Rabu, 11 Desember 2019

NAPI KORUPTOR IKUT PILKADA: INI SUNGGUH KRISIS


Beberapa hari ini ramai dibicarakan permasalahan bekas tahanan kasus korupsi yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), entah itu sebagai gubernur/wakil maupun bupati/wakil atau walikota/wakil. Kebanyakan majunya calon kepala daerah bagi bekas napi koruptor berasal dari partai politik. Artinya partai politik (parpol) mengusung yang bersangkutan untuk maju dalam ajang pilkada.
Majunya kader partai politik mantan napi koruptor ke ajang pilkada mendapat tanggapan keras baik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Indonesia Corruption Watch (ICW) dan juga masyarakat pengiat anti korupsi. Tentulah tidak semua orang menentang niat mantan napi korupsi ini maju dalam pilkada. Setidak-tidaknya ada parpol pengusung mendukungnya.
Akan tetapi, majunya seorang mantan napi korupsi dalam ajang kontestasi pilkada menunjukkan adanya krisis. Hal ini sungguh-sungguh menunjukkan situasi krisis. Apa saja krisisnya?
Pertama, krisis kader. Krisis ini lebih ditujukan kepada parpol pengusung. Dengan mengusung mantan koruptor maju dalam pilkada, hal ini memperlihatkan bahwa parpol tersebut sedang mengalami krisis kaderisasi. Sepertinya parpol tidak mempunyai kader lain yang dapat diusung sebagai kepala daerah, sehingga mantan napi korupsi pun diusung. Adanya krisis kader ini sekaligus menunjukkan tidak jalannya kaderisasi dan pendidikan politik di partai politik.

Senin, 09 Desember 2019

WAWANCARA DENGAN TUHAN


Dalam tidur malam, aku bermimpi berjumpa dengan Tuhan. Dia sangat ramah dan baik terhadapku. Aku mengungkapkan niatku untuk melakukan wawancara dengan Tuhan.
Tuhan bertanya, "Jadi, kamu ingin melakukan wawancara dengan-Ku?"
"Jika Engkau punya waktu," aku menjawab dengan sedikit rasa gugup dan malu.
Tuhan tersenyum, "Waktu-Ku abadi..., pertanyaan apa yang ada di dalam pikiranmu untuk-Ku?"
"Hal apa yang paling mengejutkan-Mu tentang manusia?"
Tuhan menjawab...

KESAKSIAN SANDRA DEWI TENTANG KEKUATAN NOVENA 3 SALAM MARIA


Sandra Dewi adalah salah satu artis Indonesia yang beragama katolik. Meski sudah menempati tangga kesuksesan, ia tidak pernah lupa akan campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Wanita yang memiliki nama lengkap Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri, selalu menekankan bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa jika bukan karena kebesaran Tuhan. Karena itu, dalam setiap perjuangan hidupnya, Sandra selalu mengandalkan Tuhan.
Salah satu perjuangan dalam hidupnya adalah mendapatkan jodoh yang seiman.  Di usianya yang sudah menginjak 33 tahun, Sandra sempat dilanda kecemasan karena belum menemukan pasangan hidup. Banyak tekanan juga dari media. Namun dalam rasa cemas itu, Sandra selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia sering mendaraskan novena dan tak pernah berhenti berdoa. Hingga akhirnya Tuhan mengirimkan seorang lelaki baik dalam hidupnya. Dialah Harvey Moies.
Beberapa bulan lalu, Sandra kembali membagikan kisah imannya. Kali ini tentang mukjizat yang diterimanya dari Tuhan saat mengandung anak keduanya, yang lahir pada 2 September 2019. Lewat akun instagramnya, Sandra Dewi tak sungkan untuk berbagi pengalaman imannya ini dengan penggemarnya. Sandra menceritakan bahwa saat usia kehamilannya menginjak 35 minggu, ia sempat mengalami kendala. Bahkan ia sampai pasrah kalau memang dirinya harus melahirkan dengan cara cesar.