Senin, 30 April 2018

PENGESAHAN PERNIKAHAN

Ada umat katolik menikah dengan cara bukan katolik. Itu berarti dia telah meninggalkan Gereja Katolik, karena agama lain tidak punya ritus pernikahan campur seperti Gereja Katolik. Orang ini kena sanksi hukuman Gereja Katolik. Jadi, meski tetap sebagai orang katolik, hak-hak dia sebagai umat katolik dihalangi. Salah satunya, tidak boleh menerima komuni.
Apakah hak-haknya sebagai orang katolik bisa didapat kembali? Bisa. Caranya, mereka harus mengesahkan pernikahannya menurut tata cara Gereja Katolik. Ini dikenal dengan istilah konvalidasi. Secara sederhana, makna konvalidasi adalah menjadikan suatu pernikahan yang sudah ada diakui (diberkati) oleh Gereja Katolik. Konvalidasi merupakan institusi hukum yang mencerminkan perhatian pastoral Gereja, serta menunjukkan keterbukaan dan kesediaan melayani persoalan-persoalan umatnya.
Kekhasan pokok konvalidasi adalah adanya pembaharuan kesepakatan nikah. Bukan berarti orang yang meng-konvalidasi pernikahannya menikah lagi. Konvalidasi diadakan di hadapan imam, sebagai wakil Gereja. Konvalidasi dilakukan setelah segala ketentuan demi sahnya pernikahan menurut Gereja Katolik dipenuhi.
Konvalidasi mengandung konsekuensi bagi pasangan yang meng-konvalidasi pernikahannya. Efek sifat pernikahan, seperti monogami dan tak terceraikan, dan tujuan pernikahan katolik wajib dihidupi oleh pasangan ini.
by: adrian

Bakti Sosial Jambore OMK Koba


Jumat, 27 April 2018

Tanya - Jawab Modul II Pertemuan Jambore OMK Koba

Pada 16 – 18 Maret OMK Koba mengadakan jambore OMK di Bangkanesia, Lingku. Namun sebelum acara tersebut, para peserta mendalami modul pertemuan dalam kelompok kecil. Tema pertemuan modul kedua adalah “Mengapa Memilih Gereja Katolik”. Di sini mereka dibantu dengan sharing pengalaman Natalia Budiman. Ada lima kelompok, dimana tiap kelompok terdiri dari 5 – 7 orang. Setiap pertemuan ada ruang tanya-jawab. Berikut ini beberapa pertanyaan yang muncul pada pertemuan kedua (untuk pertemuan pertama silahkan baca di sini). Sebenarnya intinya ada pada pertanyaannya, bukan pada jawaban, karena yang mau disasar adalah daya kritis peserta.
T
Bagaimana cara agar anak-anak muda lebih mengerti makna Gereja Katolik dan segala ajarannya?
J
Tidak ada cara lain selain mempelajarinya. Kita membutuhkan semangat seperti Natalia Budiman, yang mau berusaha mencari tahu soal ajaran katolik. Namun sayang, anak muda sekarang lebih tertarik dengan hal-hal lain. Salah satu ciri orang katolik umumnya adalah tidak tahu tapi tidak berusaha mencari tahu.
T
Kenapa Gereja Protestan berbeda-beda, tidak seperti katolik?
J
Akar kata Protestan adalah “protes”. Ketika seseorang tidak setuju dengan kebijakan orang lain, dia akan protes dan mendirikan gereja baru. Karena itulah, dalam refleksi Natalia Budiman, Gereja Prostestan lebih didasarkan pada selera pendirinya.
T
Jelaskan bagaimana pergumulan yang terjadi pada kisah Maria Natalia Budiman? Apa yang bisa Anda petik dari kisah itu?