Senin, 16 Maret 2015

Renungan Hari Senin Prapaskah IV - B

Renungan Hari Senin Prapaskah IV, Thn B/I
Bac I    Yes 65: 17 – 21; Injil                        Yoh 4: 43 – 54;

Hari ini bacaan pertama diambil dari Kitab Nabi Yesaya. Dalam kitabnya, Nabi Yesaya menyampaikan kegembiraan Allah akan umat-Nya. Dikatakan bahwa Allah akan membuat langit dan bumi yang baru; yang lama akan ditinggalkan dan dilupakan. Yang lama di sini bisa dimengerti sebagai dosa dan pelanggaran manusia. Tuhan Allah akan mengajak umat untuk memulai hal yang baru. Kegembiraan Allah ini bukanlah kegembiraan Allah semata, melainkan juga kegembiraan manusia. Alah bergembira karena umat manusia akan bergembira.

Kegembiraan ini juga yang menjadi topik pembicaraan Injil hari ini. Dalam Injil dikisahkan Tuhan Yesus yang menyembuhkan anak pegawai istana di Kapernaum. Penyakit selalu mendatangkan duka dan kesedihan. Namun keluarga dari anak yang sakit ini tidak lantas kehilangan harapan. Ketika mendengar Tuhan Yesus datang, segera ia memohon agar Tuhan Yesus datang dan menyembuhkan anaknya. Dan Tuhan Yesus memenuhi harapannya dan harapan keluarganya sehingga anaknya sembuh. Di sini mau ditampilkan bahwa Tuhan Yesus datang membawa kegembiraan.

Dalam kehidupan sering orang yang putus asa dan bersedih. Tak jarang pula kita sendiri mengalami hal tersebut. Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita agar di saat keputusasaan dan kesedihan melanda, janganlah kita kehilangan harapan. Datanglah kepada Tuhan. Pada Tuhan ada kegembiraan. Selain itu, sabda Tuhan juga menghendaki supaya kita menjadi bentara kegembiraan Allah bagi sesama yang sedang bersedih. Pesan sabda Tuhan ini sejalan dengan pesan masa prapaskah. Dalam masa prapaskah ini kita diajak untuk berbagi kasih kepada sesama. Kasih dapat mendatangkan kegembiraan.

by: adrian

Minggu, 15 Maret 2015

Doa Tahun Hidup Bakti 2015

DOA TAHUN HIDUP BAKTI
Allah Bapa yang maha kuasa,
kami bersyukur kepada-Mu
sebab Engkau telah memanggil kami
mengikuti Yesus dengan sepenuh hati
dalam semangat Injil-Nya
dan dalam semangat pelayanan Gereja.
kami juga bersyukur karena oleh Roh Kudus
kami Kau panggil menjadi saksi cinta
dan belaskasih-Nya ke seluruh dunia.

Kami bersyukur
karena Engkau telah memanggil dari umat-Mu
beberapa orang untuk mengikuti Kristus
dengan lebih dekat
dan untuk menerjemahkan Injil
dalam bentuk hidup tertentu,
Membaca dengan mata iman
tanda-tanda aman demi Gereja-Mu yang kudus.

Buatlah mereka yang Kau panggil
mengikuti Kristus secara lebih dekat itu
menghidupi panggilan mereka
dengan penuh semangat dan hati gembira
sebab sungguh indahlah panggilan-Mu bagi mereka
sebagaimana mereka rasakan selama ini.

Renungan Hari Minggu Prapaskah IV - B

Renungan Hari Minggu Prapaskah IV, Thn B/I
Bac I    Taw 36: 14 – 16, 19 – 23; Bac II                 Ef 2: 4 – 10;
Injil      Yoh 3: 14 – 21;

Bacaan pertama hari ini diambil dari Kitab Tawarikh. Di sini disampaikan tentang keberdosaan umat Israel. Banyak di antara mereka yang tidak lagi mengindahkan perintah Tuhan, melainkan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Bait Allah dinajiskan, rumah Allah yang lainnya dibakar dan temboknya diruntuhkan. Sungguh sebuah kejahatan yang sangat besar yang dilakukan umat kepada Tuhan Allah. Namun, Tuhan tetap mengasihi mereka. Tuhan tetap menyampaikan pesan-Nya melalui para utusan-Nya, sekalipun utusan itu diolok-olok mereka.

Gambaran Allah yang begitu mengasihi umat-Nya kembali ditampilkan dalam Injil hari ini. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (ay. 6). Di sini tampak jelas bahwa Allah tidak ingin manusia binasa. Allah mau manusia hidup bahagia. Namun dosa membuat manusia jauh dari kasih Allah. Dan untuk kembali mendapatkan manusia itu, Allah mengorbankan Putera-Nya.

Bacaan kedua, yang diambil dari surat Paulus kepada jemaat di Efesus, seakan merefleksikan bacaan Injil. Dalam suratnya Paulus menegaskan bahwa Allah kaya akan rahmat dan besar kasih-Nya bagi umat manusia. Sekalipun manusia sering jatuh ke dalam dosa dan kesalahan, namun Allah tetap mengarunikan kasih-Nya kepada manusia. Kasih Allah itu terlihat dalam diri Yesus Kristus. Bagi Paulus, Kristus itulah yang telah menghidupkan umat dari kematiannya akibat dosa dan kesalahan.

Sabda Tuhan hari ini pertama-tama menyadarkan kita bahwa Allah begitu mengasihi kita. Sekalipun kita sering berbuat dosa, Allah tetap mengasihi kita. Puncak kasih Allah itu terlihat dari kematian Yesus Kristus di kayu salib. Dengan kematian-Nya itu, kita memperoleh keselamatan. Jadi, tampak jelas bahwa Allah menghendaki kita bahagia. Hanya iblis yang menginginkan kita menderita. Iblis selalu berusaha menjauhan kita dari kasih Allah dengan berbuat dosa. Dosa selalu mendatangkan penderitaan. Namun, sekalipun kita berdosa, Allah tetap mengasihi kita dan menawarkan keselamatan bagi kita. Semua tergantung pada diri kita. Jika kita percaya pada-Nya, maka kita akan memperoleh hidup.

by: adrian