Kamis, 04 Agustus 2016

LOOK, AND STOP ABORTION


Aborsi merupakan tindakan pembunuhan terhadap janin, baik sengaja maupun tidak sengaja. Janin adalah makhluk terlemah yang tak berdaya dan tak berdosa. Ada banyak alasan kenapa  orang melakukan tindakan aborsi. Salah satunya, dan yang paling banyak sebagai penyebabnya, adalah aib atau malu, dan belum siap menerima tanggung jawab.
Anehnya, ketika “menciptakan” janin itu, kebanyakan orang tidak pernah berpikir soal tanggung jawab dan aib. Mereka melakukan saja, karena didorong nafsu kenikmatan. Ketika hamil, barulah bingung dan akhirnya memutuskan jalan pintas: aborsi.
Hampir semua pelaku aborsi, khususnya wanita yang menggugurkan janinnya, tidak melihat proses dan hasil aborsi itu. Mereka hanya tidur telentang dan menyerahkan semua proses kepada dokter atau bidan yang menanganinya. Setelah semuanya selesai, mereka sama sekali tidak melihat apa-apa selain dokter atau bidan, dan kemudian mengurus biaya administrasinya.
Cobalah menonton film ini. Seperti inilah hasil aborsi janin, darah daging sendiri. Masih tegakah kita melakukan aborsi?
by: adrian

Selasa, 02 Agustus 2016

Orang Kudus 2 Agustus: St. August Czartoryski

BEATO AUGUST CZARTORYSKI, PENGAKU IMAN
August Czartoryski lahir pada 2 Agustus 1858 di Paris, Perancis. Ia adalah putera dari Pangeran Ladislaus dari Polandia, dan Putri Maria Amparo, puteri dari Ratu Spanyol, Maria Christina. Sejak kecil August sangat diharapkan oleh ayahnya untuk menjadi pemimpin mempersatukan kembali negaranya. Ketika August berusia 16 tahun, ibunya meninggal dunia karena tuberculosis, dan August juga terinfeksi yang membuat kesehatannya tidak pernah baik.
August memperoleh pelajaran dari Santo Rafael Yosef Kalinowski, sebelum St. Rafael bergabung dengan Ordo Karmel Tak Berkasut. Atas saran St. Rafael, ayahnya mencarikan August pembimbing seorang imam. August tidak merasa senang dengan kehidupannya sebagai seorang bangsawan, sebaliknya ia merasa terpangggil untuk hidup religius.
August bertemu dengan Santo Yohanes Bosko ketika St. Yohanes berkunjung ke Paris. August merasakan panggilan Tuhan dan memutuskan untuk bergabung dengan Kongregasi Salesian. August  pergi ke Turin untuk bertemu St. Yohanes dan mengikuti retret. Ia tidak merasa terganggu dengan kesehatan dan juga tentangan dari keluarganya. St. Yohanes Bosko pada awalnya ragu untuk menerima August sehingga August bertemu dengan Paus Leo XIII, yang kemudian meyakinkan St. Yohanes Bosko untuk menerimanya.
Tahun 1887 August  memulai masa novisiatnya dan menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya. Pada 24 November 1887 ia menerima jubah dari St. Yohanes Bosko. Sementara itu ayahnya berusaha meyakinkan August untuk meninggalkan panggilannya dan melakukan usaha-usaha agar August keluar dari kongregasinya. Tanggal 2 April 1892 August ditahbiskan menjadi imam di San Remo, Italia, tanpa dihadiri keluarganya. Satu bulan kemudian ia kembali bertemu dengan ayahnya di Mentone.
August Czartoryski meninggal dunia pada 8 April 1893 di Allasio, Italia. Pada 25 April 2004 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 2 Agustus: St. Yohanes Rieti

BEATO YOHANES RIETI, PENGAKU IMAN
Yohanes Bufalari lahir pada sekitar tahun 1318 di Castel Proziano, Keuskupan Amelia (Terni), Italia. Ia adalah saudara dari Beata Lucia Bufalari dari Amelia. Di usianya yang masih remaja, Yohanes bergabung dengan biara Agustinus di Rieti. Ia dikenal karena kesederhanaan, keceriaan, suka membantu dalam kelompok dan juga tidak memiliki salah. Lebih dari itu, Yohanes sangat suka menyambut orang-orang yang datang ke biaranya, serta menjadi pelayan dalam ekaristi.
Dikisahkan suatu ketika Yohanes menangis di taman karena manusia sudah tidak memiliki ketaatan kepada Allah seperti halnya tanaman, pohon-pohon dan burung-burung. Yohanes Bufalari Rieti meninggal dunia pada sekitar tahun 1336 di Italia. Pada tahun 1932 ia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XVI.
Baca juga orang kudus hari ini: