Rabu, 05 Juni 2013

Orang Kudus 5 Juni: St. Ferdinandus

Santo ferdinandus, Martir
Informasi mengenai orang kudus ini sangat terbatas. Yang pasti, Ferdinandus hidup pada abad XV. Ia dijuluki “Pangeran Tabah” (=El Pricipe Constante). Ia ditangkap oleh tentara Maroko ketika bersama saudaranya, Hendrikus Navigator, berperang di Ceuta. Ia menjadi sandera dank arena tak mampu membayar uang tebusan Ferdinandus tak dibebaskan. Lalu ia disiksa dengan keji sampai mati pada tahun 1443

sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Rabu Biasa IX-C

Renungan Hari Rabu Biasa IX, Thn C/I
Bac I   : Tb 3: 1 – 11a, 16 – 17a; Injil     : Mrk 12: 18 – 27

Salah satu falsafah orang Jepang yang cukup terkenal sekaligus sadis adalah Harakiri: membunuh diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan dan pelanggaran. Bunuh diri sering dilihat sebagai bentuk penyelesaian masalah. Padahal ia merupakan pelarian dari masalah.

Sabda Tuhan hari ini mau mengajarkan kepada kita soal semangat hidup. Jangan pernah merasa putus asa, sekalipun cobaan berat menghadang. Tetap menanamkan budaya hidup, bukan budaya mati. Ini terlihat dalam bacaan pertama dalam sosok Tobit dan Sara. Mereka menghadapi masalah yang sangat berat sehingga sempat berpikir untuk mati. Namun akhirnya mereka sadar bahwa mati bukanlah solusi, melainkan melarikan diri.

Injil hari ini, secara implisit, mengisahkan kisah hidup Sara yang ada dalam bacaan pertama. Di sini Yesus memperkenalkan budaya hidup dengan mengatakan bahwa Allah itu adalah Allah orang hidup.

Karena itu, pesan Tuhan dalam sabda-Nya hari ini adalah agar kita jangan mudah menyerah. Jangan lari dari masalah, tapi hadapilah. Jika kita memang sudah tak sanggup lagi, datanglah kepada Tuhan. Kita dapat mengambil contoh sikap iman Sara. Sekalipun masalah berat menderanya dan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya, ia akhirnya menemukan Tuhan dengan berkata, “Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang! Moga-moga terpujilah nama-Mu selama-lamanya dan semoga segala buatan tangan-Mu memuji Engkau selamanya.” (Tb 3: 11).

by: adrian

Selasa, 04 Juni 2013

(Inspirasi Hidup) Sukses Berawal dari Kegagalan

SUKSES BISA BERAWAL DARI KEGAGALAN
Kita tentu sudah kenal dengan Oprah Winfrey yang terkenal dengan acara televisinya Oprah Show. Oprah pernah berkata, "Berpikirlah seperti ratu. Ratu tidak takut gagal. Kegagalan adalah batu loncatan lain untuk keberhasilan."

Saat mengalami masa-masa sulit, memang susah menjaga pola pikir untuk tetap positif dan mencegah hati merasa sebagai seorang pecundang. Tetapi dengan mengingat lagi kisah-kisah orang besar, bisa dipastikan setiap orang yang berhasil pasti pernah gagal. Tetapi mereka tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang gagal.

Wolfgang Mozart, misalnya, salah satu pencipta musik genius pernah dikritik oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap operanya berjudul The Marriage of Vigaro "terlalu bising" dan mengandung "terlalu banyak not".

Pelukis Vincent van Gogh yang lukisannya mencapai rekor tertinggi dalam nilai penjualan, hanya berhasil menjual satu lukisan selama seumur hidupnya.

Mantan presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln pun punya daftar panjang kegagalan. Gagal dalam bisnis, berulang kali juga gagal terpilih menjadi anggota kongres dan senat. Hingga pada akhirnya, di tahun 1860 ia terpilih sebagai presiden ke-16 Amerika Serikat  dan menjadi salah satu presiden tersukses dalam sejarah negara itu.


Pada akhirnya, tidak jadi masalah, kapan dan di mana kita pernah gagal atau berapa banyak kesalahan yang dibuat. Saat menghadapi semua kesulitan, penolakan dan kegagalan itu, tetaplah percaya diri dan MENOLAK menganggap diri sebagai  orang gagal.

by: adrian, diolah dari email Anne Ahira