Senin, 18 Februari 2019

MEMBACA BUKU KUDETA MEKKAH


Lima tahun lalu, tepatnya hari ini, 18 Februari 2014, blog budak-bangka menurunkan sebuah tulisan menarik tentang KUDETA MEKKAH. Tulisan tersebut merupakan ulasan atas sebuah buku yang berjudul “KUDETA MEKKAH: Sejarah yang Tak Terkuak”. Menyimak frase Kudeta Mekkah yang ada pada judul buku tersebut, mungkin sebagian pembaca mengira bahwa buku itu merupakan novel atau cerita fiksi belaka. Namun membaca anak judulnya membuat orang akan bertanya-tanya benarkah ada kudeta di Mekkah.
Pertanyaan itu tentulah wajar. Maklum, publik sudah mengetahui bahwa Mekkah itu adalah tempat paling suci bagi umat islam. Publik juga pasti sudah paham karakter umat islam apabila hal-hal yang terkait dengan atribut keagamaannya “diutak-atik”. Karena itulah, publik akan bertanya mungkinkah ada kudeta di Mekkah.
Akan tetapi, membaca buku itu, atau setidaknya membaca tulisan yang mengulas buku itu, pembaca akan dibuat terperangah. Apalagi penulis buku itu, Yaroslav Trofimov, menyajikannya dengan begitu menarik dilengkapi dengan data-data yang akurat, sehingga ketika membuka pertama kali buku tersebut langsung sulit untuk menutupnya di tengah halaman.
Dan tulisan 5 tahun lalu menghadirkan ulasan yang kritis dan menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mengalir. Untuk mengetahui isi ulasan tentang buku “KUDETA MEKKAH: Sejarah yang Tak Terkuak”, langsung saja klik di sini. Selamat membaca!!!

Senin, 04 Februari 2019

KECANDUAN BERMAIN GAME SEBAGAI PENYAKIT MENTAL

Setiap manusia tentulah mendambakan kesehatan. Karena manusia itu terdiri dari 3 dimensi, yaitu tubuh, jiwa dan roh (bdk. 1Tes 5: 23), maka kesehatan juga memiliki 3 dimensi. Kesehatan bisa saja meliputi kesehatan fisik, mental (psikis) dan rohani. Manusia yang ideal adalah manusia yang memiliki kesehatan di tiga aspek terebut, yaitu sehat fisik, sehat mental dan sehat rohani. Karena itu, setiap orang hendaknya menjaga agar terjadi keseimbangan dalam tiga aspek tadi.
Gangguan yang terjadi pada ketiga aspek tersebut dapat menimbulkan penyakit. Seseorang yang kurang menjaga kesehatan fisiknya akan mengalami sakit fisik, seperti demam, sakit jantung, stroke, dll. Hal yang sama dengan orang yang tidak menjaga kesehatan rohaninya akan mengalami kekeringan rohani. Demikian pula dengan orang yang tidak menjaga kesehatan mental.
Apa Itu Penyakit Mental
Karena kesehatan mental itu meliputi kondisi emosional, psikologis dan kesejahteraan sosial, maka orang dengan penyakit mental berarti kombinasi dari bagaimana dia berpikir, berperilaku, merasa dan merasakan. Dapat dikatakan juga bahwa penyakit mental, atau biasa juga disebut gangguan mental, merupakan penyakit yang mempengaruhi fungsi otak dengan menggangu keseimbangan kimiawi sehingga menyebabkan penderitaan atau gangguan kemampuan untuk berperan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyakit mental tidak muncul dari hari ke hari yang lain. Seringkali sudah ada indikasi pada tahap awal yang mengisyaratkan perkembangan kelainan mental. Ada berbagai alasan yang bisa menjelaskan mengapa dan bagaimana penyakit mental berkembang atau dipicu. Umumnya karena terjadi kerusakan pada otak atau terjadi perubahan hormon. Selain itu, pengalaman traumatis juga dapat menimbulkan penyakit mental.
Siapa saja dapat terkena penyakit mental. Vonis penyakit mental hanya dapat diberikan oleh orang ahli. Akan tetapi, kita dapat mengetahui penyakit mental ini dari gejala-gejala awal. Berikut ini beberapa tanda-tanda awal dari penyakit mental:

POSISI TIDUR MENGGAMBARKAN KEPRIBADIAN

Kepribadian adalah keseluruhan sikapsi perasaan, temperamen, ciri khas dan juga prilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan temperamen tersebut akan terwujud dalam tindakan seseorang kalau di hadapkan kepada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan perilaku yang baku atau berlaku terus menerus secara konstan dalam menghadapi situasi yang sedang di hadapi, sehingga jadi ciri khas pribadinya.
Empat tahun lalu, persisnya pada 4 Februari 2015, budak-bangka.blogspot.com menurunkan sebuah tulisan dengan judul “Melihat Kepribadian dari Posisi Tidur”. Tulisan yang diangkat dari situs Pilihan Dokter ini dapat membantu pembaca untuk mengetahui kepribadiannya dari posisi tidur. Atau orangtua dapat mengetahui kepribadian anaknya, sehingga sedini mungkin mereka dapat memahami karakter anaknya tersebut. Bukan tidak mustahil, orangtua dapat membentuk atau mengarahkan kepribadian anaknya ke arah yang baik.
Penulis menggunakan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dibaca oleh umum. Sudah jelas tulisan ini sangat berguna bagi siapa saja. Lebih lanjut mengenai tulisan ini silahkan baca di sini. Selamat membaca!!!