Minggu, 07 Desember 2014

Renungan Hari Minggu Adven II - B

Renungan Hari Minggu Adven II, Thn B/I
Bac I    Yes 40: 1 – 5, 9 – 11; Bac II           2Ptr3: 8 – 14;
Injil      Mrk 1: 1 – 8;

Bacaan pertama dan Injil hari ini memiliki kesamaan, karena sama-sama menampilkan seruan orang yang menyiapkan bagi kedatangan Tuhan. Dalam bacaan pertama yang diambil dari Kitab Nabi Yesaya, dikatakan bahwa Yesaya menerima mandat dari Allah untuk menghibur orang Israel yang ada di pembuangan. Yesaya menyampaikan bahwa masa perhambaan akan berakhir. Akan tetapi, umat harus mempersiapkan diri menyambut kedatangan pembebasan itu. Salah satu wujud persiapan itu adalah dengan bertobat. Inilah inti dari bunyi suara yang berseru-seru itu.

Jika dalam bacaan pertama hanya disampaikan bunyi suara yang berseru-seru, Injil dengan tegas menunjuk sumber suara itu. Dia-lah Yohanes Pembaptis. Dalam Injil terlihat jelas bahwa memang tugas Yohanes Pembaptis adalah mempersiapkan umat untuk menyambut kedatangan Tuhan. Kedatangan Tuhan, yang dalam alam pikir Yahudi dikenal dengan Mesianisme, diyakini akan membawa pembebasan bagi bangsa Israel dan mengembalikan kejayaan Israel. Sama seperti yang diwartakan Nabi Yesaya, persiapan yang ditawarkan Yohanes juga mengarah kepada pertobatan.

Bacaan kedua hari ini diambil dari Surat Petrus yang Kedua. Senada dengan bacaan pertama dan Injil, Petrus juga menyinggung soal hari kedatangan Tuhan. Dalam suratnya itu, Petrus kembali menyampaikan apa yang pernah disampaikan oleh Sang Guru bahwa hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Tidak ada yang tahu kapan persisnya. Oleh karena itu, Petrus mengajak umat untuk “berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (ay. 14). Tobat berarti berdamai dengan Tuhan. Jadi, Petrus mau mengatakan bahwa dalam masa penantian ini hendaknya umat mempersiapkan diri dengan bertobat.

Tak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Setiap kita pastilah pernah berdosa. Namun Tuhan kita adalah Allah yang Maharahim dan Pengampun. Allah ingin supaya di saat Dia datang menemui kita, diri kita dalam keadaan siap. Artinya, kita tidak bercacat dan bernoda. Untuk itu ada pintu ampun bagi mereka yang bertobat. Inilah yang hendak disampaikan sabda Tuhan hari ini. Di masa adven ini, kita diajak untuk mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan, baik di masa yang akan datang maupun perayaan natal. Tuhan menghendaki agar kita mempersiapkan diri kita dengan bertobat, meninggalkan kemanusiaan lama kita.

by: adrian

Sabtu, 06 Desember 2014

Sekilas Pemilihan Uskup Baru

USKUP PENENTU WAJAH KEUSKUPAN KE DEPAN
Dewasa ini seringkali terdengar ada beberapa uskup yang sedikit membuat sensasi negatif. Ada uskup yang antipati terhadap imam diosesan, sehingga perkembangan imam diosesan di keuskupannya terhambat. Ada uskup yang bersikap rasis, sehingga pelayanan terhadap umat dari suku tertentu terbengkelai. Ada uskup yang sibuk mengumpulkan kekayaan (kalau tidak mau disebut koruptor), sehingga banyak uang keuskupan tersedot demi kepentingan pribadinya. Ada uskup yang arogan, nepotis, dan lain sebagainya.

