Senin, 09 Mei 2016

Orang Kudus 9 Mei: St. Maria Katarina

BEATA MARIA KATARINA, PENGAKU IMAN
Katarina de Longpre lahir pada 3 Mei 1632 di Saint Sauveur le Vicomte, Perancis. Katarina memperoleh pendidikan yang sangat baik. Melalui saran dari St. Yohanes Eudes, Katarina bergabung dengan Kongregasi Biarawati Agustinian Hospitaller Kerahiman dari Yesus pada tahun 1644. Katarina kemudian mengganti namanya menjadi Maria Katarina, ketika memasuki masa novisiat.
Katarina mengajukan diri untuk bermisi ke Quebec, Kanada. Hal ini mendapat tentangan dari keluarganya. Akan tetapi Katarina tetap pergi, dan tiba di Quebec pada tahun 1648. Setelah itu, keluarganya mulai dapat menerima keputusan Katarina. Di Quebec Katarina merawat orang-orang miskin, menderita, sakit dan kelaparan. Masa-masa kekeringan rohani sempat juga ia alami, tetapi ia berhasil melewatinya.
Maria Katarina meninggal dunia pada 8 Mei 1668 di Quebec, Kanada. Pada 23 April 1989 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 9 Mei: St. Gregorius Preca

SANTO GREGORIUS PRECA, PENGAKU IMAN
Gregorius Preca lahir pada 12 Februari 1880 di Valletta, Malta. Ia adalah putera dari Vicenzo Preca, seorang pedagang dan juga petugas kesehatan, dan Natalia Ceravolo. Gregorius dibaptis pada 18 Februari 1880. Pada tahun 1888 keluarganya pindah ke Flamrun.
Gregorius memperoleh pendidikan di Lyceum dan melanjutkan pendidikannya di Seminari Tinggi di Malta. Dalam masa formasi, Gregorius hampir meninggal dunia karena menderita penyakit yang parah. Terinspirasi dari bapa pengakuannya, Gregorius mulai merencanakan untuk membentuk sebuah komunitas Diakon Permanen. Ia mulai menulis aturan-aturan dalam bahasa Latin.
Pada saat yang hampir sama, Gregorius bertemu dengan sekelompok orang muda di Flamrun, dan mengundang mereka untuk melakukan pertemuan rohani. Pada 22 Desember 1906 Gregorius ditahbiskan oleh Uskup Pietro Pace. Gregorius melanjutkan pembinaan terhadap kelompok orang muda, yang kemudian dikenal dengan nama Sicietas Doctrinae Christianae. Kelompok ini dipimpin oleh Eugenio Borg, dan pada tahun 1910 kelompok perempuan terbentuk yang dipimpin oleh Giannina Cutajar. Kelompok ini memiliki motto yang berasal dari sebuah ejekan: MUSEUM (Magister Utinam Sequatur Evangelium Universus Mundus).
Masa-masa buruk dialami kelompok Gregorius pada tahun 1909, ketika ia diminta menutup kelompoknya. Akan tetapi Gregorius mendapat dukungan dari pastor paroki dan Vikaris Jenderal. Pada tahun 1916 Uskup Mauro Caruana melakukan penyelidikan, dan pada akhirnya memberikan pengakuan pada 12 April 1932.
Pada tahun 1910 Gregorius mengalami penglihatan akan Kanak-kanak Yesus yang ia jumpai dalam suatu pagi. Pada 21 Juli 1918 Gregorius bergabung dengan Ordo Ketiga Karmel, dan pada tahun 1919 ia mengambil nama Franco. Gregorius sangat berdevosi kepada peristiwa inkarnasi. Ia dianugerahi gelar monsignor oleh Paus Pius XII pada 2 Oktober 1952.
Pada tahun 1957 Gregorius menyusun 5 Peristiwa Cahaya yang kemudian diperkenalkan oleh Paus Yohanes Paulus II. Selama hidupnya Gregorius banyak menulis buku mengenai dogma, moral dan spiritualitas. Gregorius Preca meninggal dunia pada 26 Juli 1962 di Santa Venera, Malta. Pada 9 Mei 2001 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II, dan pada 3 Juni 2007 ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI.
Baca juga orang kudus hari ini:

Minggu, 08 Mei 2016

Orang Kudus 8 Mei: St. Magdalena Kanossa

SANTA MAGDALENA KANOSSA, PENGAKU IMAN
Magdalena Kanossa lahir pada 1 Maret 1774 di Verona, Venezia, Italia. Ia adalah puteri dari Octavius Canossa, seorang bangsawan di Verona, dan Maria Terese Szluha. Magdalena kehilangan ayahnya, yang meninggal dunia pada tahun 1779, sementara ibunya, yang menikah kembali, pergi meninggalkan rumah mereka di istana Kanossa.
Magdalena merasa terpanggil untuk hidup religious dengan menjadi biarawati pendoa. Ia mencoba untuk bergabung dengan Ordo Karmel, tetapi dua kali ia ditolak sehingga ia menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana lain pada dirinya. Magdalena kembali ke istana Kanossa, sementara kondisi di Verona cukup kacau akibat pengaruh dari Revolusi Perancis.
Dampak dari pecahnya Revolusi Perancis, Magdalena memulai karyanya dengan membantu orang-orang sakit dan kemudian menampung anak-anak perempuan miskin di rumahnya. Beberapa orang kemudian mengikuti dan membantu karya Magdalena.
Pada tahun 1808 Magdalena memutuskan untuk meninggalkan istana Kanossa dan memulai hidup baru di daerah yang sangat miskin di San Zeno bersama beberapa orang. Magdalena kemudian menamakan komunitasnya dengan nama Puteri-puteri CInta Kasih. Magdalena kemudian menyabarkan karyanya ke Venezia, Milan, Bergamo dan Trente.
Kongregasinya mendapat pengakuan dari Paus Leo XII pada 23 Desember 1828. Magdalena juga kemudian mendirikan Kongregasi Putera-putera Cinta Kasih, yang dimulai pada 23 Mei 1831 di Venezia. Kedua kongregasinya dikenal dengan nama Canossian.
Magdalena Kanossa meninggal dunia pada 10 April 1835 di Verona, Italia. Pada 8 Desember 1941 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII, dan pada 2 Oktober 1988 ia dikanonisasi oleh Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini: