Kamis, 07 Oktober 2021

INSPIRASI DARI PENCOBAAN YESUS

 

Setelah mengasingkan diri di sebuah tempat terpencil dan berpuasa selama 40 hari, datanglah seorang iblis menjemput Yesus dengan mobil Lemousine. Tampak iblis itu sopan, polos, lugu dan baik hati. Ia mengenakan pakaian sederhana tapi rapi; sangat kontras dengan penampilan Yesus yang kumal.

Rambut Yesus keriting acak-acakan tak tersentuh oleh sisir. Kulitnya hitam legam, kasar. Rahangnya besar menonjol keluar sehingga wajahnya seperti bersegi empat. Sedangkan matanya sipit asli. Ia mengenakan sarung baju kaos belang-belang serta kopiah tak lepas dari kepalanya.

Si iblis membukakan pintu dan mempersilahkan Yesus masuk. Setelah menutup pintu kembali, mulailah ia membawa Yesus keliling kota. Iblis tau kalo Yesus sudah lapar, maka diajaknya Yesus ke Hoka-Hoka Bento, Wendy’s, KFC, CFC, Donut’s; restoran-restoran yang menghidangkan masakan paling enak dan amat lezat menggiurkan. Namun tak ada reaksi sedikitpun dari Yesus. Akhirnya iblis sadar kalo Yesus tak punya uang.

“Bukankah kamu Kristus. Pergilah ke gereja-gereja yang kaya-kaya itu. Mintalah sebagian uang kolektenya sehingga Kau bisa ke beberapa tempat tadi untuk menikmati makanan yang ada di sana. Bukankah kau sudah lapar?”

Rabu, 06 Oktober 2021

JIKA PAROKUS BERGAYA SEPERTI JOKOWI

 

Jokowi memang fenomenal. Hadirnya Jokowi dalam kampanye pemilihan Gubernur DKI hingga tampilnya sebagai orang nomor satu di Jakarta itu sungguh menyedot perhatian banyak orang, bukan saja di dalam negeri melainkan juga di luar negeri. Banyak orang senang, simpati dan menaruh harapan perubahan pada wajah ibukota negara ini. Semua rasa dan asa itu diletakkan di pundak Jokowi (plus Ahok), karena kepribadian dan kinerja mereka sungguh mendukung terwujudnya rasa dan asa rakyat itu.

Kehadiran Jokowi juga menyita perhatian saya. Karena begitu kagum pada sosok Jokowi ini, sampai-sampai terbawa ke alam mimpi. Yah, saya pernah bermimpi soal Jokowi ini. Tapi mimpi itu bukan tentang Jokowi dan Jakarta, melainkan sosok Jokowi yang merasuk dalam sanubari pastor paroki. Yang menjadi landasan mimpi saya adalah pertanyaan, bagaimana seandainya Pastor Paroki seperti Jokowi dalam mengelola paroki dan karya pastoral.

Jawaban atas pertanyaan itu menghadirkan 7 adegan dalam mimpiku, mirip dalam tayangan film. Inti dari 7 adegan itu adalah perubahan. Yah, sebagaimana Jokowi membawa asa akan Jakarta Baru, demikian pula pastor paroki dapat menghadirkan perubahan dalam wajah parokinya.  Perubahan apa saja?

OKTOBER SEBAGAI BULAN ROSARIO, INI PENJELASANNYA

 

Bulan Oktober, bagi umat katolik, dikenal sebagai bulan Rosario. Pada bulan ini, meski bulan-bulan lain tetap terbuka, umat katolik akan melantunkan doa rosario, baik secara pribadi maupun dalam kelompok/keluarga. Penetapan bulan Oktober sebagai bulan Rosario ini didasarkan pada kebijakan Paus Leo XIII (1878 – 1903) yang menetapkan seluruh bulan Oktober sebagai Bulan Rosario untuk menghormati Bunda Maria. Hal ini berawal dari penetapan tanggal 7 Oktober sebagai hari pesta Santa Maria Ratu Rosario oleh Paus Pius V (1566 – 1572).

Kenapa tanggal 7 Oktober menjadi pesta Santa Maria Ratu Rosario? Adakah peristiwa tertentu di baliknya?

Pesta Bunda Maria Ratu Rosari tanggal 7 Oktober dirayakan untuk memperingati kemenangan armada laut Kristen di Lepanto (1571). Pada masa kekuasaan Paus Pius V, Gereja sedang dilanda bahaya besar dari Timur yang mengancam untuk memusnahkan Kristianitas di seluruh Eropa. Kaum Muslim sangat kuat dan agresif. Bapa Paus memberi peringatan kepada para raja dan pangeran di Eropa bahwa musuh akan membunuh atau menjual mereka yang ditawan ke dalam perbudakan. Akan tetapi, peringatan itu tidak diindahkan.

Ketika Jenderal La Valette yang hebat itu mempertahankan Malta dari serangan bangsa Moor, tak seorang pun yang membantunya kecuali Paus Pius V. Paus mengirimkan uang dari bendahara Vatikan demi mempertahankan benteng yang penting itu. Keterlibatan Paus membuat Raja Turki marah dan menyatakan perang kepada Italia serta mengancam akan menghancurkan setiap kota yang berada di tepi pantai.