Kamis, 13 Juni 2013

Orang Kudus 13 Juni: St. Antonius Padua

Santo Antonius padua, pujangga gereja & imam
Sebelum masuk biara, Antonius bernama Ferdinand. Ia lahir di Lisabon, Portugal, pada tahun 1195. Sejak masa mudanya, ia sangat tertarik pada doa, studi dan pekerjaan-pekerjaan rohani bagi kepentingan jiwa-jiwa. Ia masuk Ordo Santo Agustinus di Koimbra dan ditahbiskan menjadi imam. Setelah beberapa waktu berkarya, ia pindah ke Ordo Saudara-saudara Dina atau Fransiskan, terdorong oleh teladan para martir Fransiskan. Ia menerima jubah Ordo Fransiskan dan mendapat nama baru Antonius.

Sebagai seorang Fransiskan muda, Antonius dikirim ke Afrika. Tetapi karena kesehatannya terus terganggu, ia kemudian kembali lagi ke biara pusat. Di sana selain kegiatan doa dan belajar, ia dengan senang hati mengerjakan tugas-tugas rumah yang paling hina.

Pada tahun 1221 ia juga mengikuti kapitel di Asisi yang dipimpin langsung oleh Santo Fransiskus sendiri. Pada kesempatan itu ia diminta untuk berkotbah. Semua saudaranya kagum akan kotbahnya yang menarik dan mendalam itu. Sejak itulah Antonius mulai dikenal sebagai seorang ahli ilmu ketuhanan dan pujangga yang pandai. Ia diutus untuk berkotbah kepada umat di Perancis, Italia dan Sisilia.

Paus Gregorius yang pernah mendengarkan kotbahnya sangat kagum dan lalu memberinya gelar ‘ahli Kitab Suci’ karena kotbah-kotbahnya yang bernafaskan ayat-ayat kitab suci yang mengena dan jitu. Pengajarannya yang penuh semangat cinta kepada Tuhan dan sesama membawa hasil yang luar biasa. Banyak penganut aliran sesat bertobat kembali oleh karena kotbah-kotbahnya.

Pada tahun 1231 ia meninggal dunia di Padua dalam usia 36 tahun. Sejak wafatnya banyak orang beriman meminta bantuannya.yang terjadi oleh pengantaraannya terjadi di mana-mana. Ketika Paus Pius XII (1939 – 1958) meresmikan  penggelaran Antonius sebagai ‘Pujangga Gereja’, ia mengatakan bahwa semua ajaran yang disampaikan santo ini berjiwakan Injil suci. Perantaraannya amat berkuasa menemukan kembali barang yang hilang terutama untuk kembalinya rahmat pengudus yang hilang karena dosa.

sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Kamis Biasa X-C

Renungan Hari Kamis Biasa X, Thn C/I
Bac I   : 2Kor 3: 15 – 4: 1, 3 – 6; Injil     : Mat 5: 20 – 26

Dalam Injil hari ini Yesus secara tidak langsung mengkritik sikap hidup kaum Farisi dan ahli taurat dengan mengajak umat Israel untuk tidak mencontohi teladan hidup mereka. Tentulah kita heran, kenapa demikian. Bukankah mereka itu adalah tokoh agama yang tahu dan paham urusan agama?

Memang ahli Taurat dan kaum Farisi mengerti soal agama. Akan tetapi pengetahuan agama hanya berhenti pada tataran otak saja, tidak sampai pada tindakan nyata. Dari segi intelek memang umat amat lemah. Maka diharapkankan diimbangi dengan perbuatan. Nah, untuk perbuatan ini Yesus meminta mereka untuk tidak meniru kaum Farisi dan ahli Taurat.

Paulus dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Korintus mengajak umat untuk menghidupi Injil Yesus Kristus yang diwartakannya. Dalam warta itu ada kemerdekaan. Umat diajak untuk tidak hanya berhenti pada pemahaman ajaran Yesus, melainkan mempraktekkannya.

Karena itu, pesan Tuhan dalam sabda-Nya hari ini adalah agar kita senantiasa menghayati ajaran Yesus dalam kehidupan ini. Kritik Yesus kepada para pemuka agama, menjadi kritik Yesus juga kepada pemuka agama saat ini, yaitu para imam. Karena kehidupan para imam saat ini tidak jauh berbeda dengan kehidupan kaum Farisi jaman Yesus. Maka itu, umat diminta untuk tidak mengikuti teladan buruk mereka.

by: adrian

Rabu, 12 Juni 2013

Orang Kudus 12 Juni: St. Yohanes Fakundus

SANTO YOHANES FAKUNDUS, PENGAKU IMAN
Yohanes lahir di Sahagun, Spanyol pada tahun 1419. Beliau seorang pencipta dan pencinta perdamaian. Ia menjalani pendidikannya di biara Santo Fakundus dan kemudian bekerja sebagai pewarta Injil di Spanyol. Atas dorongan batinnya, ia kemudian masuk Ordo Santo Agustinus di Salamanka.

Tuhan menganugerahkan kepadanya anugerah-anugerah yang luar biasa untuk emnciptakan perdamaian antara para bangsawan dan ksatria yang saling bertikai. Pertikaian-pertikaian itu sering meningkat kepada aksi pembunuhan. Dala hal pertikaian inilah Yohanes muncul dengan berani dan meredam tindakan-tindakan tak bertanggungjawab dari pemerintah setempat dan dari para bangsawan yang menindas rakyat. Seorang bangsawan yang turut dikecam Yohanes mengirimkan dua orang penjahat untuk membunuh Yohanes. Tetapi di hadapan kewibawaan Yohanes dan kesuciannya, pendirian kedua penjahat itu serta merta berubah. Mereka sebaliknya memohon ampun pada Yohanes

Keutamaan Yohanes adalah kebaktiannya yang besar pada sakramen Mahakudus. Setiap malam sehabis doa ofisi bersama, biasanya ia masih tinggal di gereja menyiapkan Misa Kudus untuk pagi harinya. Devosi yang besar ini menghantarkan dia kepada anugerah luar biasa penampakan Tuhan Yesus waktu konsekrasi. Oleh teladan dan khotnah-khotbanya, kehidupan moral dan penghayatan iman umat dapat dipulihkan dan ditingkatkan. Setelah menderita penyakit yang berat, ia pun meninggal dunia pada tahun 1479

sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun