja mereka beli. Matt adalah seorang pelukis, sedangkan Kate berprofesi sebagai penterjemah. Ketika merapikan rumah baru tersebut, Matt menemukan sebuah ruang misterius. Yang membuat ruangan itu makin misterius adalah keadaan listrik ketika mereka memasuki ruangan itu.
Matt dan Kate meminta bantuan ahli listrik untuk mengecek instalasi listrik, karena lampu berkedip-kedip saat mereka masuk ke ruangan misterius itu. Keesokan harinya, ketika tukang listrik datang dan mengecek instalasi listrik, misteri bukannya terkuak, tetapi justru menambah misterius. Tukang listrik mengakui bahwa instalasi listrik seperti itu baru ditemuinya saat itu. Ketika hendak pulang, tukang listrik sedikit memberi gambaran kepada Matt tentang rumah yang mereka beli itu. Dari sini suasana horror mulai muncul.
Semuanya bermula dari ruangan misterius itu. Berbagai peristiwa dan kejadian berawal dari sana. Konflik cerita juga tak bisa dipisahkan dari ruangan itu. Intinya ruangan itu menjadi magnet ceritanya. Semuanya dikemas dalam kisah film yang sangat menarik. Lokasi cerita memang tidak terlalu banyak. Demikian pula tokoh-tokohnya. Dalam film ini tokoh-tokohnya tak lepas dari Matt, Kate dan Shane (anak ilusi), serta John Doe. (Mau nonton filmnya, klik saja di sini. Maaf, masih dalam format MP4)