Sabtu, 21 Juli 2012

Kurikulum Seminari Menengah


KURIKULUM  SEMINARI

No
Mata Pelajaran
KPP
Kls 1
Kls 2
Kls 3
Keterangan
01
Sastra Indonesia
X
X
V
V
Ujian Nasional
02
Bahasa Indonesia
V
V
V
V
Ujian Nasional & Sekolah
03
Bahasa Inggris
V
V
V
V
Ujian Nasional & Sekolah
04
Bahasa Jerman
X
V
V
V
Ujian Nasional
05
Bahasa Latin
V
V
X
X

06
Matematika
V
V
V
V
Ujian Nasional
07
Sosiologi
X
V
V
X

08
Antropologi
X
V
V
V
Ujian Nasional
09
Sejarah Gereja
V

V
V
V

10
Agama
V
V
V
V
Ujian Sekolah
11
Kitab Suci
V
V
V
V
Ujian Sekolah
12
Liturgi
V
V
V
V
Ujian Sekolah
13
Musik Liturgi
V
X
X
X

14
Ajaran Sosial Gereja
X
V
V
V

15
Homilitika
X
X
V
X

16
Psikoseksual
V
V
V
X

17
Retorika
X
V
X
X

18
Logika
V
X
X
X

19
Komputer
V
X
X
X

20
Koor
V
V
V
X
Extrakurikuler
21
Seni Teater
V
V
V
X
Extrakurikuler
22
Musik
V
V
V
X
Extrakurikuler
23
English Conversation
X
X
X
V
Extrakurikuler

Perlu diketahui bahwa kode (X) berarti bahwa pelajaran tersebut tidak diajarkan di kelas yang bersangkutan; semantara kode (V) berarti pelajaran tersebut diajarkan di kelas yang bersangkutan. Kurikulum ini mengandaikan bahwa program jurusan yang diambil adalah program Bahasa. Berikut ini beberapa penjelasan singkat.


1.      Sastra Indonesia : mengikuti materi ajar kurikulum nasional dengan modifikasi khusus.
2.      Bahasa Indonesia :
a.      KPP : Morfologi, Kata, Semantik dan EYD
b.      Kls 1 : Sintaksis, EYD dan Menulis/Mengarang
c.       Kls 2 & 3 : mengikuti kurikulum nasional dengan modifikasi khusus
3.      Bahasa Inggris :
a.      KPP : Grammar
b.      Kls 1 : Grammar, Listening and writing
c.       Kls 2 & 3 : mengikuti kurikulum nasional dengan modifikasi khusus
4.      Bahasa Jerman : mengikuti kurikulum nasional dengan modifikasi khusus
5.      Antropologi : mengikuti kurikulum nasional dengan modifikasi khusus
6.      Sosiologi :
a.      Kls 1 : Dasar-dasar ilmu sosiologi
b.      Kls 2 : Ansos (Semester 1 tentang teori dan semester 2 pada pratek)
7.      Matematika :
a.      KPP : Materi ajar SMP (menyeragamkan ilmu matematika dasar)
b.      Kls 1 – 3 : mengikuti kurikulum nasional dengan modifikasi khusus
8.      Sejarah Gereja :
a.      KPP : Sejarah Gereja Perdana
b.      Kls 1 : Sejarah Gereja Patristik
c.       Kls 2 : Sejarah Gereja Reformasi
d.      Kls 3 : Sejarah Gereja Lokal
9.      Kitab Suci :
a.      KPP : Pengantar KS PL dan PB
b.      Kls 1 : Injil Sinoptik
c.       Kls 2 : Surat-surat Paulus
d.      Kls 3 : Injil Yohanes atau Kitab-kitab Apokrip
10.  Liturgi :
a.      KPP : Dasar-Dasar Liturgi
b.      Kls 1 : Sejarah Liturgi
c.       Kls 2 : Devosi dan Ibadat
d.      Kls 3 : Ekaristi
11.  Agama :
a.      KPP : Ajaran Iman Katolik
b.      Kls 1 : Manusia sbg Ciptaan Allah
c.       Kls 2 : Sakramentologi
d.      Kls 3 : Kristologi
12.  Homelitika : tentang teknik membuat renungan/homili dan cara membawakannya. Pelajaran  ini hanya untuk kelas 2.
13.  Retorika :tentang teknik pidato, diskusi, moderator, debat. Pelajaran ini hanya untuk kelas 1.
14.  Logika: tentang cara berpikir logis. Pelajaran ini hanya untuk KPP.
15.  Musik Liturgi : Pelajaran ini hanya untuk KPP.
16.  ASG :
a.      Kls 1 : Dari Rerum Novarum sampai Pacem in Terris
b.      Kls 2 : Dari Gaudium et Spes sampai Convenientes Ex Universo
c.       Kls 3 : Dari Evangelii Nuntiandi sampai Centesimus Annus
Semuanya menguraikan:
·        Siapa penulis dokumen tersebut: riwayat hidupnya
·        Latar belakang penulisan dokumen: situasi social, budaya, ekonomi, dll
·        Isi dokumen: apa saja yang menjadi tekanan dokumen tersebut
·        Pro kontra atas dokumen itu.
 

