Jumat, 25 Januari 2013

Aneka Tingkah Anak Kecil

ADA SENYUM DLM GAMBAR



Anak kecil sering identik dengan kelucuan. Gak percaya?! Liat aja sendiri!!!











Betul, kan....?!


by: adrian
Lihat juga humor lainnya:

Renungan Pesta Pertobatan St. Paulus

Renungan Pesta Pertobatan St. Paulus /I
Bac I : Kis 22: 3 – 16; Injil       : Mrk 16: 15 – 18

Bacaan pertama hari ini mengisahkan pertobatan Paulus, sesuai dengan pesta liturgi hari ini. Kisah pertobatan Paulus dalam Kitab Kisah Para Rasul sebenarnya ada dua. Pada bacaan hari ini kisah tersebut dikisahkan sendiri oleh Paulus, yang waktu itu sedang ditahan. Pada kesempatan ditahan itu, Paulus masih menyempatkan diri untuk memberi pewartaan. Dalam kisah pertobatan itu, Paulus mewartakan Yesus.

Mungkin kita bertanya mengapa Paulus masih sempat-sempatnya mewartakan Yesus? Itulah tugas Paulus. Dalam kisah pertobatannya, setelah mengetahui bahwa yang dijumpainya adalah Yesus, Paulus bertanya, "Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?" (ay. 10). Dan Tuhan memberikan jawaban melalui mulut Ananias, "engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar." (ay. 15).

Kisah pertobatan Paulus dengan pesan mewartakan ini sejalan dengan perintah Yesus kepada para murid dalam Injil hari ini. Sebelum naik ke surga, Yesus berpesan,  "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk." (ay. 15).

Sabda Tuhan hari ini mau mengatakan bahwa setiap murid Yesus mempunyai tugas untuk mewartakan Dia: hidup dan ajaran-Nya. Kita tidak perlu lagi bertanya kepada Tuhan seperti Paulus, "Tuhan, apakah yang harus saya perbuat?" Kita sadar dan tahu bahwa kita adalah murid Kristus Yesus. Oleh karena itu, kita memiliki kewajiban untuk mewartakan Kristus Yesus lewat sikap, tutur kata, perbuatan, tingkah laku dan pikiran.

by: adrian

Peringatan Pertobatan Paulus

Pertobatan santo paulus,  rasul


Aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1 Kor 15: 9 – 10). Demikianlah kata-kata Paulus tentang dirinya sendiri.

Selama tigapuluh tahun setelah peristiwa Pentekosta, Paulus, yang saat itu masih bernama Saulus, menganiaya orang-orang serani di Yerusalem. Ia pun menyaksikan peristiwa pembunuhan atas diri Stefanus, seorang diakon yang penuh hikmah dan kuasa Roh Kudus. Pada suatu ketika, Paulus pergi ke Damsyik untuk menangkap orang-orang kristen yang ada di sana. Ia mendapat izin khusus dari Imam Besar. Dengan izinan itu ia merasa berhak dan berkuasa untuk membawa orang-orang kristen itu ke Yerusalem untuk dianiaya.

Tetapi apa yang terjadi? Di tengah perjalanan ia dihadang oleh Yesus dengan suatu pancaran cahaya ajaib dari langit yang membutakan matanya. Paulus rebah ke tanah. Lalu berserulah Yesus dari dalam cahaya itu, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. (Kis 9: 1 – 19a).

Kepada Yesus, Paulus  bertanya, “Tuhan, apa yang Kaukehendaki aku perbuat?” Kata-kata ini meluncur dari sebuah hati yang dahulu keras bagai batu, namun telah lembut oleh karena rahmat Allah. Inilah kata-kata awal yang menghantar Paulus ke gerbang tugasnya sebagai Rasul Kaum Kafir. Ia tidak lagi menjadi penganiaya Yesus melainkan penyayang Yesus yang paling unggul. “...orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel...,” demikian kata Yesus kepada Ananias.

Paulus kemudian tampil sebagai rasul yang besar pengaruhnya di kalangan bangsa kafir. Dialah pewarta Injil dan pendiri gereja-gereja di antara kaum kafir.

Pada pesta pertobatannya ini patutlah kita mendoakan semua orang yang belum mengenal Yesus dan Injil-Nya agar mereka pun peroleh keselamatan dalam Kristus Yesus serta kemuliaan kekal ( 2 Tim 1: 10).


Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun