Selasa, 06 Oktober 2020

INILAH TANDA KEHAMILAN MUDA

Hamil terkadang menjadi kata yang ditunggu setiap pasangan muda yang memang merindukan kehadiran buah hati. Memang sering juga terjadi ada pasangan yang harus menunggu lama untuk mendapatkan anak (baca: Ini Alasan Wanita Sulit Hamil dan Ini Cara Cepat Hamil). Namun hamil juga bisa menjadi kata yang dihindari oleh remaja yang terlibat dalam pergaulan bebas. Kehamilan terjadi apabila sel sperma dan sel telur bertemu dan menjadi zygot yang tumbuh dalam rahim seorang wanita.
Beberapa wanita kerap tidak menyadari perubahan pada tubuhnya ketika hamil. Padahal ada tanda hamil muda yang akan dirasakan tubuh. Ketika hamil seorang perempuan mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya. Perubahan tersebut mungkin dapat dirasakan dan bisa menjadi salah satu indikator hamil muda.
Bagaimana kita bisa mengetahui soal hamil muda ini? Berikut ini 5 tanda hamil muda yang dirasakan tubuh.
1.    Mual
Wanita hamil biasanya mulai mengalami mual sekitar 2 minggu setelah pembuahan (bukan persetubuhan). Biasanya gejala mual dan muntah memuncak ketika trisemester pertama. Dilansir We Have Kids, mual alias morning sickness, terjadi karena respons tubuh akibat hormon hCG. Hormon tersebut meningkat ketika trisemester pertama. “Pada awal kehamilan, kadar hCG seharusnya meningkat dua kali lipat setiap dua hingga tiga hari,” tutur Terry Hoffman, dokter kandungan di Medical Center Baltimore, seperti dikutip Huffington Post.

Senin, 05 Oktober 2020

INILAH 7 SIKAP BUNDA MARIA YANG PATUT DIHAYATI

Bunda Maria tidak hanya dihormati oleh umat katolik saja. Umat islam, bahkan beberapa umat Buddha, menaruh rasa hormat kepadanya. Ada umat Buddha yang menyamakan Bunda Maria dengan Dewi Kwan im. Penghormatan islam terhadap Bunda Maria terlihat dari salah satu surat dalam Al-qur’an yang memakai namanya. Al-Qur’an sendiri mengakui bahwa Maria adalah sosok yang suci.
Orang katolik melihat Bunda Maria sebagai ibu yang paling tangguh. Kerelaan hatinya untuk menerima tanggung jawab yang diberikan Allah Bapa melalui malaikat Gabriel untuk merawat Yesus dalam rahimnya hingga harus menyaksikan puteranya  yang tak bersalah disiksa, dihina dan dipaku di kayu salib adalah bentuk dari ketangguhan yang tak biasa.

Selain sebagai ibu spiritual bagi umat manusia, khususnya bagi umat katolik, Bunda Maria juga adalah sosok yang sangat inspiratif. Banyak hal yang bisa dipetik dari kisah hidupnya. Berikut ini 7 sikap Bunda Maria yang perlu dicontohi umat manusia, khususnya umat katolik, jaman kini.
1.    Selalu siap katakan “ya” untuk Tuhan
Pertama kali menerima kabar bahwa ia akan mengandung, Bunda Maria langsung menyatakan “ya”, meski dia tahu bahwa saat itu ia belum bersuami sah. Sebuah jawaban “ya” tanpa penolakan sekalipun. Dengan menjawab “ya” Bunda Maria sadar bahwa kehidupan sosial yang akan dijalaninya ke depan akan semakin rumit, karena harus menerima banyak cemooh. Tapi, dalam kondisi tertekan seperti itu sikap Bunda Maria tak pernah berubah. Sama halnya dengan kehidupan kita di jaman now, jika seorang gadis hamil di luar nikah, maka banyak sekali cemooh dan gosip miring yang dialamatkan kepadanya.
2.    Selalu percaya sepenuhnya pada rencana Tuhan

Minggu, 04 Oktober 2020

MEMAHAMI ISTILAH ISLAMFOBIA DAN FOBIAISLAM


TERKAIT dengan dua kata, islam dan fobia, pada umumnya publik lebih mengenal istilah islamfobia daripada fobiaislam. Istilah islamfobia jauh lebih popular sehingga masyarakat tidak tahu dan tidak paham akan istilah fobiaislam. Sekalipun memiliki kesamaan dalam hal “ketakutan”, kedua istilah ini, islamfobia dan fobiaislam tidak hanya berbeda dalam hal makna, tetapi juga subyek dan juga sumbernya.

