Kamis, 25 April 2019

MEDIA DAN SEKSUALITAS REMAJA


Enam tahun lalu, persisnya pada 25 April 2019, blog budak-bangka menurunkan sebuah tulisan dengan judul “Seksualitas dan Peran Media“. Tulisan ini diambil dari tulisan Budi Rajab, seorang staf pengajar Jurusan Antropologi, FISIP – UNPAD. Dari judulnya terlihat bahwa tulisan ini mengupas permasalahan seksualitas yang dialami kaum remaja dan apa peran media.
Tak dapat disangkal bahwa media sangat berpengaruh dalam kehidupan kaum remaja. Pengaruh itu bisa saja dalam hal positip bisa juga dalam hal negatif. Umum sudah mengetahui jika remaja banyak mendapat informasi seputar seksualitas dari media, baik itu media cetak maupun media maya. Dapat dikatakan bahwa semua sarana itu membuat kaum remaja kehilangan kontrol.
Masalah inilah yang akan dikupas dalam tulisan enam tahun lalu ini. Dikemas dalam bahasa Indonesia yang sederhana sehingga enak untuk dibaca. Lebih lanjut mengenai tulisan ini, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

Selasa, 23 April 2019

KISAH PAUS YOHANA ADALAH LEGENDA

Jagat sosial sempat dihebohkan dengan kisah tentang Paus Yohana, yang adalah seorang perempuan. Kehebohan ini tidak hanya meliputi umat Katolik, tetapi juga umat manusia. Umumnya orang mengetahui bahwa Paus itu hanyalah seorang pria. Diceritakan bahwa Joan of Ingelheim adalah seorang perempuan yang menyamar jadi pria dan kemudian jadi biarawan hingga akhirnya menjadi Paus dengan nama Pope John VII.
Paus Yohana ini sebenarnya hanyalah sebuah legenda, yang tidak dapat dikonfirmasikan kebenarannya dengan fakta sejarah. Berikut ini kami sarikan kisah legenda Paus Yohana. Dongeng tentang Paus perempuan, yang bernama Yohana, pertama kali ditemukan pada pertengahan abad XIII.
1. Variasi Dongeng Paus Yohana
a. Versi Jean de Mailly.
Pertama kali yang menuliskan dongeng ini adalah seorang Dominikan bernama Jean de Mailly yang kemudian diambil sebagai patokan oleh seorang Dominikan lainnya yaitu Etienne de Bourbon (1261) yang menuliskan dongeng ini dalam bukunya, “Ketujuh karunia Roh Kudus.” Dikatakan di sini bahwa Paus perempuan itu hidup sekitar tahun 1100, namun dalam versi ini tidak disebutkan namanya. Ia adalah seorang yang sangat berbakat, berpakaian seperti pria, menjadi anggota Kuria, lalu menjadi Kardinal dan kemudian Paus. Suatu hari ia naik kuda, dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki; ia lalu terikat pada ekor kudanya, terseret di sepanjang kota, dihukum mati oleh masyarakat, dikuburkan di tempat ia wafat.
b. Versi Martin (Martinus Polonus) dari Troppau

ADA UDANG DI BALIK NASEHAT


Blog budak-bangka enam tahun lalu, persisnya pada 23 April 2013, menurunkan sebuah tulisan dengan judul “Antara Nasehat dan Cemburu”. Tulisan ini merupakan refleksi dari sebuah cerita yang berjudul “Rahib dan Wanita”, yang diambil dari buku Burung Berkicau karya Anthony de Mello. Tulisan ini benar-benar membawa pencerahan bagi kita.
Umumnya orang menilai bahwa nasehat itu baik. Ada tujuan positip yang hendak diberikan oleh pemberi nasehat kepada yang dinasehati. Nasehat merupakan sebuah teguran sekaligus bimbingan, supaya orang yang dinasehati dapat menjadi lebih baik lagi dalam kehidupan dan kepribadian. Akan tetapi, ternyata di balik nasehat ada tersembunyi hal negatif. Hal inilah yang dipapar dalam tulisan 6 tahun lalu itu.
Disajikan dengan bahasa Indonesia yang sederhana dan ringan sehingga pembaca dari kalangan saja dapat menikmatinya. Lagi pula pembaca tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya, karena tulisan tersebut terbilang sangat singkat, padat dan jelas. Lebih lanjut mengenai tulisan tersebut langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!