Rabu, 23 Desember 2015

Orang Kudus 23 Desember: St. Yohanes Kanty

SANTO YOHANES KANTY, PENGAKU IMAN
Yohanes Kanty lahir di Kety, Oswiecim, Polandia pada 23 Juni 1390. Ia adalah putera dari Stanislaus dan Anne. Yohanes memperoleh pendidikan pertamanya di kota asalnya, kemudian ia dikirim untuk belajar di Universitas Krakow. Yohanes belajar filasafat dan teologi sampai dengan memperoleh gelar doktor. Ia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang imam.
Setelah ditahbiskan dan memperoleh gelar doktornya, Yohanes menjadi dosen pengajar teologi. Kecermelangannya membuat beberapa rekannya iri hati dan dengan berbagai cara berhasil membuat Yohanes dipindahkan. Yohanes kemudian bertugas sebagai pastor paroki di Olkusz. Ada sebuah ketakutan yang dirasakan oleh Yohanes terkait dengan jabatan yang ia jalani.
Setelah beberapa tahun berkarya, Yohanes berhasil menjalin hubungan yang sangat baik dengan umat-umatnya. Ia kemudian dipindahkan kembali ke Krakow untuk mengajar Kitab Suci sampai dengan akhir hidupnya.
Yohanes sangat menaruh perhatian kepada orang-orang miskin. Ia membagikan barang-barang miliknya sampai dengan menyisakan barang-barang yang dibutuhkan Yohanes saja. Selain itu Yohanes juga mau untuk membawa pengemis untuk makan bersama dengannya.
Yohanes sempat melakukan peziarahan ke Yerusalem dan ia bahkan berharap menjadi martir di tangan orang-orang Turki. Yohanes juga berziarah ke Roma dan dikisahkan bahwa ia sempat dirampok, tetapi dilepaskan karena ia tidak memiliki uang. Ketika melanjutkan perjalanan, Yohanes menyadari memiliki sekeping emasnya. Ia kembali kepada perampok tadi untuk memberikan keping emasnya, dan hal itu membuat para perampok menjadi malu dan tidak mau menerima pemberiannya.
Yohanes Kanty meninggal dunia pada 24 Desember 1473 di Krakow, Polandia. Pada 28 Maret 1676 ia dibeatifikasi oleh Paus Klemen X, dan pada 16 Juli 1767 ia dikanonisasi oleh Paus Klemen XIII.
Baca juga orang kudus hari ini:

Selasa, 22 Desember 2015

Asah Otak: Gambar Wajah Orang Tua

SATU GAMBAR DARI ANEKA GAMBAR
Berikut ini akan disajikan 4 gambar dengan tema kakek – nenek. Sekilas, jika dilihat dari jauh, gambar-gambar ini memang satu kesatuan; mau menampilkan apa yang terlihat, yaitu wajah nenek dan satu gambar nenek dan kakek. Akan tetapi, jika diperhatikan baik-baik ternyata gambar-gambar itu dibentuk dari beberapa gambar. Dapatkan kamu menguraikan gambar-gambar yang membentuk nenek dan kekek ini?

Senin, 21 Desember 2015

(Pencerahan) Baik Buruk Kolegialitas

HATI-HATI DENGAN KOLEGIALITAS
Tentu kita pernah dengar kata “kolegialitas” atau biasa juga dipakai istilah korps. Kata yang terakhir diambil dari bahasa Latin, dari kata corpus, yang berarti tubuh atau badan (manusia). Tubuh, sekalipun mempunyai banyak anggota, merupakan satu kesatuan. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut menderita. Misalnya, yang sakit gigi, maka seluruh badan ikut terasa sakit.
Demikian pula kolegialitas atau korps. Orang-orang yang masuk dalam kolegialitas diharapkan memiliki semangat satu kesatuan seperti tubuh. Ibarat tubuh terdiri dari banyak anggota tapi menunjukkan kesatuan, demikian pula suatu perkumpulan manusia. Gangguan terhadap salah satu anggota berarti gangguan terhadap semua anggota.
Semangat kolegialitas seperti tubuh manusia itu memang baik. Ia membangun sikap peduli, empati dan solidaritas terhadap sesama anggota. Sikap ini pula yang hendak dibangun dalam sebuah perkumpulan ketika semangat kolegialitas hendak dibangun. Akan tetapi, tidak semua semangat kolegialitas itu sempurna untuk diterapkan dalam suatu organisasi.
Semangat kolegialitas dapat membawa anggota suatu lembaga ke dalam fanatisme sempit. Fanatisme ini lahir dari kesombongan kelompok. Semangat kolegialitas membuat anggota suatu lembaga merasa bahwa lembaganya adalah segala-galanya. Kelompok lain biasa dianggap musuh. Penyerangan terhadap salah satu anggota, adalah juga serangan terhadap anggota lain, sehingga anggota lain berkewajiban untuk membela bahkan menyerang kelompok penyerang.