Rabu, 28 Juni 2017

HINDARI KEBIASAAN BURUK SETELAH MAKAN

Setiap orang pasti ingin dirinya sehat. Untuk mendapatkan kesehatan tubuh yang baik, orang perlu memperhatikan pola hidup, jenis makanan serta pola makan. Salah satu hal yang harus diperhatikan terkait dengan tubuh adalah kesehatan pencernaan. Jika alat pencernaan rusak, maka akan menyebabkan makanan tidak bisa dicerna dengan baik, dan berdampak pada tergangunya kesehatan tubuh lainnya.
Oleh karena itu, perlu diperhatikan kebiasan hidup, khususnya kebiasaan sesudah makan. Ada beberapa hal yang harus dihindari setelah makan, yaitu:
1. Berenang. Sering terjadi, di saat rekreasi di pantai atau di tempat-tempat rekreasi yang mempunyai kolam renang, ada kebiasaan orang berenang setelah makan. Lebih parah lagi berenang sambil makan. Secara medis hal ini dilarang, karena terjadi penarikan lebih banyak darah ke saluran cerna untuk membantu mencerna makanan. Berenang bisa membuat kram ringan pada perut. Jika ingin berenang, tunggulah setidaknya 30 menit sesudah makan.
2. Mandi. Setelah makan, sangat dianjurkan untuk tidak langsung mandi, apalagi makan sambil mandi. Dasar pertimbangannya adalah aliran darah banyak terkumpul di saluran pencernaan setelah makan. Saat mandi, tubuh menjadi dingin dan hal ini tidak membantu makanan tercerna dengan baik.
3. Tidur. Pada umumnya setelah makan, apalagi bila makan sampai kekeyangan, bawaannya adalah ngantuk. Dan bila sudah ngantuk, bawaannya ingin tidur. Inilah kebiasaan kebanyakan orang. Akan tetapi, kebiasaan ini harus dihilangkan. Sebab jika langsung berbaring setelah makan, bisa meningkatkan tekanan pada diagrafma dan menyebabkan radang usus. Jadi, jangan tidur setelah makan, atau juga jangan makan waktu tidur.
4. Jalan kaki. Ada orang berpendapat bahwa jalan kaki setelah makan dapat membantu proses pencernaan makanan. Pendapat ini keliru, sebab jalan kaki sesudah makan bisa menyebabkan refluks asam dalam sistem pencernaan. Selain itu jalan kaki mampu mencegah penyerapan nutrisi dari makanan.
5. Minum teh. Kebiasaan umum di daerah Melayu adalah minum teh setelah makan. Kebiasaan ini mempunyai efek buruk pada sistem pencernaan. Teh membuat tubuh tidak bisa menyerap zat besi dari makanan. Asam dalam teh juga akan menggangu penyerapan protein dalam makanan. Oleh karena itu, jangan minum teh setelah makan.
Demikianlah lima aktivitas yang tidak boleh dilakukan setelah makan. Kelimanya sangat sederhana, tidak berat alias sangat ringan untuk dilaksanakan. Menjadi persoalan adalah apakah orang bisa dan mau melakukannya, mengingat kelimanya sudah menjadi kebiasaan. Adalah sangat sulit mengubah suatu kebiasaan.
Akan tetapi, demi suatu motivasi kesehatan diri pastilah bisa diterapkan dalam hidup, meski tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kesehatan itu sebenarnya mudah dan murah, pengobatan demi mendapatkan kesehatan itulah yang mahal.
edited by: adrian, dari Merdeka Sehat

