Senin, 22 Agustus 2016

CINTA AKAN UANG AWAL DARI KORUPSI

Pada waktu kaki Yesus diminyaki Maria dengan minyak narwastu, Yudas Iskariot berkomentar, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinardan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Dikatakan bahwa pernyataan Yudas itu bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya (Yoh 12: 1 – 6)
Uang itu memang menggoda, karena ia adalah salah satu bentuk godaan. Uang, sebagai godaan, masuk dalam kelompok harta kekayaan. Oleh karena itu, orang yang selalu dan sering bersentuhan dengan uang, seperti kasir, bendahara, dll, adalah orang pertama yang digoda atau tergoda.
Contoh di atas sudah membuktikan. Yudas Iskariot adalah pemegang kas kelompok para murid. Dia memegang uang. Dan uang itu juga yang menggoda dia. Makanya dikatakan ia sering mengambil uang dalam kas. Bahkan karena godaan uang ia rela menjual Yesus.
Kita juga tentu masih ingat Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara Partai Demokrat, atau Gayus HP Tambunan. Mereka-mereka ini selalu bersentuhan dengan uang. Karenanya, uang itu juga yang menggoda mereka untuk korupsi.
Apakah korupsi ini terjadi karena iman yang lemah? Bisa ya, bisa juga tidak. Namun harus diingat bahwa sekuat apapun iman seseorang, jika terus menerus digedor dengan godaan tadi, pastilah lemah juga. Bayangkan, setiap hari bersentuhan dengan godaan itu. Yesus sendiri pernah mengatakan bahwa sekalipun roh itu memang penurut, namun daging lemah, sehingga kita harus waspada supaya tidak jatuh dalam godaan (Mat 26: 41).
Bukan lantas berarti iman itu tidak ada gunanya. Iman tetap dibutuhkan. Akan tetapi, iman yang kuat ini harus ditunjang dengan sikap rendah hati dan penuh syukur. Orang yang memiliki sikap syukur akan dijauhi keinginan untuk korupsi, karena ia senantiasa mensyukuri apa yang ada pada dirinya. Ia tida mudah jauh kepada sikap iri hati atau serakah, yang menjadi benih korupsi.

Di samping itu, diperlukan juga sistem transparansi laporan keuangan. Iman yang dibantu dengan transparansi akan membuat orang tahan akan godaan uang. Transparansi merupakan salah satu langkah pencegahan agar orang tidak larut dalam godaan uang dalam tindakan korupsi. Dengan transparansi, kita melibatkan orang lain sebagai pengontrol, sehingga bukan kita sendiri yang menghadapi godaan korupsi. Karena korupsi itu tumbuh dalam suasana ketertutupan.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Ini Alasan Kenapa ISIS Serang Arab Saudi

