Jumat, 22 April 2016

Orang Kudus 22 April: St. Yosef Moscati

SANTO YOSEF MOSCATI, PENGAKU IMAN
Tak banyak yang dapat diketahui mengenai orang kudus ini. Yosef lahir pada tahun 1880. Ia kemudian menjadi dokter yang berhasil menyelamatkan banyak penderita sakit jiwa dari bahaya letusan gunung api di Vesuvio, Italia. Ia kemudian menjadi seorang ahli riset dan mahaguru kedokteran di Universitas Napoli sambil tetap membantu orang-orang miskin dan terlantar dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, ia mempunyai pengaruh besar di kalangan umat sebagai rasul awam yang terpelajar dan rendah hati. Yosef meninggal dunia pada tahun 1927.
sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 22 April: St. Maria Gabriella

BEATA MARIA GABRIELLA, PENGAKU IMAN
Maria Sagheddu lahir pada 17 Maret 1914 di Dorgali, Sardina, Italia. Ketika masih kecil Maria dikenal sebagai anak yang keras kepala, kritis, suka memprotes, tatapi ia juga taat dan setia. Maria dapat menolak permintaan, tetapi kemudian ia menjalankannya juga.
Ketika beranjak dewasa, Maria menjadi semakin lembut, dan tingkat kemarahannya berkurang. Maria mulai terlibat dalam doa serta pelayanan, dan bergabung dengan Azione Cattolic, sebuah kelompok orang muda katolik.
Pada usia 21 tahun Maria memutuskan untuk bergabung dengan biara Trappist di Grottaferrata. Ketika dalam masa novisiat Maria cemas akan kemungkinan ia dipindahkan. Maria mengikrarkan kaulnya, dan memperoleh nama baru: Maria Gabriella. Saat Abdis biara meminta doa bagi persatuan umat Kristen, Maria berdoa dan mempersembahkan dirinya. Maria yang sebelumnya sehat, tiba-tiba saja terserang tuberculosis.
Maria Gabriella meninggal dunia pada 23 April 1939 di Biara Trappist di Grottaferrata, Roma, Italia. Pada 25 Januari 1983 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Rabu, 20 April 2016

Mau Masuk Sorga? Islamkanlah Orang Kafir !!!

MENGISLAMKAN ORANG KAFIR: TIKET MUDAH KE SORGA
Tujuan akhir hidup umat beragama adalah sorga. Tak ada satu orang yang dapat menggambarkan bagaimana keadaan dan situasi di sorga itu. Yang jelas di sana hanya ada kebahagiaan dan sukacita. Gambaran ini sangat kontras dengan neraka, sebagai bentuk lawan dari sorga. Setiap orang selalu menghindari neraka dan hanya inginkan sorga.
Bagaimana orang dapat sampai ke sorga? Tiap-tiap agama punya caranya sendiri. Dalam islam, salah satu cara untuk masuk sorga adalah dengan mengajak orang-orang kafir meninggalkan iman kepercayaannya sebelumnya dan masuk menjadi islam. Dengan kata lain, menjadi mualaf. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad. Sang nabi pernah bersabda, “Siapa yang dapat mengislamkan orang dengan usahanya, maka pastilah ia masuk ke dalam sorga.” (At-Tabrani).
Bunyi hadits At-Tabrani didasarkan langsung pada kata-kata Nabi Muhammad sendiri. Dan untuk masuk sorga merupakan suatu kepastian (“pastilah…”), jika orang berhasil membuat orang kafir masuk islam. Dikatakan orang kafir, karena dalam islam yang bukan islam disebut dengan istilah kafir. Untuk orang-orang Kristen gelar ini didapat karena iman mereka akan keallahan Yesus dan soal konsep trinitas (QS al-Maidah: 72 dan 73).
Dengan membaca hadits ini orang tentu akan berpikir bahwa orang islam pasti masuk sorga dengan mengislamkan orang lain. Tak peduli berapa banyak uang yang dikorupsinya, berapa banyak orang yang dibunuhnya atau berapa besar kejahatan yang telah dilakukannya. Yang penting sudah mengislamkan orang lain (walaupun hanya satu orang), ia pasti masuk sorga.
Karena itu, wajar saja bila memperhatikan banyak orang islam berjuang mengislamkan orang lain. Kita masih ingat beberapa pemain sepak bola di Indonesia yang kemudian masuk islam. Di Kepulauan Lingga, orang Kristen dapat memperoleh jabatan di pemerintahan jika mau pindah agama menjadi islam. Seorang guru mengajar di sebuah pulau terpencil jauh dari keluarganya (anak dan istri). Ia dapat pindah tugas di tempat keluarganya berada jika ia mau masuk islam.