Minggu, 14 Februari 2016

Orang Kudus 14 Februari: St. Methodius

SANTO METHODIUS, PENGAKU IMAN
Methodius lahir pada sekitar tahun 826 di Tesalonika, Yunani. Ia adalah saudara dari Santo Sirilus, dan kemungkinan besar ibunya adalah orang Slavia, karena mereka mampu berbahasa Slavia. Keluarganya adalah keluarga bangsawan dan dikatakan masih memiliki hubungan dengan Senat Tesalonika. Methodius belajar filsafat di Universitas Konstantinopel. Ia kemudian ditahbiskan sebagai seorang imam dan menjadi biarawan.
Pada tahun 861 Methodius dikirim bersama saudaranya oleh Kaisar untuk mempertobatkan orang-orang Yahudi Khazars. Dalam tugas ini mereka tidak hanya berhasil, tetapi juga mempelajari budaya dan bahasa Khazars. Kemudian muncul permintaan dari Moravia untuk mengirimkan pengkotbah Injil. Dengan bermodalkan bahasa Slavia yang digunakan di Moravia, dan keberhasilan pada misi sebelumnya, Methodius dan Santo Sirilus mengajukan diri untuk bermisi di Moravia.
Tahun 863 mereka pergi ke Moravia. Di sini mereka menerjemahkan liturgi dan Kitab Suci ke dalam Bahasa Slavia. Apa yang mereka lakukan mendapat pertentangan, karena pada saat itu penggunaan bahasa setempat belumlah dikenal dalam Gereja Barat (bahasa setempat baru digunakan dalam Gereja Barat setelah Konsili Vatikan II).
Methodius dan Sirilus dipanggil oleh Paus Nikolaus I (858 - 867) ke Roma, tetapi Bapa Paus keburu meninggal sebelum bertemu mereka. penggantinya, Paus Adrian II, menerima mereka dan memberikan dukungan atas perbuatan mereka. keduanya diangkat sebagai Uskup, tetapi Sirilus tidak dapat kembali ke Moravia karena ia meninggal di Roma pada 14 Februari 869. Methodius kembali ke Moravia dan menjadi Uskup Agung.
Pada tahun 870, dalam sinode Ratisbon, Methodius dikutuk, diturunkan dan dipenjarakan. Tiga tahun kemudian ia dibebaskan oleh Paus Yohanes VIII. Bapa Paus juga mengembalikan jabatannya. Methodius kemudian menyelesaikan menerjemahkan seluruh Kitab Suci ke dalam Bahasa Slavia, kecuali Kitab Makabe. Methodius meninggal dunia pada 6 April 885 di Moravia, Republik Ceko.
Baca juga orang kudus hari ini:

Jumat, 12 Februari 2016

Orang Kudus 12 Februari: St. Humbelina

BEATA HUMBELINA, PENGAKU IMAN
Humbelina lahir pada sekitar tahun 1092, kemungkinan di Fontaines-les-Dijon, Burgundy, Perancis. Ia adalah puteri dari keluarga bangsawan Perancis. Humbelina merupakan saudari dari Santo Bernardus Clairvaux. Pada masa mudanya, ia menikah dengan Guy de Marcy, dan ia sangat popular sekali.
Suatu ketika Humbelina mengunjungi saudaranya St. Bernardus. Pada saat itu ia bertobat atas kehidupan yang selama ini ia jalani. Atas izin suaminya Humbelina menjadi seorang biarawati Benediktin di Biara Jully les Nonnais. Humbelina kemudian menjadi petapa dan abdis menggantikan saudara iparnya, Elizabeth.
Humbelina meninggal dunia pada tahun 1763 dalam dekapan saudaranya. Pada tahun 1763 kultusnya diakui oleh Paus Klemen XIII, tetapi kurang jelas apakah ia telah dibeatifikasi atau dikanonisasi. Akan tetapi, yang jelas Humbelina dihormati sebagai orang kudus, karena dalam beberapa sumber ia dinyatakan sebagai santa.
Baca juga orang kudus hari ini:

Rabu, 10 Februari 2016

Memahami tentang Rabu Abu

RABU ABU: ALASAN, MAKNA DAN TUJUANNYA
Seorang muslim pernah berkata, “Enak ya, jadi katolik itu gak ada puasanya.” Dia langsung kaget ketika dikatakan bahwa orang katolik juga punya tradisi puasa. Lama masa puasa itu adalah 40 hari. Angka 40 memiliki makna rohani sebagai lamanya persiapan, seperti yang pernah dilakukan oleh Musa (lih. Kel 34: 28) atau Nabi Elia (lih. 1Raj 19: 8), dan Tuhan Yesus sendiri (lih. Mat 4: 2).
Masa puasa ini sering juga disebut masa prapaskah. Perlu diketahui, masa prapaskah tidak semata-mata dimaknai sebagai tindakan berpuasa saja, melainkan juga untuk bertobat dan berderma. Masa prapaskah selalu diawali pada Rabu Abu. Pada hari ini semua umat katolik diundang untuk mengikuti perayaan penerimaan abu.
1.    Mengapa Hari Rabu
Gereja Katolik menerapkan puasa ini selama 6 hari dalam seminggu (hari Minggu tidak dihitung karena dianggap sebagai peringatan Kebangkitan Tuhan Yesus), maka masa puasa berlangsung selama 6 minggu ditambah 4 hari, sehingga genap 40 hari. Dengan demikian, hari pertama puasa jatuh pada hari Rabu supaya bisa genap 40 hari.
Ritual perayaan Rabu Abu ditemukan dalam edisi awal Gregorian Sacramentary yang diterbitkan sekitar abad VIII. Sekitar tahun 1000, seorang imam Anglo-Saxon bernama Aelfric menyampaikan dalam kotbahnya bahwa menaburi diri dengan abu serta membalut tubuh dengan kain kabung merupakan ungkapan tobat. Aelfric mengajak umat untuk bersedia menerima abu di kepala sebagai tanda bahwa “kita wajib menyesali dosa-dosa kita terutama selama masa Prapaskah.”
2.    Mengapa Pakai Abu