Senin, 26 Juni 2017

PAUS FRANSISKUS: ORANG KRISTEN DIPANGGIL UNTUK MENABURKAN HARAPAN

Orang-orang kristen dipanggil untuk menjadi penabur harapan, menghibur dan membela orang miskin dan siapa saja yang membutuhkan, demikian ungkap Paus Fransiskus pada audensi umum mingguan (31 Mei 2017). Saat orang kristen bersiap untuk merayakan hari raya Pentakosta, Paus Fransiskus berbicara tentang kuasa Roh Kudus untuk menguatkan harapan orang-orang yang percaya dan untuk mengutus mereka supaya menanamkan harapan bagi sesama.
“Menabur kepahitan atau kebingungan, bukan ciri khas orang kristen, dan jika kalian melakukan ini, kalian bukan orang kristen,” tutur Paus Fransiskus kepada para audiens. “Taburkanlah harapan. Sebarkan minyak harapan, percikkan keharuman harapan dan bukan cuka kepahitan dan keputusasaan.”
Memiliki banyak harapan, kata Paus Fransiskus, berarti tidak hanya berharap bahwa ketika kehidupan selesai seseorang akan bersama Tuhan. Ini juga berarti memiliki kekuatan hari ini untuk terus berharap “bahkan ketika hanya ada sedikit alasan untuk berharap.”.
“Harapan sesungguhnya adalah seperti berlayar,” tutur Paus Fransiskus. “Harapan mengumpulkan hembusan Roh dan mengubahnya menjadi kekuatan pendorong yang mendorong kapal ke laut atau ke pantai tergantung pada keadaan.”
Paus Fransiskus mengatakan “Ini mendorong kita untuk maju, selalu maju. Roh Kudus membuat kita merasa seperti peziarah dan orang asing dan tidak membiarkan kita duduk kembali dan menjadi orang yang tidak bergerak.
Yesus menjanjikan Roh Kudus kepada para murid-Nya, yang memberikan mereka penghiburan dan pembebasan dan mereka yang telah diberkati dengan karunia Roh Kudus pada gilirannya dipanggil untuk menghibur dan membela yang lain. Karena itu, berikan penghiburan dan pembelaan seperti yang dilakukan oleh Roh Kudus bagi tiap-tiap orang, tegas Paus Fransiskus.
“Kita harus berbuat yang sama untuk yang paling membutuhkan, yang dibuang, dan mereka yang paling menderita. Hidup dan belalah mereka,” jelas Paus Fransiskus.
sumber: UCAN Indonesia

Sabtu, 24 Juni 2017

Renungan Hari Minggu Biasa XII - Thn A

Renungan Hari Minggu Biasa XII, Thn A/I
Bac I    Yer 20: 10 – 13; Bac II    Rom 5: 12 – 15;
Injil    Mat10: 26 – 33;
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak takut. Nabi Yeremia, dalam bacaan pertama, pertama-tama mengungkapkan rencana busuk lawan-lawannya yang tak suka akan pewartaannya. Berhadapan dengan situasi tersebut, secara manusiawi pasti akan merasa takut atau gentar. Akan tetapi, Yeremia sama sekali tidak merasakan ketakutan. Dasarnya adalah “Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.” (ay. 11). Karena itulah, Yeremia, mengatas-namakan orang-orang tertindas, berseru “Pujilah Tuhan! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.” (ay. 13).
Paulus, dalam bacaan kedua juga, secara implisit menyerukan ajakan untuk tidak perlu takut, khususnya terkait dengan dosa yang membawa maut. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus awalnya menjelaskan tentang dosa yang masuk ke dunia oleh satu orang (ay. 12), yang menyebabkan “semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut.” (ay. 15). Akan tetapi, Paulus juga menegaskan bahwa umat tak perlu merasa takut, karena Allah telah membebaskan manusia dari kuasa maut itu lewat satu orang, yaitu Yesus Kristus.
Dalam Injil, Yesus dengan tegas menyuarakan “janganlah kamu takut.” (ay. 26). Seruan jangan takut ini dikaitkan dengan ajakan untuk menyuarakan kebenaran; tak jauh berbeda dengan misi Nabi Yeremia yang diminta untuk mewartakan pesan Allah. Kebenaran yang dimaksud Tuhan Yesus, yang harus diwartakan, adalah supaya orang mengakui Yesus Kristus. Mengakui di sini berarti juga percaya atau beriman pada-Nya.
Sabda Tuhan hari ini pertama-tama mau menyadarkan kita bahwa sebagai orang kristen, kita mempunyai misi mewartakan kebenaran, yaitu betapa besar kasih Allah akan manusia ini sehingga Ia mengutus Yesus Kristus ke dunia untuk menyelamatkannya. Keselamatan itu ada pada Yesus Kristus. Orang yang percaya pasti selamat. Pastilah karena pewartaan ini orang kristen akan mendapat tantangan. Mereka akan diejek, dimusuhi bahkan dianiaya dan dibunuh. Untuk itulah, melalui sabda-Nya ini, Tuhan meneguhkan kita untuk tidak merasa gentar. Teruslah mewarta.

by: adrian