Selasa, 12 Januari 2016

Orang Kudus 12 Januari: St. Bernardus Corleone

SANTO BERNARDUS CORLEONE, BIARAWAN
Nama aslinya adalah Filippo Latino. Filippo lahir pada 6 Februari 1605 di Corleone, Parlemo, Italia. Ia adalah putera dari Leonardo, yang adalah seorang perajin kulit. Filippo menjadi seorang pembuat sepatu, dan juga dikenal sebagai petarung serta pandai pedang terbaik pada zamannya.
Pada suatu ketika, Filippo melukai Vito Canino dalam sebuah pertarungan. Filippo mencari perlindungan dari hokum dengan bersembunyi di Biara Kapusin di Palermo. Selama bersembunyi, ia benar-benar bertobat. Ia minta maaf kepada Vito Canino, bahkan keduanya menjadi sahabat.
Filippo kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan Kapusin pada 13 Desember 1631 di Caltanissetta, dan mengganti namanya menjadi Bernardus. Selama hidupnya ia sering berpindah biara, di antaranya di Bisacquino, Bivona, Castelvertrano, Burgio, Partinico, Agrigento, Chiusa, Caltabellotta, Polizzi, dan kemungkinan juga di Salemi dan Monreale. Bernardus dikenal dengan usaha tobatnya dari kehidupan masa lalunya. Ia juga diberikan kemampuan menyembuhkan hewan dengan doanya.
Bernardus Corleone meninggal dunia pada 12 Januari 1667 di Palermo, Italia. Pada 15 Mei 1768 ia dibeatifikasi oleh Paus Klemen XIII, dan pada 10 Juni 2001 ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II
Baca juga orang kudus hari ini:

Senin, 11 Januari 2016

Sikap Orang Katolik terhadap Non Katolik

BAGAIMANA ORANG KRISTEN KATOLIK MELIHAT ORANG NON KATOLIK
Ketika Basuki Tjahaya Purnama, atau biasa disapa Ahok, akan menduduki kursi DKI 1, karena Jokowi terpilih jadi presiden, banyak umat islam menolaknya. Bahkan Front Pembela Islam (FPI) membuat dan memilih gubernur tandingan. Akar penolakan ada pada agama Ahok, yaitu Kristen, yang di mata kaum muslim dinilai kafir. Ada ayat dari Al-Quran yang melarang umat islam dipimpin oleh orang kafir.
Pada hari raya Idul Adha 2015 lalu, Ahok ikut berkurban dengan 30 ekor sapi. Sekalipun banyak yang memujinya, namun tak sedikit pula umat muslim mencela dan mengecam. Mereka mengecam karena aksi Ahok itu hanya sekedar pencitraan untuk persiapan pilkada DKI 2017. Mereka mencela kurban Ahok karena kekafirannya. Di mata orang islam, kurban orang kafir tidak ada manfaatnya, karena tidak mendatangkan pahala. Malah FPI menilai bahwa kalau kurban itu mau mendatangkan pahala, Ahok harus masuk islam dulu.
Jadi, kurban Ahok pada momen Idul Adha dipersoalkan karena kekafirannya. Akar kekafirannya itu adalah karena agama yang dianut Ahok, yaitu Kristen.
Tulisan ini bukan mau mempermasalahkan soal jabatan pimpinan atau sumbangan/kurban oleh orang kafir, tetapi soal kekafiran itu sendiri. Tulisan ini lebih menyoroti kenapa orang islam melihat dan menilai orang Kristen itu kafir. Dengan ini sangat diharapkan supaya orang Kristen dapat memahami sikap saudara-saudarinya ini. Selain itu juga, tulisan ini mencoba memaparkan sikap Gereja Katolik terhadap orang non katolik. Apakah orang katolik juga melihat dan menilai orang non katolik itu sebagai orang kafir?
Orang Kristen itu Kafir
Pertanyaan dasarnya adalah kenapa orang muslim memandang orang Kristen itu kafir, padahal keduanya sama-sama termasuk agama samawi? Sebenarnya, bukan cuma orang Kristen saja yang dinilai kafir, tetapi juga semua orang yang bukan islam. Akan tetapi, dalam tulisan ini, kami tidak akan menyinggung sikap agama-agama lain itu, kecuali Kristen. Jadi, fokus perhatiannya adalah kenapa orang Kristen disebut kafir oleh umat islam.
Orang Kristen disebut kafir karena Al-Quran sudah menyebutnya demikian. Bagi umat muslim, Al-Quran adalah pedoman hidup. Al-Quran berisi sabda, wahyu dan perintah Allah. Apalagi ada keyakinan bahwa Al-Quran merupakan kitab yang langsung turun dari sorga. Jadi, kalau Al-Quran sudah mengatakan bahwa orang Kristen adalah kafir, itu berarti Allah sendiri sudah menyatakannya. Dan karena Allah sudah mengatakan demikian, maka umat wajib mengikutinya. Melawan perintah Allah, berarti dosa.

Minggu, 10 Januari 2016

Orang Kudus 10 Januari: St. Gregorius Nyssa

SANTO GREGORIUS NYSSA, USKUP & PUJANGGA GEREJA
Gregorius lahir pada sekitar tahun 335 di Caesarea, Cappadocia. Ia adalah putera dari Basilius Tua dan Emmelia. Gregorius adalah juga cucu dari Santa Makrina tua, dan saudara dari Santa Makrina muda, Santo Basilius Agung dan Petrus Sebastea.
Gregorius memperoleh pendidikan dari Santo Basilius Agung. Kemudian hari ia pergi belajar di Athena, Yunani, dan terpengaruh oleh karya-karya Origenes dan Plato. Ia mempelajari dan ahli dalam bidang retorika. Gregorius menikah dengan Theodosia sebelum memutuskan untuk mengikuti jejak saudara-saudaranya yang mengabdikan hidup mereka bagi Allah.
Gregorius ditahbiskan sebagai imam dan kemudian dipilih sebagai Uskup Nyssa. Sebagai uskup, ia pernah difitnah sampai ia terpaksa meninggalkan takhta keuskupannya karena diturunkan melalui sebuah sinode pada tahun 376, tetapi dua tahun kemudian ia kembali dengan disambut oleh seluruh umatnya. Gregorius adalah seorang pembela dogma Tritunggal Mahakudus, dan melakukan banyak perlawanan baik terhadap ajaran-ajaran sesat yang banyak berkembang pada masa itu, terutama arianisme.
Gregorius banyak menghadiri sinode-sinode dan juga Konsili Konstantinopel pada tahun 381. Setelah konsili ia pergi ke daerah Transjordan sampai Yerusalem, dan dalam perjalanannya ia terus membela dogma Tritunggal. Gregorius Nyssa meninggal dunia tidak lama setelah menghadiri sinode Konstantinopel pada tahun 394.
Baca juga orang kudus hari ini: