Minggu, 19 Januari 2014

KKN di Samosir (1995 - 1996)



 


Tim KKN menghibur umat




Latar belakang Danau Toba

Orang Kudus 19 Januari: St. Gerlakus

SANTO GERLAKUS, PENGAKU IMAN
Gerlakus, di antara orang kudus, menjalani hidupnya sebagai perwira. Ia lahir tahun 1100 daerah Limbur selatan dan meninggal pada 5 Januari 1172. Gerlakus selama hidupnya selalu membela kebenaran dan keadilan. Sebagai perwira yang tangkas dalam bermain pedang di medan perang, Gerlakus dikenal sebagai ksatria gagah berani yang tidak takut kepada siapapun.
Semenjak kematian istrinya, Gerlakus mengalami perubahan dalam gaya hidup. Ia menjadikan kematian itu sebagai tonggak kehidupan baru dalam pengabdiannya kepada Tuhan. Kemudian ia berangkat ke Roma untuk melakukan pengakuan dosa-dosanya kepada Sri Paus Eugenius III. Dari Roma ia pergi berziarah ke Yerusalem. Di Yerusalem inilah Gerlakus mengabadikan dirinya pada karya perawatan orang-orang sakit di rumah sakit Santo Yohanes. Selama tujuh tahun mengabdikan dirinya di rumah sakit tersebut, Gerlakus kemudian kembali ke Roma. Atas izin Paus, ia kembali ke tanah airnya dan menjalankan tapanya di sana. Kemudian ia menetap di Houthem. Atas kebaikan Uskup setempat, Gerlakus diberikan dua buah rumah, dimana yang satu untuk tempat tinggal dan yang satu lagi untuk berdoa.

Setiap hari Gerlakus berziarah ke makam Uskup (santo) Servatius di Maastricht, dan setiap hari sabtu ia berziarah ke gereja Santa Perawan Maria di Aachen. Tempat tinggalnya sampai saat ini disebut orang Houthem Sint Gerlach.

Renungan Hari Minggu Biasa II - A

Renungan Hari Minggu Biasa II, Thn A/II
Bac I   : Yes 49: 3, 5 – 6; Bac II    : 1Kor 1: 1 – 3;
Injil     : Yoh 1: 29 – 34

Bacaan pertama dan Injil hari ini memiliki keselarasan. Dalam bacaan pertama, Yesaya menubuatkan pesan Allah akan kedatangan Hamba Allah yang akan menyatakan keagungan Allah. Hamba Allah ini akan “menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” (ay. 3). Nubuat Nabi Yesaya ini terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Dalam Injil Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai “Anak Allah” (ay. 34) dan “Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (ay. 29). Dengan menghapus dosa dunia, maka keselamatan melanda dunia.

Paulus dalam suratnya yang pertama kepada umat di Korintus, yang merupakan bacaan kedua, kembali menegaskan kalau Yesus itu Tuhan. Oleh kehendak Allah itulah Paulus menjadi rasul Yesus (ay. 1). Namun Paulus mau menyampaikan kepada jemaat di Korintus dan juga jemaat masa kini akan konsekuensi menjadi murid atau pengikut Kristus. Bagi Paulus, kita telah dikuduskan oleh Kristus Yesus dan dipanggil menjadi orang-orang kudus (ay. 2). Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi kita untuk kembali kepada kemanusiaan lama kita.

Hari ini sabda Tuhan, pertama-tama mau menegaskan akan keallahan Yesus Kristus. Keallahan-Nya sudah dinubuatkan sejak jaman Perjanjian Lama oleh para nabi. Oleh karena itu, Tuhan menghendaki supaya kita senantiasa percaya kepada-Nya. Percaya di sini dapat dimengerti sebagai hidup bersatu dengan Yesus Kristus. Seperti kata Paulus bahwa kita yang percaya telah dikuduskan oleh Kristus Yesus.

by: adrian