Jumat, 17 Juni 2016

Jika Bisa Buat Sendiri, Kenapa Harus Beli?

MEMBUAT MINYAK BIODISEL DARI BIJI-BIJIAN
Minyak sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Dengan minyak manusia dapat menggerakkan mesin sehingga ia bisa bepergian atau melakukan aktifitas lainnya. Di saat listrik mati, orang masih bisa memperoleh penerangan dengan menggunakan minyak.
Selama ini manusia hanya mengandalkan minyal berbahan baku fosil. Manusia tidak tahu bahwa ketersediaan minyak berbahan baku fosil ini sudah kian menyusut. Cepat atau lambat ketersediaan bahan itu akan habis. Di samping itu penggunaan minyak berbahan baku fosil dapat berdampak buruk bagi lingkungan, salah satunya adalah efek gas rumah kaca.
Oleh karena itu, sudah saatnya manusia beralih kepada penggunaan minyak berbahan baku non-fosil. Ada banyak bahan dapat dijadikan minyak yang dapat menunjang kehidupan manusia. Misalnya, plastik. Dengan menggunakan plastik sebagai bahan baku minyak, kita secara tidak langsung sudah turut membantu mengurangi tingkat pencemaran lingkungan.
Berikut ini akan disajikan dua bahan baku minyak yang berasal dari biji tumbuh-tumbuhan, yaitu biji jarak dan biji karet.
1.    Biji Jarak Pagar
Caranya: siapkan biji jarak pagar yang sudah dikeringkan. Proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan menjemur biji tersebut di bawah matahari selama kurang lebih 2 – 3 hari. Setelah itu pecahkan biji itu untuk memisahkan antara daging dan cangkangnya. Kemudian daging biji jarak digiling dan diperas. (Kalau malas memisahkan daging dari cangkang, biji jarak dapat langsung digiling dan diperas). Hasil perasan ini dapat digunakan sebagai bahan pengganti solar; bisa juga untuk keperluan kompor. Sekedar diketahui, 3 kg biji jarak pagar dapat menghasilkan 1 liter minyak jarak.
Di atas merupakan cara tradisional. Bisa dikatakan bahwa minyak di atas masih bersifat kotor, karena masih tercampur dengan getah dan senyawa lainnya. Untuk mendapat hasil yang lebih baik, minyak olahan pertama diendapkan semalam, lalu dilakukan proses degumming, yaitu proses pemisahan getah atau lendir tanpa mengurangi jumlah asam lemak dalam minyak. Dari sinilah akhirnya menghasilkan minyak murni.
2.    Biji Karet
Pengolahan minyak dari biji karet tak jauh berbeda dengan biji jarak pagar. Yang sedikit membedakannya adalah bahwa biji karet tidak perlu dijemur. Bila perlu biji karet tidak perlu tertahan lama hingga 2 – 3 hari. Hal ini justru dapat mengurangi kadar minyaknya. Caranya sama seperti mengolah biji jarak pagar. Ambil daging biji karet (kernel) lalu diperas dalam ekspeler hingga menghasilkan minyak biji karet. Untuk mendapatkan minyak biji karet yang murni, hasil pertama harus melalui proses degumming.
Demikianlah dua biji yang dapat diolah menjadi minyak. Sebenarnya masih ada beberapa biji lain lagi yang juga dapat diolah menjadi minyak biodiesel. Misalnya seperti biji alpukat.
Jika diperhatikan, ternyata Tuhan menyediakan banyak sarana dan cara bagi manusia. Semuanya tinggal bagaimana manusia mau memanfaatkannya. Sarana ini sebenarnya mudah didapat, namun niat baik manusia untuk memanfaatkannya masih lemah. Apakah kita menunggu minyak berbahan dasar fosil habis dulu baru kita sibuk mencari alternatif?
Pangkalpinang, 10 Juni 2016
by: adrian, dari berbagai sumber
Baca juga tulisan lain:

Kamis, 16 Juni 2016

Menemukan Pakaian Adam

Aleks adalah siswa SD kelas 1. Setiap hari Minggu ia selalu hadir Sekolah Minggu, karena ia suka dengan cerita-cerita Kitab Suci, seperti kisah penciptaan, Adam dan Hawa, Kain dan Abel, dll. Suatu hari Aleks menemukan sebuah Kitab Suci yang sangat besar dan terkesan tua milik keluarganya.
Karena penasaran, Aleks membuka lembaran demi lembaran. Tiba-tiba sesuatu jatuh dari lembaran Kitab Suci itu. Aleks memungut dan melihatnya. Ternyata selembar daun kering yang terjepit di antara lembaran Kitab Suci tadi. Segera Aleks menunjukkan itu kepada bapaknya.
“Pak, lihat apa yang saya temukan,” ujar Aleks agak teriak.
“Apa yang kamu temukan?” tanya bapaknya
“Saya pikir ini adalah pakaian Adam!” jelasnya dengan semangat.
edited by: adrian
Baca juga humor lainnya:

Rabu, 15 Juni 2016

Orang Kudus 15 Juni: St. Vladimir

SANTO VLADIMIR, PENGAKU IMAN
Vladimir adalah pangeran Kristen pertama dari Negara Kiev, Rusia Selatan (Slavia Timur). Ia adalah raja dengan gelar Vladimir I. ia memerintah dari tahun 980 – 1015. Cucu Santa Olga ini dihormati sebagai santo pelindung Rusia. Ia lahir di Kiev kira-kira pada tahun 956. Semenjak masa kecilnya, ia dididik dan dibesarkan dalam lingkungan dan adat istiadat kafir. Olga, neneknya, terus menerus mempengaruhi dia agar menjadi Kristen.
Sepeninggal ayahnya, Pangeran Sviatoslav dari Kiev (964 – 972), Vladimir terlibat dalam pertikaian hebat dengan kedua adiknya laki-laki untuk memperebutkan hak kepemimpinan atas Negara Kiev. Pada tahun 980 ia mengambil alih ibukota Kiev, dan memaksakan kekuasaannya pada kedua saudaranya. Pada waktu itu ia tampil sebagai seorang penantang keras misionaris-misionaris Kristen pertama yang menyusup masuk ke dalam wilayah Kiev dari Bulgaria, sebuah Negara Kristen Slavia lainnya. Namun perlakuannya yang kejam terhadap para misionaris itu beakhir tatkala pada tahun 988 ia menikah dengan Anna yang beragama Kristen. Anna adalah puteri Raja Basilius II dari Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Atas tuntutan Anna, Vladimir bersedia dipermandikan menjadi Kristen.
Semenjak itu ia memusatkan perhatiannya pada usaha mengkristenkan seluruh rakyat dan mendirikan gereja-gereja, antara lain Katedral Tiches di Kiev. Untuk maksud luhur ini ia mendatangkan banyak rahib dari Yunani. Di atas semuanya itu ia berusaha mempertemukan kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum Negara Kiev, Rusia. Ia menciptakan kesatuan politis di seluruh negeri dengan mengangkat 12 puteranya menjadi gubernur di berbagai wilayah kerajaan.
Vladimir meninggal dunia pada 15 Juli 1015 di Berestovoe, Rusia. Dua orang puteranya, yaitu Boris (atau Romanus) dan Gleb (atau David) dibunuh sebagai martir pada waktu terjadi pemberontakan dari orang-orang kafir.
sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini: