Kamis, 13 Maret 2014

Orang Kudus 13 Maret: St. Ludovikus Casoria

SANTO LUDOVIKUS CASORIA
Archangelo Palmentieri lahir pada 11 Maret 1814 di Casoria, Naples, Italia. Sebelum menjadi biarawan, ia adalah seorang pembuat lemari. Pada tahun 1832, ia bergabung dengan Ordo Fransiskan, dan mengambil nama Ludovikus. Lima tahun setelah ditahbiskan, ia mengajar kimia, fisika, dan matematika, kepada anggota muda di provinsialnya. Pada tahun 1847, akibat sebuah peristiwa mistik, ia mengubah hidupnya. Ludovikus menjadi mengabdikan dirinya pada orang miskin dan lemah, mendirikan klinik, dan panti asuhan. 

Pada tahun 1852, ia membuka sekolah bagi anak-anak keturunan Afrika. Ludovikus juga mendirikan institut untuk anak-anak bangsawan, dan juga institut bagi para anak yatim-piatu. Ia juga berkarya kepada orang-orang bisu-tuli, tuna netra, orang-orang jompo, dan para wisatawan. Atas saran dari berbagai pihak, pada tahun 1859, ia mendirikan kongregasi Ordo Ketiga Fransiskan di San Pietro. Kongregasi ini juga dikenal dengan Kongregasi Bruder-Bruder Kasih. Tiga tahun kemudian ia mendirikan Kongregasi Suster-Suster dari St. Elisabeth. 

Sembilan tahun sebelum meninggal, Ludovikus terserang penyakit yang serius dan menyakitkan. Ludovikus dari Casoria, O.F.M., meninggal pada 30 Maret 1885 di Pausilippo, Italia. Pada 18 April 1993, ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Renungan Hari Kamis Prapaskah I - A

Renungan Hari Kamis Prapaskah I, Thn A/I

Bacaan pertama hari ini diambil dari Kitab Esther. Kitab ini mengisahkan tentang raja yang baik, yaitu Raja Mordekhai. Kebaikan itu terlihat dari ungkapan raja yang berbelas kasih terhadap orang yang mendapat hukuman mati. “Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup.” (ay. 11). Orang yang akan mati (karena hukuman mati) mendapatkan apa yang diharapkan, yaitu hidup.

Pesan yang disampaikan dalam Kitab Esther, kembali ditegaskan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Memang dalam Injil Yesus memberikan pengajaran tentang doa, namun di sana hendak ditegaskan bahwa Allah itu adalah Bapa yang Maha Baik. Allah akan memberikan apa yang baik, yang dibutuhkan oleh umat-Nya. Karena itulah, hendaknya umat senantiasa datang dan meminta kepada Tuhan. Salah satunya melalui doa.

Saat ini kita berada dalam masa prapaskah. Sebagaimana yang sudah diketahui, masa prapaskah memiliki tiga aktivitas, yaitu puasa, doa dan amal kasih. Hari ini, sabda Tuhan mengangkat satu aktivitas itu, yaitu doa. Tuhan menghendaki agar kita senantiasa datang kepada-Nya dan berdoa. Tuhan akan mendengarkan dan mengindahkan doa kita itu, karena Dia adalah Allah yang Maha Baik. Allah akan senantiasa memperhatikan kebutuhan umat-Nya.

by: adrian

Rabu, 12 Maret 2014