Jumat, 15 Desember 2017

MENGENAL ISTRI-ISTRI MUHAMMAD

Muhammad, oleh umat islam, tidak hanya dikenal sebagai nabi (terakhir) tetapi juga al insan al kamil, manusia sempurna. Namun sayangnya, ketika ditanya dimana letak kesempurnaan Muhammad, tidak ada kata sepakat di antara umat islam. Bagi orang non muslim, kata tersebut sungguh sangat membingungkan, secara khusus ketika melihat sisi gelap Muhammad, seperti terorisme dan juga istri-istri beliau.
Terkait dengan istri, ada banyak simpang siur soal jumlah. Ini baru istri, belum lagi soal gundik. Berikut ini akan ditampilkan data wanita-wanita yang pernah dinikahi Muhammad. Data ini diambil dari buku tulisan Tabari (vol. ix, hlm. 120 – 141), yang ada di quran dan hadist. Dari sini silahkan pembaca menilai dengan mengaitkan gelar Muhammad sebagai manusia sempurna.
01. Khadijah binti Khuwaylid. Ini adalah istri Muhammad yang pertama. Muhammad menikahi Khadijah yang berusia 40 tahun saat berusia 24 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 619.
02. Sawdah binti Jamah. Ketika menikahi Sawdah, Muhammad berusia di atas 50 tahun. Tidak tahu persisnya tahun berapa mereka menikah. Usia Sawdah saat menikah pun tidak diketahui dengan pasti.
03. Aisha binti Abu Bakr. Ini adalah istri favorit Muhammad. Aisha disunting Muhammad ketika masih berusia 6 tahun, sementara Muhammad sudah berusia 50 tahun. Akan tetapi, Muhammad baru meniduri/bersetubuh dengan Aisha ketika Aisha berusia 9 tahun (bdk. HS Bukhari, buku 7, volume 7, no 89).

Rabu, 13 Desember 2017

PIDATO PAUS FRANSISKUS SAAT KUNJUNGAN KE MYANMAR

Ibu Penasehat Negara, Yang Terhormat Pemerintah dan Otoritas Sipil, Yang Mulia Para Uskup Saudaraku, Anggota Terkemuka Korps Diplomatik, Ibu dan Bapak, Hadirin semuanya:
Saya bersyukur atas kebaikan hati mengundang saya untuk mengunjungi Myanmar dan saya berterima kasih, Madam State Counselor, atas sambutan baik Anda. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah bekerja keras untuk membuat kunjungan ini dilakukan.
Saya telah datang, terutama untuk berdoa bersama komunitas katolik yang kecil, namun tetap teguh, untuk menguatkan mereka dalam iman mereka, dan untuk mendorong mereka dalam usaha mereka untuk berkontribusi demi kebaikan bangsa.
Saya sangat bersyukur bahwa kunjungan saya dilakukan segera setelah membangun hubungan diplomatik formal antara Myanmar dan Takhta Suci. Saya ingin melihat keputusan ini sebagai pertanda komitmen bangsa ini untuk terus melakukan dialog dan kerja sama yang konstruktif dalam masyarakat Internasional yang lebih besar, walaupun mereka berusaha memperbaharui struktur masyarakat sipil.
Saya juga ingin kunjungan saya untuk merangkul seluruh penduduk Myanmar dan memberikan dorongan kepada semua orang yang sedang bekerja untuk membangun tatanan sosial yang adil, rekonsiliatif dan inklusif.

SILAHTURAHMI KAPOLRES BANTENG DENGAN TOKOH-TOKOH MASYARAKAT