Rabu, 20 Oktober 2021

BUNDA MARIA: MATIKANLAH HAWA NAFSUMU

 

Pesan Bunda Maria ini diambil dari wawancara batin antara Don Stefano Gobbi dan Bunda Maria. Dalam kehidupan Gereja, wawancara batin adalah suatu gejala mistik. Ia bukanlah komunikasi inderawi. Dalam wawancara batin ini orang tidak mendengar dengan telinga atau melihat dengan mata dan tidak ada sesuatu yang bisa disentuh. Jadi, wawancara batin merupakan karunia dalam wujud pesan yang disampaikan Allah kepada kita supaya dilaksanakan dengan bantuan-Nya.

Dalam wawancara batin di sini, Don Stefano menjadi alat komunikasi; dengan tetap menjaga kebebasannya, ia mengungkapkan persetujuan terhadap kegiatan Roh Kudus. Artinya, ia tidak mencari-cari gagasan atau cara pengungkapannya. Ia murni sebagai penyalur pesan.

Wawancara batin antara Bunda Maria dan Don Stefano Gobbi ini memuat pesan Bunda Maria untuk para imam. Pesan yang disampaikan dalam wawancara batin ini, meski terjadi pada tahun 1981, namun nilai dan maknanya masih relevan hingga saat kini. Pesan Bunda Maria ini, secara khusus ditujukan kepada para imam, akan tetapi peruntukkannya bisa juga untuk umat katolik dan umat manusia pada umumnya. Jadi, dalam pesan Bunda Maria yang disampaikan masa lalu, terdapat butir-butir pencerahan untuk masa sekarang.

Semuanya tergantung sejauh mana kita mencerap dan menerimanya.

Selasa, 19 Oktober 2021

INSPIRASI DARI KISAH KEBUN ANGGUR NABOT

 

Bagi umat Kristen tentu sudah tak asing lagi kisah kebun anggur Nabot ini. Kisahnya dapat dibaca di Kitab 1Raja-Raja 21: 1 – 16. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa Raja Ahab merasa iri hati dengan kebun anggur Nabot. Dia ingin memilikinya, namun Nabot tidak memberinya. Dengan akal licik dan kekuasaannya, kebun itu akhirnya bisa berpindah kepemilikan. Tentu setelah Nabot dibunuh.

Kisah ini sudah menjadi bacaan liturgi ekaristi. Mungkin orang bertanya apa relevansi kisah tersebut untuk kehidupan kita dewasa ini. Kisah itu diperkirakan terjadi pada rentang waktu 869 – 850 SM. Jadi, nyaris 3.000 tahun yang lampau. Cerita kebun anggur Nabot merupakan cerita usang. Jika dibarangkan, mungkin kisah ini sudah kadaluwarsa. 

Sekalipun kisah kebun Nabot ini terbilang sudah lama sekali, namun tragedi tersebut masih saja terjadi di zaman modern ini.

Adalah sebuah keluarga ingin mengabdikan hidup mereka untuk membantu masyarakat kecil lewat sebuah lembaga. Sadar bahwa untuk mengurus pendirian sebuah lembaga baru sangatlah sulit dan rumit, apalagi melihat latar belakang etnisnya, maka keluarga ini meminta sebuah yayasan untuk memayunginya. Yayasan ini setuju. Maka dibuatlah kesepakatan bersama.

Senin, 18 Oktober 2021

SEKILAS PANDANG TENTANG INJIL LUKAS

 

Lukas, seorang dokter berkebangsaan Siria, dipertobatkan menjadi Kristen ketika misionaris-misionaris pertama meninggalkan jemaat-jemaat Yerusalem dan Kaisarea untuk membawa Injil melewati batas-batas negara Yahudi. Lukas kemudian meninggalkan tanah airnya untuk menemani Rasul Paulus.

Ia tiba di Roma, ibu kota dunia yang dikenal pada waktu itu, di mana ia tinggal selama sekurang-kurangnya dua tahun. Di sana ia bertemu dengan Petrus dan Markus yang sedang giat-giatnya berkhotbah di kalangan orang-orang Kristen di Roma.

Ketika ia menulis Injilnya, ada banyak sekali naskah yang memuat perbuatan-perbuatan dan mukjizat-mukjizat Yesus yang dengan mudah diperoleh, naskah-naskah mana juga dipergunakan oleh Markus dan Matius. Dalam perjalanannya, ia juga mengambil cerita-cerita lain yang berasal dari murid-murid Yesus yang pertama. Cerita-cerita ini dilestarikan dalam Gereja-Gereja yang paling tua di Yerusalem dan Kaisarea.