Selasa, 26 Juli 2022

TIPS HADAPI PUTUS CINTA

 

Putusnya jalinan asmara memang bisa membuat seseorang merasa sakit hati, apalagi jika hubungan tersebut berakhir secara tiba-tiba. Tentunya patah hati bisa semakin mendalam dan seolah-olah sulit untuk disembuhkan. Tak jarang ada yang berlaku nekat dengan membunuh diri sendiri.

Dalam penelitian yang dibuat oleh situs kencan online Elite Singles menyebutkan bahwa 76% orang yang sakit hati setelah putus dapat menyebabkan masalah emosional yang berat hingga masalah pada fisik. Namun, segala kegalauan pasti bisa diatasi dengan baik dan sehat. Psikolog dan pakar percintaan, Michele O’Mara, PhD memberi tips untuk dapat melewati patah hati karena putus cinta.

1.   Putus Komunikasi

Ketika hubungan berakhir, maka cara terbaik untuk segera move on adalah dengan memutuskan komunikasi. O’Mara menjelaskan, penelitian menunjukkan bahwa ketika Anda berhubungan atau melakukan kontak dengan seseorang yang dicintai, maka tubuh akan bereaksi semakin terobsesi dengan orang tersebut. “Kamu menjadi sangat mengidamkan orang tersebut,” ujar pakar percintaan tersebut. Ia menyarankan untuk tidak menghubungi mantan kekasih 30 hingga 90 hari setelah putus.

2.   Jauhi Media Sosial

Senin, 25 Juli 2022

STUDI AL-QUR'AN: MUHAMMAD BUKAN UMMI

Umat islam sangat yakin kalau nabi Muhammad itu adalah seorang ummi, alias buta huruf atau tidak bisa membaca dan menulis. Jika ditanya, apa dasar keyakinan itu, pastilah mereka akan merujuk pada wahyu Allah dalam Al-Qur'an. Padahal telaah atas ayat-ayat Al-Qur'an menujukkan fakta sebaliknya. Video berikut ini coba mengulasnya.



Apabila tak bisa dibuka, silahkan klik di sini. Selamat menonton!!!

Jumat, 22 Juli 2022

KAJIAN ATAS SURAH AL-BAQARAH AYAT 216

 


Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2: 216)

Al-Qur’an diyakini oleh umat islam merupakan wahyu Allah yang secara langsung disampaikan kepada nabi Muhammad SAW. Hal ini bisa dipahami sebagai berikut: Allah berbicara kepada Muhammad, dan Muhammad mendengarnya. Apa yang didengar Muhammad itulah yang kemudian ditulis dan akhirnya menjadi sebuah kitab yang diberi nama Al-Qur’an. Dengan perkataan lain, umat islam percaya dan meyakini bahwa apa yang tertulis dalam Al-Qur’an adalah merupakan kata-kata Allah SWT sendiri. Hal inilah yang membuat umat islam memandang kitab tersebut sungguh suci, sehingga umat islam menaruh hormat yang tinggi kepadanya. Pelecehan terhadap Al-Qur’an sama artinya pelecehan kepada Allah SWT. Dan orang yang melakukan hal itu, berdasarkan perintah Allah dalam Al-Qur’an, wajib dibunuh (QS al-Maidah: 33).

Umat islam menganggap dan menilai Al-Quran sebagai keterangan dan pelajaran yang jelas, karena memang demikianlah yang dikatakan Allah sendiri. Secara sederhana hal ini dimaknai bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang jelas. Allah telah memudahkan wahyu-Nya sehingga umat bisa dengan mudah pula memahaminya. Sebagai pedoman dan penuntun jalan hidup, Allah memberikan keterangan dan pelajaran yang jelas sehingga mudah dipahami oleh umat islam. Umumnya para ulama menafsirkan kata “jelas” di sini dengan sesuatu yang telah terang benderang sehingga tak perlu susah-susah menafsirkan lagi pesan Allah itu. Dengan kata lain, perkataan Allah itu sudah jelas makna dan pesannya, tak perlu banyak ditafsirkan lagi. Maksud dan pesan Allah sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Quran. Penafsiran atas wahyu Allah bisa berdampak pada ketidak-sesuaian dengan kehendak Allah sendiri.

Berangkat dari pemahaman ini, maka apa yang tertulis dalam surah al-Baqarah ayat 216 di atas merupakan perkataan langsung dan asli dari Allah SWT. Allah berbicara dan Muhammad mendengarnya. Apa yang tertulis di sana seperti itu juga yang didengar oleh nabi Muhammad SAW. Dan apa yang disampaikan Allah ini sudah jelas maknanya. Dengan mudah umat akan memahami bahwa perang merupakan kewajiban bagi umat islam.