Rabu, 19 Desember 2012

Hadapilah Masalahmu

"Hindari masalah, dan kamu tidak akan pernah jadi orang yang memecahkannya"
- Richard Bach

Bagi seekor burung rajawali, satu-satunya hambatan untuk terbang lebih cepat dan nyaman adalah udara. Tetapi jika udara itu diambil dan burung tersebut dibiarkan terbang dalam kehampaan tanpa udara, burung rajawali itu segera jatuh ke tanah dan tidak dapat terbang sama sekali.

Hambatan utama yang harus diatasi oleh sebuah perahu bermotor adalah air yang menyentuh baling-baling perahu. Tetapi jika tidak ada air sebagai penahan, perahu ini justru tidak dapat bergerak sama sekali.

Hukum yang sama juga berlaku bagi kehidupan manusia. Hambatan adalah kondisi yang 'harus ada' bagi kesuksesan. Sebuah kehidupan yang terbebas dari hambatan dan kesulitan akan mengurangi semua kemungkinan dan daya sampai ke titik nol.

Larilah dari masalah Anda jauh-jauh, dan kehidupan Anda akan kehilangan daya kreatif!

Masalah kesehatan yang parah bisa memberikan makna pada dunia pengobatan. Masalah kekacauan sosial bisa memberi makna pada kebijakan pemerintah.

Kita semua memiliki kecenderungan ingin terbebas dari semua masalah dan tanggung jawab. Ketika masalah datang, berikanlah makna baru pada permasalahan itu. Sebuah beban kehidupan yang paling berat adalah pada saat kita tidak memiliki apapun untuk dibawa.

dikutip dari email Anne Ahira

Orang Kudus 19 Desember: St. Nemesio

Santo nemesio, martir
Nemesio berkebangsaan Mesir. Pada waktu Kaisar Decius melancarkan penganiayaan terhadap umat kristen dan gencar menghambat kemajuan agama kristen, ia berada di Aleksandria. Ia bukan saja seorang serani yang baik, melainkan juga seorang rasul yang giat. Oleh karena itu ia dibenci oleh orang-orang kafir yang fanatik, ditangkap dan diajukan ke pengadilan dengan tuduhan sebagai seorang pencuri. Ia kemudian dilepaskan lagi karena ternyata tidak bersalah. Tidak lama kemudian ia sekali lagi ditangkap karena imannya dan dibawa ke pengadilan Prefek Romawi di Aleksandria. Dengan terus terang ia mengakui imannya di muka hakim. Kerenanya Nemesio dicemeti dan disiksa secara ngeri. Terdorong oleh cinta kasih kepada penebusnya, ia dengan sabar dan gembira menanggung semua penderitaan yang ditimpakan kepadanya.

Ia mengerti bahwa seperti para rasul di Sanhendrin, ia telah dipandang layak menderita penghinaan karena Yesus. Akhirnya ia dihukum mati bakar bersama dengan beberapa penjahat kakap di daerah itu. Empat orang prajurit Romawi yang beragama kristen dan seorang lainnya mendampingi Nemesio dalam saat-saat terakhir menghadapi maut. Mereka menghibur dia dan memberinya makan. Karena perbuatan mereka itu diketahui oleh Prefek Aleksandria, kelima orang serani itu pun dihukum mati dengan pedang. Nemesio mati sebagai martir pada tahun 247.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Rabu Adven III-C

Renungan Hari Rabu Adven III, Thn C/I
Bac I : Hak 13: 2 – 7, 24 – 25a; Injil       : Luk 1: 5 – 25

Injil hari ini mengisahkan tentang kehadiran Yohanes Pembaptis dalam keluarga Zakarias dan Elisabeth. Yohanes Pembaptis adalah tokoh penting dalam Perjanjian Baru, karena ia menghantar umat kepada mesias. Peristiwa ini mau menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis merupakan bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia.

Yang menarik untuk kita renungkan dari peristiwa ini adalah kehidupan Zakarias dan Elisabeth. "Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya." (ay. 6-7).

Bagi orang Israel, mandul, sakit, tidak punya anak dan miskin merupakan aib. Mereka selalu dikaitkan dengan dosa atau hidup tidak sesuai dengan perintah dan ketetapan Tuhan. Oleh karena itu, jika Elisabeth mandul dan mereka tidak dikaruniai anak, dalam logika orang Israel berarti mereka mendapat kutuk atas cara hidup mereka yang tidak benar di hadapan Allah.

Namun akhirnya yang terjadi adalah Elisabeth akhirnya mengandung. Dia hamil diusianya yang sudah tua, bahkan menurut akal sehat manusia sudah tidak mungkin lagi. Ini mau mengatakan kepada kita bahwa karya Tuhan tidak bisa dibatasi oleh logika manusia. Allah bekerja sesuai rencananya, yang kadang mustahil bagi manusia.

Sabda Tuhan ini mau mengajak kita untuk mengikuti teladan hidup Zakarias dan Elisabeth. Sekalipun di mata orang mereka mendapat aib, namun mereka tetap hidup benar di hadapan Allah. Mereka hidup tidak ditentukan oleh pendapat orang lain, melainkan oleh Allah.

by: adrian