Semua gambaran uskup di atas tentu akan berpengaruh pada wajah keuskupannya. Gambaran uskup yang negatif akan berdampak pada wajah keuskupan yang suram. Kalangan religius akan terpecah; demikian pula umatnya. Tentulah hal ini akan berdampak pada penghayatan iman umat. Tak bisa dipungkiri, ada umat yang kehilangan pegangan sehingga beralih ke gereja atau iman yang lain. Bahkan imam yang pendapat perlakukan buruk dari uskupnya pun banyak yang mengundurkan diri dari imamatnya.

Jika banyak umat yang sudah mulai meninggalkan gereja, dan imam-imamnya pun meninggalkan imamatnya, maka ini dapat menjadi awal kesuraman wajah gereja keuskupan. Dan ironisnya, hal ini berlatar belakang pada pribadi pimpinan tertinggi Gereja lokal, yaitu uskup. Mencermati sosok uskup yang “bermasalah” ini, tak sedikit orang bertanya, apakah Roh Kudus salah memilih atau manusia yang salah memilih?

Memang pemilihan uskup adalah proses manusiawi. Akan tetapi, peran Roh Kudus ada di dalamnya. Dalam proses manusiawi ini, peran uskup yang akan pensiun sangat menentukan. Ini yang terjadi saat ini. Berbeda dengan zaman dulu. Menurut Cyprianus, pemilihan uskup baru itu ditentukan oleh klerus, awam dan uskup lama. Bagaimana proses pemilihan uskup berlangsung?

Uskup Baru Di Tangan Uskup Lama
Kitab Hukum Gereja, Kanon 377, secara rinci menguraikan cara pemilihan uskup baru. Di sana dinyatakan bahwa para uskup provinsi gerejawi mengajukan nama para imam yang dianggapnya pantas dan tepat untuk jabatan uskup kepada Takhta Apostolik. Pengajuan nama-nama ini dilakukan setiap tiga tahun sekali. Nama-nama para imam yang diajukan untuk menjadi uskup ini berasal dari imam-imam diosesan dan juga imam tarekat. Yang penting mereka memenuhi kriteria.

Renungan Hari Sabtu Adven I - B

Renungan Hari Sabtu Adven I, Thn B/I
Bac I    Yes 30: 19 – 21, 23 – 26; Injil         Mat 9: 35 – 10: 1, 6 – 8;

Hari ini sabda Tuhan ingin menyampaikan topik Allah yang peduli. Dalam bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Nabi Yesaya, diungkapkan bahwa Allah begitu peduli kepada umatnya. Dikatakan bahwa Allah akan mengasihi umatnya sehingga mereka tak perlu lagi menangis atau berseru-seru. Kepedulian Allah ini kembali ditegaskan Yesaya dengan mengatakan bahwa “Tuhan membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.” (ay. 26). Jadi, terlihat kalau Allah peduli pada umatnya; Dia tak mau membiarkan mereka hidup telantar.

Hal yang sama terlihat juga dalam Injil hari ini. Dikatakan bahwa ketika berkeliling ke semua kota dan desa, hati Tuhan Yesus oleh belas kasihan kepada banyak orang. Tuhan Yesus melihat mereka seperti “domba yang tidak bergembala.” (ay. 36). Tuhan Yesus begitu peduli kepada umat yang telantar. Akan tetapi, Tuhan Yesus tidak mau keprihatinan itu hanya menjadi milik-Nya sendiri. Yesus membagikan kepada para murid-Nya. Oleh karena itu, Tuhan Yesus memanggil kedua belas murid-Nya untuk melanjutkan karya kepedulian-Nya.

Adven adalah masa penantian. Dalam masa penantian ini kita diajak untuk mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan, baik di masa depan maupun di saat natal. Persiapan yang diutamakan adalah persiapan hati. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk peduli kepada sesama. Tuhan sudah memberi contoh. Sabda Tuhan sudah menyatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang peduli kepada umat manusia yang kecil, miskin, hina, tersinggkir dan tertindas. Melalui sabda-Nya, Tuhan menghendaki supaya kita ambil bagian dalam kepedulian Allah ini. Inilah bekal persiapan kita menyambut kedatangan Tuhan.

by: adrian