Sabtu, 30 Januari 2016

Orang Kudus 30 Januari: St. Bronislaus Markiewicz

BEATO BRONISLAUS MARKIEWICZ, PENGAKU IMAN
Bronislaus Bonaventura Markiewicz lahir pada 13 Juli 1842 di Pruchnik, Galizia, Polandia. Ia adalah putera dari John Markiewicz dan Marianna Gryziecka. Bronislaus memperoleh pendidikan Kristen yang kuat dari keluarganya, dan pada saat ia bersekolah, ia juga memperoleh pengalaman terhadap gelombang anti-agama pada saat bersekolah di Przemysl. Bronislaus kemudian memutuskan untuk measuk seminari tinggi di Przemysl pada tahun 1863, dan pada 15 September 1867 ia ditahbiskan menjadi imam.
Bronislaus berkarya di Paroki Harta dan melanjutkan pendidikan di Universitas Leopoli dan Cracow. Pada tahun 1875 ia menjadi pastor di Gac, kemudian pada tahun 1877 ia menjadi pastor di Blazowa. Tahun 1882 ia menjadi pengajar teologi pastoral di seminari tinggi Przemysl. Bronislaus senang berkarya dengan mengajar iman kepada para tahanan, dan menghabiskan waktu dengan orang miskin, terutama orang muda.
Mengikuti panggilan hatinya, Bronislaus pergi ke Italia pada bulan November 1885 dan bergabung dengan Kongregasi Salesian pada 25 Maret 1887. Ia sangat senang ketika ia dapat bertemu dan belajar langsung dari Santo Yohanes Bosko.
Bronislaus sempat menderita penyakit tuberculosis dan hampir meninggal dunia pada tahun 1889. Pada 23 Maret 1892 ia kembali ke Polandia dan berkarya di Miejsce Piastowe, Przemysl. Ia membuka institute bagi anak-anak muda yang miskin maupun yatim piatu.
Pada tahun 1897 Bronislaus mendirikan dua kongregasi dengan spiritualitas Santo Yohanes Bosko. Setelah memperoleh pengakuan dari keuskupan setempat, ia menjadi direktur untuk serikat yang ia namakan “Kesederhanaan dan Bekerja”. Kongregasi ini baru mendapat pengakuan pada tahun 1921 dan 1928 untuk kongregasi perempuan. Kongregasi ini kemudian mengambil nama Kongregasi Santo Mikael Malaikat Agung/Congregatio Sancti Michaelis Arshangeli (CSMA). Pada tahun 1903 Bronislaus membuka rumah baru di Pawlikowice.
Bronislaus Markiewicz meninggal dunia pada 29 Januari 1912 di Miejsce Piastowe, Przemysl, Polandia. Pada 19 Juni 2005 ia dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI, yang diwakili oleh Kardinal Josef Glemp.
Baca juga orang kudus hari ini:

Jumat, 29 Januari 2016

Cara Menipu Nyamuk

Seorang misionaris baru tiba di Tanah Papua. Pengalaman pertama yang membuatnya sedikit menderita adalah soal nyamuk. Maklum, di Eropa, tempat asalnya, tidak pernah ia bersentuhan dengan binatang kecil penghisap darah itu. Malam pertama di tanah misi membuat dia sama sekali tak bisa menikmati tidur malam, karena diserang oleh nyamuk dari segala penjuru.
Namun, karena sudah jatuh cinta dengan Tanah Papua dan penduduknya, maka misionaris ini berusaha untuk mengatasi persoalannya. Berbagai cara sudah dilakukannya, sampai akhirnya ia menemukan suatu gagasan.
Pada malam sebelum tidur, misionaris ini menyelimuti bantal gulingnya menyerupai tubuh manusia yang berselimut. Dan ketika hendak tidur, ia cepat-cepat masuk ke kolong tempat tidur sambil berkata, “A ha…, nyamuk-nyamuk itu kena tipu!!!”
edited by: adrian, dari cerita Polly Pape
Baca juga humor lainnya:
Air Menjadi Anggur

Kamis, 28 Januari 2016

Orang Kudus 28 Januari: St. Manfredus

SANTO MANFREDUS, PENGAKU IMAN
Informasi mengenai orang kudus ini sangat terbatas. Yang pasti Manfredus hidup pada abad XV. Sejak masa muda, Manfredus gemar membaca riwayat hidup para petapa dan rahib, sehingga sesudah ditahbiskan menjadi imam, dengan berkat uskupnya ia menjadi petapa di sebuah gua di pegunungan Alpen. Ia berpuasa keras dan berdoa terus menerus sehingga banyak orang yang meminta didoakan olehnya. Manfredus meninggal dunia pada tahun 1430.
Baca juga orang kudus hari ini: