Film ini mau mengajak kita untuk melihat kembali perjalanan hidup kita bersama ibu. Di sini kita diminta
untuk berefleksi diri melihat betapa sudah banyak yang diberikan ibu kepada kita. Tapi apa balasan kita?
Jumat, 03 Juni 2016
Kamis, 02 Juni 2016
Orang Kudus 2 Juni: St. Feliks Nikosia
SANTO FELIKS NIKOSIA, PENGAKU IMAN
Filippo
Giacomo Amoroso lahir pada 5 November 1715 di Nikosia, Sicilia, Italia. Ia adalah
putera dari Filippo Amoroso, seorang pembuat dan pedagang sepatu, dan Carmela
Pirro. Sejak kecil Filippo telah kehilangan ayahnya, dan keluarganya hidup
dalam kemiskinan. Filippo telah mengikuti jejak ayahnya dengan bekerja di
sebuah tempat pembuatan sepatu.
Tak
jauh dari tempatnya bekerja terdapat sebuah biara kapusin. Filippo sering
berkunjung ke biara itu. Dari sinilah muncul benih-benih panggilannya. Maka ketika
berusia 20 tahun Filippo berniat untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan Kapusin
sebagai bruder. Keinginannya selalu mendapatkan penolakan. Filippo tidak
menyerah, dan setiap tahun ia selalu melamar, meski terus mendapat penolakan.
Ketika
provinsial Kapusin Messina berkunjung ke Nikosia, Filippo pergi menemuinya dan
kembali mengajukan permintaan untuk bergabung dengan Ordo Kapusin. Kali ini
perjuangannya membuahkan hasil. Filippo diterima dan dikirim ke Mistretta untuk
menjalani novisiat.
Pada
10 Oktober 1743 Filippo mulai menjalani novisiatnya, dan mengganti namanya
menjadi Feliks. Setahun kemudian Feliks mengikrarkan kaulnya. Oleh superiornya,
ia dikirim kembali ke Nikosia. Di sini Feliks bertugas sebagai pengemis yang
mengumpulkan derma dari masyarakat. Feliks juga senang mengajarkan katekismus
kepada anak-anak yang ia temui.
Sekalipun
hidup miskin, Feliks senang membantu orang miskin, merawat orang sakit dan
mengunjungi para tahanan di penjara. Ketika terjadi wabah penyakit di Cerami,
Feliks tidak mengenal lelah merawat mereka yang sakit. Dikisahkan, bahwa Feliks
dapat melakukan mukjizat penyembuhan dan juga bilokasi. Feliks memiliki devosi
kepada Sakramen Mahakudus dan juga kepada Bunda Allah. Setiap Jumat, Feliks
berkontemplasi pada kisah sengsara Tuhan, dan setiap Jumat pada bulan Maret,
Feliks berpuasa.
Di masa
tuanya Feliks tetap siap dengan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Pada bulan
Mei 1787 Feliks jatuh sakit, dan ia dapat mengetahui bahwa inilah akhir dari
kehidupannya. Dikisahkan Feliks meminta izin kepada pimpinannya untuk dapat
meninggal dunia, tetapi ia tidak mendapatkan izin. Dikisahkan juga ketika
dokter memeriksanya, jantungnya sudah tidak berdetak, tetapi Feliks masih
hidup. Kembali Feliks meminta izin kepada pimpinannya untuk dapat meninggal
dunia. Kali ini ia diizinkan dan diberikan berkat.
Feliks
Nikosia meninggal dunia pada 31 Mei 1787 di Nikosia, Italia. Pada 12 Februari
1888 ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII, dan pada 23 Oktober 2005 ia
dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI.
sumber: Santo Santa Gereja
Baca
juga orang kudus hari ini:
Orang Kudus 2 Juni: St. Yohanes Battista Skalabrini
BEATO YOHANES BATTISTA SKALABRINI, USKUP
& PENGAKU IMAN
Yohanes
Battista Skalabrini lahir pada 8 Juli 1839 di Fino Mornasco, Como, Italia. Ia adalah
putera dari keluarga yang taat. Menjawab panggilan Tuhan, Yohanes masuk seminari
Como, dan menyelesaikan pendidikan filsafat dan teologi. Ia ditahbiskan sebagai
imam pada 30 Mei 1863, dan ditugaskan menjadi pengajar di seminari. Pada tahun
1867 ia diangkat menjadi rektor, dan 3 tahun berikutnya ia menjadi pastor
paroki.
Pada
20 Januari 1876 Yohanes ditunjuk sebagai Uskup Piacenza oleh Paus Pius IX,
setelah karya pastoralnya menarik perhatian Paus. Sebagai uskup, Yohanes secara
rutin mengunjungi umatnya. Ia juga melakukan reorganisasi terhadap seminari,
dan reformasi terhadap kurikulumnya. Yohanes juga mengusulkan dilakukannya
Kongregs Kateketik Nasional di Piacenza.
Ketika
terjadi bencana wabah kolera, Yohanes menolong mereka yang terjangkit wabah. Dan
ketika terjadi bencana kelaparan Yohanes menjual kuda, piala bahkan salib
pectoral-nya untuk membeli makanan bagi umatnya. Yohanes juga mempromosikan
rekonsiliasi antara Gereja dan Negara.
Kepedulian
Yohanes terhadap orang-orang Italia yang beremigrasi diwujudkan dengan
mendirikan Kongregasi Misionaris St Karolus Borromeus pada 28 November 1887
atas izin Paus Leo XIII. Kongregasi ini juga didirikan bagi para biarawati pada
25 Oktober 1895. Yohanes juga meyakinkan St. Fransiska Xaveria Cabrini dan
biarawatinya untuk berkarya bagi orang-orang Italia di Amerika.
Yohanes
Battista Skalabrini meninggal dunia pada 1 Juni 1905 di Piacenza, Italia. Pada 9
November 1997 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
sumber: Santo Santa Gereja
Baca
juga orang kudus hari ini:
Langganan:
Postingan (Atom)
