Jumat, 21 Oktober 2016

PROBLEMATIKA NIKAH BEDA AGAMA (ISLAM – KATOLIK)

Bumi kita satu, tapi dihuni oleh manusia yang beraneka ragam, baik ras, suku, status sosial-ekonomi maupun agama. Ini membuktikan bahwa manusia hidup di alam pluralisme. Sebagai makhluk sosial pertemuan antar manusia dengan perbedaan ini tak dapat dihindari. Dan pertemuan ini terkadang berakhir dengan pernikahan. Pernikahan dua anak manusia dengan beda suku atau ras tidak terlalu menimbulkan masalah.
Yang sering menjadi persoalan adalah pernikahan beda agama. Banyak agama menolak umatnya melakukan nikah beda agama. Islam dengan tegas menyatakan bahwa nikah beda agama adalah haram. Dalam islam, pernikahan itu harus seagama atau seiman. Maka, ketika umat islam menikah dengan yang non islam, menggunakan tata cara islam (menikah secara islam), maka yang non islam harus masuk islam dulu. Dan kebetulan, dalam ritusnya ada kewajiban mengucapkan kalimat syahadatin. Dengan mengucapkan kalimat itu, seseorang telah menjadi islam.
Sementara Gereja Katolik melihat nikah beda agama sebagai suatu halangan, namun halangan ini dapat dihapus dengan izin atau dispensasi. Jadi, secara tak langsung Gereja Katolik membolehkan menikah beda agama. Dan kebetulan dalam Gereja Katolik ada ritus perkawinan campur. Dengan nikah beda agama di Gereja Katolik, yang non katolik tetap dengan agama atau imannya.
Akan tetapi, pernikahan beda agama bukannya tanpa masalah. Memang banyak orang mengatakan bahwa nikah yang seagama juga tak luput dari masalah. Namun perlu disadari bahwa yang seagama saja sudah rawan masalah, apalagi yang tidak. Masalah apa saja yang biasa muncul pada pernikahan beda agama, khususnya antara orang islam dan katolik?

Kamis, 20 Oktober 2016

Orang Kudus 20 Oktober: St. Kaprisius

SANTO KAPRISIUS, USKUP & MARTIR
Informasi mengenai orang kudus ini tidak terlalu banyak. Yang pasti bahwa Kaprisius hidup pada abad III – IV. Kaprisius lahir di Agen, Perancis. Pada masa penganiayaan jemaat Kristus, saat Kaisar Diokletian berkuasa, Kaprisius diangkat menjadi Uskup Agen. Sempat ia melarikan diri dan bersembunyi karena penganiayaan itu.
Akan tetapi, kemartiran Foy dari Aquitaine menggerakkan keberaniannya untuk tampil menyatakan dirinya sebagai seorang Kristen. Ia ditangkap dan menghadapi kemartirannya bersama dengan St. Alberta, St. Primus dan Felicianus. Kaprisius meninggal dunia pada tahun 303 di Agen, Perancis.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 20 Oktober: St. Magdalena Nagasaki

SANTA MAGDALENA NAGASAKI, MARTIR
Magdalena lahir pada tahun 1611 di Nagasaki, Jepang. Ia adalah putri pasangan suami istri Kristen yang menjadi martir pada tahun 1620. Ketika para Agustinian mulai berkarya di Jepang, Magdalena melayani mereka dan ikut berkarya sebagai katekis dan penerjemah. Pada tahun 1625 Magdalena bergabung dengan Ordo Ketiga St. Agustinus.
Penganiayaan yang terjadi di Jepang juga menimpa para Agustinian, termasuk para pembimbing spiritual Magdalena. Dengan keberanian dan iman yang kuat Magdalena menyerahkan dirinya dan mengakui dirinya sebagai pengikut Kristus. Ia ditangkap dan disiksa selama 13 hari, kemudian digantung secara terbalik sampai meninggal dan tubuhnya kemudian dibakar.
Magdalena dari Nagasaki meninggal dunia pada 15 Oktober 1634 di Jepang. Pada 18 Februari 1961 ia dibeatifikasi dan pada 18 Oktober 1987 dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini: