Jumat, 21 Februari 2014

Orang Kudus 21 Februari: St. Irene

SANTA IRENE, PENGAKU IMAN
Irene adalah seorang puteri berkebangsaan Romawi yang hidup pada permulaan abad ke-4. Ia menikah dengan Kastullus dan dikarunia beberapa anak. Pada masa pemerintahan Kaisar Maksimianus, Kastullus dibunuh karena mengijinkan pertemuan umat Kristen di rumahnya. Irene sendiri bersama kedua orang anaknya ditangkap dan ditawan. Kedua anaknya meninggal di penjara karena wabah Malaria.
 
Ketika Maxentius berhasil merebut kekuasaan dari ayahnya, Irene dibebaskan. Tetapi Maxentius dibenci karena tindakannya yang sewenang-wenang dan tidak adil. Irene terus saja ditimpa ketidakadilan. Ketika Valeria, gadis keponakan Irene, dipinang oleh putera bendaharawan Negara, seorang pemboros dan pemabuk, Irene dengan tegas menolak lamaran tersebut. Ibu Valeria telah meninggal dunia sebagai korban kebenaran sedang ayahnya ditawan karena imannya. Karenanya, Irene bertindak sebagai pengasuh dan pembela Valeria dan menolak bahkan mengusir dengan tegas pesuruh yang datang melamar Valeria.

Karena penolakan ini, Irene diseret ke hadapan pengadilan kota untuk diadili. Di sini dengan berani Irene menjawab setiap pertanyaan hakim. Dia bahkan menantang hakim dengan berkata: Mengapa saya dihadapkan ke sini? Belum cukupkah penghinaan terhadap keluargaku? Kami ditangkap dan ditahan. Ibu Valeria dibunuh, juga ayahnya. Semuanya karena nafsu dan dendam. Dan sekarang apakah Valeria lagi yang akan disiksa karena menolak keinginan pemboros dan pemabuk itu? Tidak! Selama aku masih hidup, sekali-kali hal ini tidak akan terjadi.

Bendaharawan itu mengenal baik siapa Irene. Ia tahu bahwa Irene adalah isteri Kastullus yang telah dihukum mati, dan ibu Kandidus, perwira militer Kaisar Konstatinus yang bermusuhan dengan Kaisar Romawi. Sebab itu tanpa pikir panjang ia menyuruh mengikat Irene dan menyeretnya ke dalam penjara.

Sementara itu, rakyat tidak tahan lagi dengan pemerintahan Maxentius yang sewenang-wenang itu. Rakyat mulai menyusun rencana untuk menggulingkan dia. Diam-diam mereka mengutus beberapa orang untuk meminta bantuan kepada Kaisar Konstantianus yang adil dan bijaksana. Kaisar Konstantianus menyambut permohonan itu dan segera melancarkan serangan untuk menggulingkan Maxentius. Maxentius lari dan menenggelamkan diri ke sungai Tiber. Semua tawanan dibebaskan, termasuk Irene. Ia bebas dari rencana pembunuhan ngeri atas dirinya pada hari pelantikan Maxentius sebagai Kaisar. Kandidus, anak Irene yang ikut dalam serangan melawan Maxentius, kembali bersama ibunya ke rumah. Selanjutnya Irene mengabdikan diri pada kepentingan orang-orang yang mengalami penderitaan.

Renungan Hari Jumat Biasa VI - Thn II

Renungan Hari Jumat Biasa VI, Thn A/II

Injil hari ini masih melanjutkan pengajaran Yesus tentang kehendak Allah. Kalau kemarin pengajaran itu seakan ditujukan kepada Petrus semata, kini pengajaran itu ditujukan kepada orang banyak dan rasul lainnya. Topikya sedikit berubah, yaitu tentang menjadi pengikut-Nya. Dibutuhkan syarat untuk mengikuti Yesus, yaitu menyangkal diri dan memikul salib. Sekali lagi, tentu ini bertentangan dengan keinginan setiap orang, tapi kehendak Allah yang diutamakan. Dalam hal ini sangat dibutuhkan iman atau sikap berserah diri kepada kehendak Allah.

Dalam bacaan pertama, Rasul Yakobus berbicara juga soal iman. Dalam suratnya Yakobus mengatakan bahwa iman itu harus diwujudnyatakan dalam tindakan. “Iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (ay. 26). Dan dalam menyatakan iman dalam perbuatan itu, terkadang kita dibingungkan dengan dilema keinginan pribadi dan kehendak Allah. Namun, sebagai murid Kristus, kita tetap disadarkan bahwa kehendak Allah-lah yang harus terjadi.

Melalui sabda-Nya hari ini, Tuhan menyadarkan kita akan pilihan hidup kita sebagai pengikut Yesus. Kita diminta untuk berserah diri kepada kehendak Allah. Sikap berserah diri itu merupakan ungkapan iman. Namun, iman itu hendaknya diwujudnyatakan dalam kehidupan. Tuhan menghendaki agar kita menampakkan iman kita dalam perbuatan-perbuatan yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh orang lain. Iman memang merupakan ungkapan pribadi, tapi memiliki efek sosial.

by: adrian

Kamis, 20 Februari 2014

Foto Misa Imlek 31 Januari 2014

 Mohon berkat pada Bunda Maria sebelum misa
 

 
 Menyambut umat dengan salam khas China sambil mengucapkan Gong xi fat chai




Anak-anak penari pembukaan dan persembahan







Umat yang datang mendapatkan angpao dan kue
 
 Umat menyambut kedatangan rombongan imam
 

 





Angpao dan kue yang dibagikan kepada setiap umat
 
 Umat mendapatkan berkat dalam wujud jeruk
 
 Umat berbaris tertib untuk menerima berkat dari imamnya







Rm. Jefri (ki) dan romo misionaris (ka) membagi-bagi berkat kepada umat
 









 Romo dan anggota koor berpose bersama
 
 Dekorasi misa imlek