Istilah islamfobia selalu dikenakan oleh orang islam kepada orang non-muslim yang mempunyai ketakutan terhadap islam. Pertama-tama ketakutan terhadap islam dikaitkan dengan aksi-aksi terorisme. Maklum, setiap aksi teroris selalu terkait dengan islam sehingga istilah islamfobia pun berkorelasi langsung dengan terorisme. Karena itu, setelah peristiwa teroris muncul perasaan takut pada diri kaum non muslim, dan karena perasaan inilah mereka dicap ‘islamfobia’. Umat non muslim takut (fobia) karena bisa saja nyawa dan diri mereka menjadi sasaran kebiadaban para teroris yang memang beragama islam. Mereka bisa mati atau juga cacat fisik yang berlaku seumur hidup. Dan semua itu karena umat islam yang menjalankan perintah Allahnya.

Selain itu, istilah islamfobia juga dikenakan kepada setiap ada orang yang menulis negatif tentang islam. Kesan negatif ini, sebenarnya merupakan sudut pandang umat islam sendiri, karena mereka sudah terlebih dahulu dicekoki bahwa islam itu indah, damai dan rahmatan lil alamin. Dari sudut pandang penulis, sebenarnya mereka hanya mengungkapkan fakta yang ada. Misalnya, penulis buku “Islam and Terorism”, “Understanding Muhammad atau “The Truth about Muhammad”. Banyak penulis buku-buku islam dicap islamfobia lantaran mereka membeberkan tentang sisi gelap dan negatif, baik itu nabi Muhammad maupun agama islam itu sendiri. Sekalipun sumber tulisannya berasal dari islam sendiri, seperti Al-Quran maupun hadis, yang ternyata memang mengungkapkan sisi gelap dan negatif islam (termasuk Muhammad), tetap saja para penulis ini dilabeli islamfobia.

Di balik pelabelan islamfobia ini, tampak jelas bahwa umat islam, yang memberi label tersebut, hendak mengatakan bahwa islam itu baik, dan orang yang “melihat” islam buruk itu salah. Sumber “keburukan” islam yang dilihat atau ditemui oleh umat non muslim sehingga menimbulkan ketakutan terdapat pada ajaran islam (Al-Quran dan hadis) dan prakteknya dalam hidup. Islam mengajarkan untuk membunuh orang kafir, dan itulah yang dilakukan oleh umat islam yang terlibat dalam aksi terorisme. Dapatkah umat islam yang melabeli orang dengan label islamfobia mengembalikan nyawa mereka yang mati atau cacat fisik karena bom bunuh diri? Di samping itu, islam mengajarkan untuk membenci dan memusuhi orang kafir, dan itulah yang dilakukan oleh umat islam yang tampak dalam aksi intoleransi dan kekerasan. Memang patut diakui bahwa hal-hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan tafsir. Akan tetapi, perlu diketahui dan disadari juga, terlebih oleh umat islam sendiri, bahwa masalah beda tafsir ini bukan hanya terjadi pada orang non muslim, tetapi juga pada umat islam sendiri. Hanya sayangnya, label islamfobia sepertinya cuma dikenakan kepada orang non muslim.

Bagaimana dengan istilah fobiaislam? Istilah fobiaislam dipahami sebagai ketakutan yang dialami oleh umat islam. Dasar dari ketakutan ini adalah kecurigaan akan adanya usaha-usaha untuk melemahkan atau menghancurkan islam. Upaya menghancurkan islam ini bisa saja dilihat secara langsung maupun tidak langsung. Upaya tak langsung itu misalnya seperti keunggulan pihak lain, yang dinilai sebagai pelemahan terhadap islam.