Kamis, 11 Desember 2014

Renungan Hari Kamis Adven II - B

Renungan Hari Kamis Adven II, Thn B/I
Bac I    Yes 41: 13 – 20; Injil               Mat 11: 11 – 15;

Bacaan pertama hari ini diambil dari Kitab Nabi Yesaya. Dalam kitabnya, Nabi Yesaya mengatakan bahwa Allah akan senantiasa menolong umat-Nya, yaitu umat Israel. Sekalipun bangsa Israel digambarkan sangat lemah, seperti cacing dan ulat, Allah tidak akan membiarkan mereka binasa. Bahkan Tuhan Allah akan membuat mereka menjadi kuat. Ini merupakan suatu keyakinan. Yesaya menyiratkan bahwa Allah ingin supaya hal ini diketahui oleh umat Israel turun temurun.

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus bercerita tentang Yohanes Pembaptis. Bagi Tuhan Yesus, Yohanes adalah orang besar, yang berusaha meneruskan pengajaran Tuhan. Jika dikaitkan dengan bacaan pertama, maka bisa dikatakan bahwa keyakinan bangsa Israel, yang semulanya hendak diketahui turun menurun, telah diserongkan. Ada indikasi pemutar-balikan keyakinan sehingga orang mulai meninggalkan Tuhan. Orang tidak lagi yakin bahwa Allah akan menolong umat-Nya. Sebagai gantinya, orang berpaling kepada allah-allah lain.

Pemutar-balikan keyakinan tidak hanya terjadi pada zaman Yesus, tetapi berlanjut hingga kini. Sebelumnya kita yakin bahwa Tuhan itu maha kuasa. Keyakinan ini membuat manusia sujud menyembah kepada-Nya. Namun dewasa ini, banyak orang menemukan kekuasaan lain yang dapat menolong hidupnya, yaitu uang. Tidak hanya umat awam saja, melainkan juga kalangan imam pun tak luput dari pemalingan ini. Banyak dari kita tidak lagi sujud menyembah Tuhan, melainkan uang. Uang menjadi maha kuasa, sehingga segala cara dilakukan untuk mendapatkan uang, karena uang dapat menolong hidupnya. Karena itu, korupsi merajalela. Korupsi bukan hanya terjadi di Negara, tetapi juga Gereja, dimana pelakunya adalah para gembala. Sabda Tuhan hari ini mau mengingatkan kita bahwa Tuhanlah satu-satunya yang akan menolong kita. Tuhan mengajak kita untuk senantiasa mengarahkan hati dan hidup kita kepada-Nya.


by: adrian

Rabu, 10 Desember 2014

Minat Sosial Remaja

MINAT-MINAT SOSIAL YANG UMUM PD ANAK REMAJA
Pesta
Minat terhadap pesta dengan teman-teman lawan jenis pertama kali tampak sekitar usia tiga belas atau empat belas tahun. Sepanjang masa remaja anak perempuan lebih menyukai pesta daripada anak laki-laki.

Minum Minuman Keras
Minum minuman keras pada saat berkencan atau pesta semakin bertambah popular selama masa remaja. Remaja perempuan bersama teman-teman sejenis jarang minum minuman keras dibandingkan dengan remaja pria.

Obat-obat Terlarang
Meskipun tidak bersifat universal, penggunaan obat-obat terlarang merupakan kegiatan klik dan kegiatan pesta yang popular, yang dimulai pada awal masa remaja. Banyak remaja mencoba obat-obat ini karena “harus dicoba”, meskipun beberapa kemudian menjadi kecanduan.

Percakapan
Setiap remaja memperoleh rasa aman bila berada di antara teman-teman dan membicarakan hal-hal yang menarik atau yang mengganggunya. Pertemuan-pertemuan seperti ini merupakan kesempatan untuk mengeluarkan isi hati dan memperoleh pandangan baru terhadap masalah yang dihadapi.

Renungan Hari Rabu Adven II - B

Renungan Hari Rabu Adven II, Thn B/I
Bac I    Yes 40: 25 – 31; Injil             Mat 11: 28 – 30;

Sabda Tuhan hari ini sama-sama mau mengatakan bahwa pada Tuhan ada kekuatan. Dalam Kitab Nabi Yesaya, yang menjadi bacaan pertama hari ini, Nabi Yesaya mengatakan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Kuat; Ia tidak pernah menjadi lemah dan lesu. Yesaya berkata, “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.” (ay. 29). Karena itu, orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru. Kekuatan yang ada pada Allah tidak akan pernah berakhir, karena Allah adalah kekal sehingga kekuatan-Nya pun bersifat kekal.

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus memang tidak menggunakan kata “kekuatan”, tetapi kata “kelegaan”. Sekalipun berbeda, namun kedua kata ini memiliki makna yang sama. Pada Yesus ada kelegaan. Kelegaan ini diberikan kepada mereka yang letih lesu dan berbeban berat. Dengan kelegaan itu, tentulah mereka tidak akan letih lesu lagi dan bisa memikul beban yang berat itu. Jadi, ada kesamaan dengan kekuatan. Yang menarik di sini adalah kelegaan atau kekuatan itu akan diberikan kepada mereka yang mau datang kepada Tuhan Yesus. jadi, orang akan mendapat kelegaan atau kekuatan jika datang kepada Yesus.

Setiap manusia pasti mempunyai beban masalah dalam hidup. Semua manusia selalu mendapat serangan dari dosa. Sebagai manusia, tentulah kita memiliki kelemahan. Terkadang kita tak mampu menyelesaikan masalah sendirian. Sering kita tak kuat menghadapi godaan dosa. Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa pada Tuhan ada kekuatan. Tuhan memanggil dan menawari kita kekuatan-Nya sehingga kita dapat menghadapi berbagai cobaan hidup ini. Kita perlu datang kepada-Nya. Sehebat apapun kita, pastilah kita punya kelemahan dan kekurangan. Kita tak bisa menghadapi masalah sendirian. Datanglah kepada Tuhan dan biarkan Dia yang membantu kita.

by: adrian