ARAB SAUDI DAN NIIS
Aksi bom bunuh diri beruntun yang dilakukan Negara Islam di Irak dan Suriah di Arab Saudi – Qatif, Jeddah dan Madinah (5/7/2016) – membuka lembaran baru relasi Negara kaya minyak itu dengan kelompok teroris paling brutal saat ini.
Semua tahu, geneologi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) tidak bisa dipisahkan dari pertarungan politik antara rezim yang berkuasa dan pihak oposisi di Irak dan Suriah. Instabilitas politik di dua negara itu telah memunculkan lahirnya kelompok-kelompok perlawanan yang membawa bendera agama.
Di Suriah, Arab Saudi bersama Negara Teluk lainnya menyokong pihak oposisi. Alasan mereka, melengserkan rezim Bashar al-Assad sama halnya dengan melemahkan pengaruh Iran di kawasan. Arab Saudi dan sekutunya punya target yang tak main-main memerankan kartunya di Timur Tengah mengubah peta geopolitik. Karena itu, seluruh kelompok oposisi yang punya misi menjatuhkan rezim Assad mendapat dukungan finansial dan persenjataan yang sangat luar biasa.
Namun, satu hal yang tak dikalkulasi Arab Saudi dan Negara Teluk, di antara kelompok oposisi tersebut punya misi terselubung. Kelompok oposisi punya mimpi masing-masing perihal masa depan Irak dan Suriah. Menumbangkan rezim Assad hanya sarana antara. Tujuan utamanya mendirikan Negara Agama, glorifikasi negara masa lalu.
NIIS salah satu kelompok oposisi yang terang-terangan mendirikan negara di tengah kekecamukan politik yang tak berujung itu. Mereka menjadikan kota-kota yang dikuasai, seperti Mosul (Irak) dan Raqqa (Suriah), basis mengendalikan kekuasaannya. Bahkan NIIS belakangan mendeklarasikan sebagai jaringan global dengan tak lagi menjadikan Irak dan Suriah basisnya. Mereka menyebut kelompoknya sebagai Negara Islam yang tersebar di seantero dunia dengan menggunakan media sosial sebagai komunikasi internal.
Pertanyaannya, kenapa NIIS yang semula mendapatkan sokongan dari Arab Saudi dan Negara Teluk kini justru menyerang balik Arab Saudi? Bukankah ideologi NIIS sejalan dengan ideologi yang dianut Arab Saudi?
Sepintas serangan NIIS ke Arab Saudi sehari menjelang Idul Fitri memang terlihat aneh dan ganjil. Tidak terbayangkan NIIS akan melancarkan aksi brutal ke negara yang telah jadi inspirasi dan penyokong gerakan mereka dalam melawan rezim Assad dan gerakan melumpuhkan pengaruh Iran di kawasan. Lebih-lebih serangan tersebut dilancarkan pada hari umat islam sedang mengakhiri puasa Ramadhan.
Beberapa alasan

Jumat, 19 Agustus 2016

Orang Kudus 19 Agustus: St. Ezekhiel Moreno

SANTO EZEKHIEL MORENO, PENGAKU IMAN
Ezekhiel Moreno y Diaz lahir pada 9 April 1848 di Alfaro, Spanyol. Ia adalah putera dari Felix Moreno dan Maria Josefa Diaz. Pada tahun 1864 Ezekhiel memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Agustinus Recollectorum di Monteagudi, Navarra, Spanyol. Setelah belajar teologi dan mengikrarkan kaulnya, Ezekhiel bersama 17 biarawan lainnya dikirim ke Filipina.
Pada 5 Juni 1871 Ezekhiel ditahbiskan menjadi imam di Filipina. Setelah ditahbiskan, Ezekhiel berkarya selama 15 tahun di Filipina. Ezekhiel kemudian dipanggil pulang pada tahun 1885 untuk kemudian bertugas sebagai rektor untuk kolese dan novisiat di Monteagudo. Tahun 1888 Ezekhiel mengajukan diri untuk kembali menjadi misionaris, dan ia dikirim ke Kolombia.
Ezekhiel bertugas sebagai prior untuk provinsi Candelaria. Di bawah kepemimpinannya para biarawan dapat berkarya sampai Casanare. Pada 1 Mei 1894 Ezekhiel ditahbiskan menjadi uskup dan ditugaskan sebagai Vikaris Apostolik Casanare. Ezekhiel ditunjuk sebagai Uskup Posto pada 2 Desember 1895.
Pada tahun 1899 – 1902 terjadi perang di tempat Ezekhiel berkarya. Pada masa itu Ezekhiel  tampil membela Gereja dan menjadi suara umatnya. Di akhir hidupnya Ezekhiel  menderita penyakit kanker. Ezekhiel meninggalkan Posto pada Desember 1905 dan menghabiskan sisa hidupnya di Monteagudo.
Ezekhiel Moreno y Diaz meninggal dunia pada 19 Agustus 1906 di Monteagudo, Spanyol. Pada 1 November 1975 Ezekhiel dibeatifikasi oleh Paus Paulus VI, dan pada 11 Oktober 1992 ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini: