Jumat, 02 September 2016

Orang Kudus 2 September: St. Severinus Girault

BEATO SEVERINUS GIRAULT, MARTIR
Orang kudus ini memiliki nama asli Georges Girault. Nama Severinus didapat setelah ia bergabung dengan Ordo Regular St. Fransiskus. Severinus dilahirkan pada 14 Januari 1728 di Rouen, Perancis. Severinus bergabung dengan Ordo Fransiskan, dan mengikrarkan kaulnya pada 8 Agustus 1750. Severinus ditahbiskan menjadi imam dan sempat menjabat pada jabatan penting di ordonya. Tidak diketahui kapan Severinus datang ke kota Paris, tetapi ia bertugas menjadi imam bagi komunitas biarawati St. Elisabeth di Paris.
Saat terjadi Revolusi Perancis Severinus memilih untuk tetap melayani para biarawati itu. Ia juga dengan tegas menolak sumpah setia kepada negara. Severinus  memilih untuk setia kepada Gereja. Hal ini membuatnya ditahan pada sebuah biara Karmel. Di sinilah ia berkenalan dengan Yohanes Fransiskus Burte.
Severinus Girault meninggal dunia sebagai martir pada 2 September 1792 di Hotel des Carmes, Paris, Perancis, setelah rumah tahanannya diserbu dan para rohaniwan yang menjadi tahanannya dibunuh. Pada 17 Oktober 1926 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, bersamaan dengan Yohanes Fransiskus Burte.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 2 September: St. Apolinaris Morel

BEATO APOLINARIS MOREL, MARTIR
Apolinaris Morel dilahirkan pada 12 Juni 1739 di Prez-vers-Noreaz, Fribourg, Swiss. Ia adalah putera dari Jean Morel dan Marie Elizabeth Maitre. Sebelum Apolinaris dilahirkan, ayahnya meninggalkan ibunya dan saudara-saudaranya. Ia kemudian dirawat oleh pamannya, yang juga seorang imam. Apolinaris memperoleh pendidikan di Kolese Yesuit di Frigourg. Apolinaris memiliki banyak prestasi dan banyak yang memperkirakan ia  akan menjadi seorang Yesuit. Namun Apolinaris memutusan untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan Kapusin di Zug pada tahun 1762.
Apolinaris ditahbiskan sebagai imam pada 22 September 1764 di Bulle. Setelah itu ia pergi ke Lucerne untuk belajar teologi. Pada tahun 1769, setelah menyelesaikan pendidikannya, Apolinaris menjadi seorang pengkotbah di Swiss. Tahun 1774 Apolinaris mengajar di rumah studi teologi Kapusin di Fribourg. Setelah 6 tahun mengajar, Apolinaris ditunjuk sebagai vikaris persaudaraan Kapusin di Sion.
Pada tahun 1781 Apolinaris dikirim ke Bulle sampai dengan tahun 1785. Di sana ia bertugas sebagai direktur sebuah sekolah. Tiga tahun kemudian Apolinaris mendapat tugas menjadi misionaris ke Syria. Untuk itu ia pergi ke Paris untuk mempelajari bahasa Timur Tengah. Di tengah suasana Revolusi Perancis yang mencekam, Apolinaris masih berkarya. Ia memilih untuk setia kepada Gereja, sehingga ia ditahan pada sebuah biara Karmel bersama dengan Petrus Renatus Rogue dan Yohanes Fransiskus Burte. Selama ditahan Apolinaris menguatkan dan menyemangati para biarawan lain yang juga ditahan.
Apolinaris Morel meninggal dunia sebagai martir pada 2 September 1792 di Hotel des Carmes, Paris, Perancis, setelah rumah tahanannya diserbu dan para rohaniwan yang menjadi tahanannya dibunuh. Pada 17 Oktober 1926 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, bersamaan dengan Yohanes Fransiskus Burte dan Petrus Renatus Rogue.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 2 September: St. Yohanes Fransiskus Burte

BEATO YOHANES FRANSISKUS BURTE, MARTIR
Yohanes Fransiskus Burte dilahirkan di Rambervillers, Loraine. Ia bergabung dengan para Fransiskan di Nancy, dan mengikrarkan kaul meriahnya. Yohanes ditahbiskan menjadi imam dan berkarya di tengah ordonya sebagai pengajar teologi. Sempat juga dia memimpin biara. Atas perintah Paus Klemen XIV, provinsi dimana Yohanes berada bergabung dengan Provinsi Ordo Fransiskan Konventual. Yohanes kemudian ditugaskan menjadi kepala biara di Paris.
Saat terjadi Revolusi Perancis Yohanes memilih untuk tetap setia kepada Gereja. Ia dengan tegas menolak sumpah setia kepada negara. Hal ini membuatnya ditahan pada sebuah biara Karmel. Yohanes Fransiskus Burte meninggal dunia sebagai martir pada 2 September 1792 di Hotel des Carmes, Paris, Perancis, setelah rumah tahanannya diserbu dan para rohaniwan yang menjadi tahanannya dibunuh. Pada 17 Oktober 1926 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI.
Baca juga orang kudus hari ini: