Rabu, 26 Oktober 2016

Orang Kudus 25 Oktober: St. Yohanes Stone

SANTO YOHANES STONE, MARTIR
Yohanes Stone adalah seorang biarawan Agustinian di Canterbury, Inggris. Saat Raja Henry VII mengangkat dirinya menjadi pemimpin Gereja di Inggris pada tahun 1538, banyak biarawan yang memberikan pengakuan terhadap Raja Henry sebagai kepala Gereja di Inggris, termasuk para biarawan Agustinian. Akan tetapi, Yohanes menolak mengakui Raja Henry sebagai kepala Gereja di Inggris sehingga ia ditahan.
Pada tahun 1539 Yohanes diadili dan dijatuhi hukuman mati karena tuduhan pengkhianatan. Yohanes Stone meninggal dunia pada 27 Desember 1539 di Dane John, Inggris. Pada 9 Desember 1886 ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII, dan pada 25 Oktober 1970 dikanonisasi oleh Paus Paulus VI.
Baca juga orang kudus hari ini:

Senin, 24 Oktober 2016

MENGENALKAN EMOSI, ANAK BISA BEREMPATI

Setiap anak perlu diajari mengenali emosi sejak dini. Psikolog Saskia Rosita Pangabean mengatakan bahwa dengan mengenali emosi sendiri, anak pun bisa lebih berempati pada orang lain. “Kalau anak tahu saat dia sedih itu karena begini, begitu, rasanya begini, jadi dia mengerti emosi orang lain juga saat sedih. Jadi, bisa berempati,” ujar Rosita.
Senang, sedih, marah dan takut merupakan empat emosi dasar yang harus dikenali anak sejak dini. Pengenalan macam-macam emosi bisa dimulai pada usia 2 – 3 tahun. Ini menjadi tugas orangtua di rumah. Orangtua harus mengenalkan empat emosi dasar tersebut kepada anak. Kemudian, seiring bertambahnya usia, ajari anak mengidentifikasi emosi dan bagaimana cara mengatasinya atau mengungkapkannya secara positip.
Ketika marah, anak harus sadar bahwa ia sedang marah. Anak juga harus tahu alasan ia marah dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan begitu, anak bisa mengontrol emosinya tanpa menyakiti perasaan orang lain. “Kalau anak enggak bisa ngenalin emosinya, dia bisa tantrum atau marah-marah sama ibunya, teman-temannya,” jelas Rosita.
Demikian pula dengan emosi lainnya. Ketika anak pada emosi tersebut, orangtua harus mengokumunikasikannya dengan anak, kenapa emosi itu muncul dan jelaskan juga baik buruknya. Orangtua juga hendaknya dapat membuat pembedaan emosi pada anaknya.
Sayangnya, pengenalan emosi pada anak belum menjadi kebiasaan banyak orangtua. Padahal, pengenalan emosi sangat penting. Menurut Rosita, setidaknya anak-anak sudah menguasai empat emosi dasar sebelum masuk usia sekolah. Dengan mengenal emosi, anak bisa bersosialisasi dengan baik kepada teman-temannya di sekolah.
Anak akan memiliki kecerdasan emosional yang baik, bisa berempati, lebih peka dan memiliki kepedulian. Jadi, anak jangan hanya diberikan kecerdasan intelektual saja, tetapi juga kecerdasan emosional.
sumber: Kompas Health
Baca juga tulisan lain:
Membantu Pertumbuhan Moralitas Anak

Minggu, 23 Oktober 2016

Orang Kudus 23 Oktober: St. Yohanes Bono

BEATO YOHANES BONO, PENGAKU IMAN
Yohanes Bono lahir pada tahun 1168 di Mantua, Italia. Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih kecil. Ketika Yohanes masih berusia 14 tahun, ia pergi meninggalkan ibunya. Suatu ketika ia terserang penyakit parah yang membuatnya merefleksikan cara hidupnya selama ini dan berjanji untuk mengubah hidupnya jika ia disembuhkan.
Setelah sembuh Yohanes memilih menjadi seorang petapa di Bertinoro, sebelum ia pindah ke Butriolo. Hidupnya hanya diperuntukkan untuk pertobatan dengan berdoa, berpuasa dan bermati raga. Banyak orang tertarik dengan cara hidupnya dan menjadi muridnya. Ordo Butriolo didirikan untuk menghimpun para pengikutnya. Karena tidak memiliki aturan, maka Gereja memberikan aturan Agustinian untuk diikuti ordo ini. Sampai pada tahun 1256 ordo ini bergabung dengan Ordo St. Agustinus.
Pada bulan Oktober 1249 Yohanes pergi bersama dengan dua orang muridnya ke Mantua. Yohanes Bono meninggal dunia pada 16 Oktober 1249 di Mantua, Italia. Pada tahun 1483 ia dibeatifikasi oleh Paus Sixtus IV.
Baca juga orang kudus hari ini: