Sabtu, 22 Februari 2014

(Inspirasi Hidup) SURAT PETRUS KONTEKS SEKARANG

Hari ini Gereja Universal merayakan Pesta Takhta Santo Petrus. Pesta ini bukan semata-mata merayakan kursi jabatan Paus di Vatikan, melainkan lebih pada ungkapan kesatuan sebagai Gereja Universal. Dan dalam merayakan pesta ini, Umat Allah, khususnya pimpinan Gereja diajak untuk merefleksikan makna jabatan dalam ajaran Sang Guru, Tuhan kita Yesus Kristus.

Cukup menarik kalau melihat dan membaca bacaan pertama dalam perayaan ekaristi pesta hari ini yang diambil dari Surat Rasul Petrus yang pertama. Di sini Petrus, sebagai pemimpin, memberikan nasehat kepada para pemimpin umat. Kalau kita membacanya, memang konteks ceritanya terjadi pada masa lalu, namun masih relevan untuk masa sekarang. Bagaimana Surat Rasul Petrus ini dibacakan untuk konteks kini?

1Ptr 5:1          Aku menasihatkan kalian, para uskup dan para imam, aku sebagai rekan seimamat dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

1Ptr 5:2          Gembalakanlah Umat Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah. Hendaknya pelayananmu merupakan pengabdian diri, bukannya mencari pujian, kuasa dan kekayaan.

1Ptr 5:3          Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi mereka. Ingat, kalian sudah mengikrarkan janji selibat, ketaatan dan kemiskinan. Tunjukkanlah itu dalam hidupmu sebagai teladan hidup.

1Ptr 5:4          Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Jakarta, 21 Februari 2014
by: adrian

Renungan Pesta Takhta St. Petrus

Renungan Pesta Takhta St. Petrus
Bac I   : 1Ptr 5: 1 – 4; Injil            : Mat 16: 13 – 19

Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Takhta Santo Petrus. Bacaan-bacaan liturgi hari ini bernuansa Santo Petrus, meski pusat pewartaan adalah Yesus Kristus. Dalam Injil, Matius mengisahkan bagaimana Petrus diangkat Yesus sebagai pemimpin para rasul dan jemaat-Nya. “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.” (ay. 18). Petrus menjadi pemimpin sekaligus simbol pemersatu jemaat Kristus.

Sebagai pemimpin, Petrus mempunyai wewenang dalam mengajar dan memberi nasehat. Dalam bacaan pertama terlihat wewenang Petrus itu. Dalam suratnya yang pertama, Petrus menasehati para penatua jemaat untuk menggembalakan kawanan dengan sukarela sesuai kehendak Allah, tidak mencari keuntungan dan pujian diri (ay. 2). Semangat yang harus dikembangkan adalah pengabdian diri dan menjadi teladan bagi kawanan.

Merayakan Pesta Takhta Santo Petrus bukan berarti kita menyembah singgasana kepausan. Merayakan pesta ini kita diajak untuk menyadari bahwa jabatan yang diterima oleh Petrus dari Yesus adalah jabatan pelayanan, bukan kekuasaan. Karena itulah, sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk refleksi diri. Secara khusus, sabda Tuhan hari ini ditujukan kepada para gembala umat, uskup dan para imam. Sabda Tuhan hari ini masih relevan untuk kehidupan para gembala Gereja. Masih ada banyak gembala (uskup dan imam), yang melayani demi duit. Tuhan menghendaki agar para gembala ini menunjukkan teladan dalam perkataan, sikap dan perbuatan. Melaksanakan tugas bukan demi uang, melainkan demi pelayanan.

by: adrian

Jumat, 21 Februari 2014

Ternyata Al Quran Akui Yesus Itu Allah

Hanya orang kristen saja yang mengakui kalau Yesus Kristus itu adalah Tuhan; Allah yang menjadi manusia. Ini merupakan iman kepercayaan kristen. Karena itu, bagi orang Islam, orang kristen itu adalah kafir. Ini dikatakan orang Islam bukan lahir dari diri mereka sendiri, melainkan karena Al Quran sendiri sudah mengatakan. Al Quran surah Al-Ma’idah [5]: 17 mengatakan bahwa orang yang menyebut Yesus Kristus itu Allah adalah kafir.

Akan tetapi, seorang muslim, dengan pengetahuan akan Al Quran yang lumayan, dalam pencariannya tentang Yesus di Al Quran, menemukan sebuah kebenaran iman orang kristen itu. Jadi, harap diingat, bukan orang kristen yang menemukan keimanannya di dalam Al Quran, melainkan orang islam sendiri. Iman orang kristen, bahwa Yesus adalah Allah, ada ditemui dalam Kitab Suci, sekalipun masih ada orang yang meragukannya.

Lebih lanjut, nonton saja sendiri videonya:
ISA ALMASIH dalam AlQuran Hadits dan Alkitab