Kamis, 29 Mei 2025

Menjawab Tuduhan Islam: Allah Berdoa Kepada Allah

 

 Tak henti-hentinya umat islam selalu melontarkan tuduhan atas ajaran iman kekristenan. Akarnya ada pada kebencian terhadap kekristenan yang sudah ditanam wahyu Allah dalam alquran. Orang kristen dilihat sebagai musuh yang berbahaya bagi terbongkarnya kebohongan islam yang selama ini ditutup-tutupi. Selain itu, alquran sudah melihat orang kristen berbahaya bagi keimanan islam, karena akan membawa umat islam kepada kemurtadan dan neraka. Karena itulah, mengikuti spirit yang sudah disuarakan alquran, islam terus menerus menyerang kekristenan dengan tuduhan-tuduhan agar kekristenan terlihat buruk dan salah. Jadi, dengan menyerang ajaran kristen umat islam secara tidak langsung sudah melaksanakan juga apa yang telah dilakukan allah swt terhadap ajaran itu. Tujuannya untuk menyesatkan orang kristen.

Selasa, 27 Mei 2025

Saatnya Menjadi Waras. Jangan Cuma Berani Mengkritisi Habib


 Mulai bulan Juni, media di Indonesia dihebohkan dengan fenomena para habib atau habaib. Beberapa fenomena yang terlihat adalah pembelokkan sejarah, pembohongan publik, pembodohan umat hingga dirasakan terjadinya perbudakan spiritual. Tak kurang Majalah TEMPO turun mengulas fenomena ini. Dari fenomena-fenomena ini, muncullah pemberontakan di kalangan islam. Menjadi pertanyaannya, kenapa para ustad, kiai dan tokoh-tokoh islam ini hanya berani mengkritisi para habaib yang bikin resah ini? Atas nama kewarasan, hendaknya jangan cuma habib atau habaibnya saja yang dikritisi.

Sabtu, 24 Mei 2025

KETIKA MENTAL ABS MERASUK KE GEREJA

Pada jaman rezim Soeharto, kita kenal istilah “Asal Bapak Senang” alias ABS. Istilah ini dikenakan kepada Presiden RI, Soeharto. Maksud dari istilah ini adalah bawahan-bawahan Soeharto selalu memberi laporan yang baik dan bagus dengan tujuan supaya Soeharto senang. Apapun keadaan dan situasinya, laporannya selalu yang baik dan bagus.

Presiden tidak suka jika ada berita negatif tentang negeri ini. Presiden akan marah kalau mendengar berita buruk itu. Tentulah, pemberi laporan akan sedikit mendapat teguran dan ancaman. Oleh karena itu, para menteri berusaha memberikan laporan yang positif, bukan hanya untuk menghindari dari teguran dan amarah, melainkan juga supaya presiden senang. Dari sinilah muncul istilah ABS itu.

Bisa dikatakan bahwa metode “Asal Bapak Senang” menutup mata dan telinga presiden akan situasi dan kondisi bangsa yang sebenarnya. Presiden tidak akan tahu bahwa ada rakyat yang kekurangan makanan atau anak sekolah terlantar. Bawahan-bawahan presiden selalu memberi laporan bahwa rakyat hidup damai sejahtera dan pendidikan Indonesia maju.

Metode Asal Bapak Senang ini ternyata bukan hanya ada dalam dunia sekular (politik kenegaraan). Di kehidupan Gereja juga bisa ditemui metode dan juga sekaligus mental ABS ini. Mungkin istilahnya tidak ABS melainkan AUS (Asal Uskup Senang).

Klik di sini untuk baca selanjutnya….