Rabu, 29 Mei 2013

Orang Kudus 29 Mei: St. Teodosia Konstantinopel

santa teodosia konstantinopel, Martir
Sebagai martir dari Konstantinopel, Teodosia adalah salah seorang martir dari Gereja Katolik Timur. Ia menderita penganiayaan hebat dari para musuh Gereja pada abad kedelapan (745) pada masa pemerintahan Kaisar Konstantin V.

pada tahun 726, Kaisar Byzantium Leo III mengeluarkan sebuah dekrit yang melarang pemujaan terhadap gambar-gambar kudus. Puteranya Konstantin, yang menggantikan dia terus melanjutkan politiknya dalam memberantas praktek pemujaan terhadap gambar-gambar kudus. Ia memerintahkan pengrusakan atas sebuah lukisan Yesus yang termasyur di biara Santo Atanasius di Konstantinopel. Teodosia sebagai seorang biarawati di biara itu mencoba menyembunyikan lukisan itu. Karena itu ia ditangkap dan dianiaya hingga mati

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Rabu Biasa VIII-C

Renungan Hari Rabu Biasa VIII, Thn C/I
Bac I : Sir 36: 1, 4 – 5, 10 – 17; Injil     : Mrk 10: 32 – 45

Dalam bahasa Kitab Suci, menuju ke Yerusalem, bagi Yesus, berarti menuju kepada kematian. Sementara kematian itu sendiri merupakan kemuliaan dan penebusan bagi umat manusia. Ada pertentangan antara kemuliaan (atas) dengan kematian (bawah). Bagi Yesus, untuk sampai di atas, orang harus mulai dari bawah.

Pertentangan inilah yang digunakan Yesus untuk memberi pelajaran bagi kita para murid-Nya. Dari “atas-bawah” Yesus masuk ke “tinggi-rendah”. Tinggi di sini untuk suatu posisi jabatan, dan rendah untuk sikap hati. Karena itu, Yesus menekankan agar siapapun yang menginginkan jabatan tinggi, hendaklah ia merendahkan diri. Untuk merendahkan diri orang mesti memiliki sikap rendah hati. Untuk membenarkan hal ini, Yesus memberikan contoh diri-Nya sendiri dalam misi kemuliaan-Nya. “Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Mrk 10: 45).

Sabda Yesus hari ini mau mengajak kita untuk membangun sikap rendah hati dan menggunakan jabatan kita untuk pelayanan bagi banyak orang. Yesus menghendaki supaya pelayanan yang kita lakukan dalam kehidupan ini berdampak pada keselamatan orang lain.

by: adrian

Selasa, 28 Mei 2013

(Pencerahan) Bukan Cuma Tahu

Mengetahui kristus
Wawancara antara seseorang yang baru saja bertobat dan mengikuti Kristus dengan seorang teman yang tidak beriman.

“Jadi, kau sudah bertobat dan menjadi pengikut Kristus?”

“Ya.”

“Kalau begitu, tentu kau tahu banyak tentang DIA. Misalnya, di negara mana IA dilahirkan?”

“Aku tidak tahu.”

“Berapa usia-Nya waktu IA meninggal?”

“Aku tidak tahu.”

“Berapa kali IA berkotbah?”

“Aku tidak tahu.”

“Lho, bagi orang yang menyatakan telah bertobat menjadi pengikut Kristus, kau mengetahui sedikit sekali.”

“Kau memang benar. Aku malu karena begitu sedikit pengetahuanku tentang DIA. Tetapi, sekurang-sekurangnya aku tahu hal ini: tiga tahun yang lalu aku seorang pemabuk. Hutangku banyak. Keluargaku berantakan. Anak isteriku selalu takut setiap kali aku pulang.

Tetapi sekarang, aku sudah tidak minum lagi. Hutang-hutangku sudah lunas. Keluarga kami bahagia. Anak-anak senang menantiku pulang ke rumah setiap sore. Ini semua karya Kristus bagiku. Sebanyak inilah yang saya ketahui tentang Kristus.”

Benar-benar mengetahui berarti diubah oleh apa yang diketahuinya.