Orang Kudus 21 Juli: St. Laurensius Brindisi


SANTO LAURENSIUS BRINDISI, PUJANGGA GEREJA
Kesan pertama yang cukup menyolok mata dari pribadi Laurensius Brindisi ialah bahwa ia adalah seorang ahli bahasa. Di samping bahasa ibunya sendiri, yakni bahasa Italia, Laurensius Brindisi mahir berbicara dalam berbagai bahasa asing, yaitu Ibrani, Yunani, Jerman, Bohemia, Spanyol dan Perancis. Keahliannya ini sangat membantu dia untuk memperlajari Kitab Suci dan menikmatinya dalam bahasa aslinya.

Laurensius Brindisi lahir di Italia pada tanggal 22 Juli 1559 dari pasangan William dan Elisabeth Russo. Nama yang diberikan kepada Laurensius ketika ia lahir adalah Yulius Caesar. Kedua orang tuanya meninggal dunia ketika Yulius menginjak usia remaja. Selanjutnya ia dipelihara oleh pamannya dan disekolahkan di Kolese Santo Markus du Venice. Ketika berusia 16 tahun, ia masuk biara Fransiskan Kapusin di Venesia. Semenjak itu namanya diganti menjadi Laurensius Brindisi. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Padua dalam bidang filsafat dan teologi. Akhirnya ia ditahbiskan menjadi imam pada usia 23 tahun. Karena kemampuan bahasanya itu, Laurensius Brindisi dengan mudah dapat mempelajari Kitab Suci dalam bahasa aslinya. Atas permintaan Paus Klemens VIII (1592 – 1605), Laurensius Brindisi banyak berkotbah di Italia bagi golongan Yahudi. Kemahirannya berbahasa Yahudi meyakinkan pada Rabbi (guru agama Yahudi) bahwa ia seorang Yahudi yang beragama kristen.

Laurensius Brindisi sangat terkenal di kalangan umat. Ia seorang imam yang baik dan sangat peka terhadap kebutuhan umatnya. Maka dia juga ditunjuk sebagai pemimpin biara Kapusin di Tuccany pada usia 31 tahun. Kemudian ia terpilih sebagai superior Jenderal Ordonya pada tahun 1602. Selain itu ia juga ditunjuk sebagai pembantu terdekat dan penasehat Sri Paus. Tugas-tugas yang dibebankan kepadanya membutuhkan suatu kebijaksanaan yang tinggi. Ia ternyata mampu untuk melaksanakan semua tugas itu dengan sangat berhasil.

Ketika dalam perjalanan menuju Lisabon untuk menemui raja Spanyol, ia jatuh sakit. Akhirnya ia meninggal di sana pada tahun 1619. Penghormatannya terhadap Kitab Suci dan kepekaannya terhadap kebutuhan umat menghadirkan suatu corak hidup yang sesuai dengan tuntutan umat abad XX.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Sabtu Biasa XV - Thn II

Renungan Hari Sabtu Pekan Biasa XV B/II
Bac I    Mi 2: 1 – 5; Injil    Mat 12: 14 – 21

Dalam Injil dapat disaksikan bagaimana sebenarnya Yesus dengan mudah meraih popularitas. Akan tetapi Yesus tidak menginginkan hal itu. Yesus menolak gelar “pahlawan” bagi kaum kecil yang tertindas. Dengan tegas Ia menolak semua gelar itu. Dia tak mengharapkan pujian dari orang lain, termasuk yang ditolongnya.

Sikap rendah hati Yesus ini ternyata sesuai dengan sikap Hamba pilihan Allah, yang dinubuatkan nabi Yesaya. Sekalipun ia melakukan kebaikan, namun ia tidak mau menikmati pujian dari kebaikannya itu.

Dalam sabda Tuhan hari ini, kita diajak untuk mencontohi teladan Yesus. Sikap-Nya yang rendah hati mau menolak popularitas dan tetap hidup dengan rendah hati.

Sering kita memiliki kecenderungan menikmati pujian dari orang yang merasakan kebaikan yang kita lakukan. Tak jarang juga kita suka tampil seperti pahlawan, karena telah melakukan kebaikan, bahkan dengan mempermainkan penderitaan orang lain.

Kita tak mau orang lain yang melakukan kebaikan meski sebenarnya bisa, hanya karena kita mau dipuji sebagai pahlawan. Sikap ini harus disingkirkan. Sebagai murid Yesus, sebagai pengikut Yesus, kita harus mencontoh sikapnya yang tidak mau menjadi “pahlawan” meski peluang itu terbuka lebar.

by: adrian