Rabu, 08 April 2020

KETIKA KORONA MEWABAH


Maret tahun 2020,
Kemarau semenjak awal tahun baru,
Panasnya sang surya membara menerjang,
Ujung Beting tempatku kering kerontang.
Di tengah kekeringan melanda,
Tiba berita bagi seluruh bangsa dan dunia,
Tentang wabah virus korona,
Membuat cemas dan gelisah setiap warga.
Hujan belum juga kunjung tiba,
Virus korona datang pula,
Rakyat jadi merana.
Ujung Beting, 24 Maret 2020
by: adrian

Selasa, 07 April 2020

LONCENG-LONCENG KUIL

Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai. Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, sedang dan yang kecil, semuanya dibuat oleh para pengrajin terbaik di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil itu serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simphoni. Hati setiap orang yang mendengarkannya pastilah terpesona.
Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga kuil itu bersama dengan lonceng-loncengnya. Menurut cerita turun temurun, lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi, tanpa henti, dan dapat didengar oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. 
Tergerak oleh cerita itu, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ini duduk di tepi pantai, di pulau tak jauh dari pulau, yang diyakini sudah tenggelam bersama kuilnya. Ia duduk berhadapan dengan tempat di mana kuil itu pernah berdiri dan mendengarkan -- mendengarkannya dengan penuh perhatian. Namun yang didengarnya hanyalah suara gelombang laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan suara gelombang itu agar dapat mendengar bunyi lonceng. Namun sia-sia. Suara laut rupanya memenuhi alam raya.

Senin, 06 April 2020

PAUS FRANSISKUS: KALIAN TIDAK BERJALAN SENDIRI


Paus Fransiskus memulai liturgi Pekan Suci yang disiarkan langsung pada hari Minggu dengan mengatakan bahwa penderitaan yang dialami Yesus selama penyaliban dimaksudkan untuk meyakinkan umat manusia bahwa kita tidak sendirian – dan bahwa pandemi virus korona (covid-19) saat ini adalah kesempatan untuk mencintai dan melayani orang lain, seperti yang Yesus telah lakukan. “Ketika kita menemukan diri kita di jalan buntu, tanpa cahaya dan tidak ada jalan keluar, ketika tampaknya Tuhan sendiri tidak peduli, kita harus ingat bahwa kita tidak sendiri,” ujar Paus Fransiskus dalam homilinya saat Misa Minggu Palma, 5 April 2020, yang merupakan awal Pekan Suci Gereja.
Berbicara dalam misa yang disiarkan langsung di Basilika Santo Petrus yang hampir kosong, Paus Fransiskus mencatat bahwa seperti banyak orang yang berjuang dengan rasa takut dan ketidak-pastian, Yesus sendiri mengalami “perubahan total dalam situasi yang belum pernah Ia alami sebelumnya, agar kemudian bersatu dengan kita dalam segala hal”. Paus Fransiskus menjelaskan, “Itulah cara Yesus melayani kita: Dia turun ke jurang penderitaan yang paling pahit, memuncak dalam pengkhianatan,” bahkan perasaan ditinggalkan oleh Allah.
Di tengah situasi saat ini, dimana covid-19 terus menyebar dan merengut nywa, Paus Fransiskus berkata, “Yesus berbicara kepada setiap orang dan mengatakan: beranilah, buka hatimu untuk cinta-Ku. Kamu akan merasakan penghiburan karena Allah yang menopang kamu.”
Paus Fransiskus berbicara selama Misa Minggu Palma, yang tahun ini disiarkan langsung dari dalam Basilika Santo Petrus. Misa publik di seluruh Italia telah ditangguhkan sejak 8 Maret, dan sejalan dengan pembatasan itu, Vatikan memilih untuk merayakan Pekan Suci dan liturgi Paskah tanpa kehadiran umat. Paus Fransiskus tidak merayakan Misa Minggu Palma di altar utama basilika, sepertti biasanya ia lakukan. Paus Fransiskus memimpin misa dari altar kursi, yang berada di belakang altar utama, tepat di bawah jendela Roh Kudus, lukisan seniman barok terkenal Gian Lorenzo Bernini.