Jumat, 16 November 2012

Yesus Saja Ditipu

Sore itu, setelah puas berolah raga (main basket), saya pergi ke sebuah warung. Mau beli Pocari Sweat. Warung itu milik umat katolik. Itu terlihat dari adanya patung Bunda Maria di dalam rumah orang itu. Selain itu juga anak cowok di rumah itu biasa ikut misa dan sudah terima komuni.

Harapannya dapat gratis... hehehe.... Yah, paling tidak diskon, alias harga miring.

Waktu itu adiknya yang melayani saya. Adiknya ini belum katolik. Ketika melihat saya, dia langsung tahu kalau saya pastor. Ia tersenyum ramah. Saya langsung membuka percakapan dengan menanyakan harga satu botol pocari sweat.

Karena tahu bahwa yang mau beli ini adalah pastor, anak itu langsung bertanya ke mamanya soal harga pocari. Dia juga memberitahu siapa yang mau membeli pocari itu. Sebenarnya ia sudah tahu, tapi mungkin ada pertimbangan khusus karena yang membeli ini adalah imam yang melayani mereka. Mungkin mamanya akan beri gratis atau memberi dengan harga murah.

Dari dalam dapur sang ibu   menyebutkan harganya. Tujuh ribu rupiah. Ia tidak menunjukkan batang hidungnya, alias tetap tinggal di belakang.

Anak itu langsung menyampaikan harga yang disebutkan mamanya dengan berat. Saya pun sedikit kaget dengan harga itu, karena biasanya 6.500. Dengan terpaksa saya mengeluarkan uang 10.000 dan anak itu mengembalikan kepada saya 3.000.

Setelah saya pergi, anak itu langsung ke dapur.

Anak : Koq 7.000? Bukannya 6.500?

Ibu    : Tak apalah.

Anak : Mama sudah tipu pastor.

Ibu    : Jangankan pastor, kalau yang beli tadi Yesus pun saya akan tipu.

Anak : #$%&@*&???

by: adrian
Baca juga humor lainnya:

Orang Kudus 16 November: St. Gertrudis Hefta

Santa gertrudis hefta, perawan
Gertrudis lahir di Eisleben, Jerman, pada tahun 1256. Sejak berusia 5 tahun, ia diserahkan orang tuanya kepada para suster di Hefta, Jerman Utara. Di dalam biara itu ia dibesarkan dan dididik, kemudian menjadi suster dan rupanya tidak pernah keluar dari biara itu lagi. Guru dan sahabatnya ialah Suster Mechtildis, yang kelak dinyatakan juga sebagai ‘santa’. Tentang Suster Mechtildis, Gertrudis mengatakan: “Belum pernah saya melihat orang yang menyerupai dia di dalam biara kami ini, dan mungkin tak pernah akan ada.”

Gertrudis mengenyam pendidikan tinggi dan terkenal sangat cerdas. Ia fasih berbicara bahasa Latin. Teman-temannya sebiara mengatakan bahwa dalam akal budinya tak ada sesuatu kesalahan dan dalam hatinya tak terlintas segumpal awan mendung kedukaan. Semuanya itu dimungkinkan oleh karena hidup rohaninya terpelihara dengan baik dalam persatuan erat dengan Kristus. Sewaktu berusia 20 tahun ia diperkenankan melihat Yesus dalam suatu penampakan. Semenjak itu ia mencurahkan seluruh jiwa raganya pada hidup kontemplatif. Baginya, segala daya tarik pengetahuan duniawi telah terkubur dalam-dalam. Seluruh perhatiannya ia curahkan pada Kitab Suci, karya para pujangga Gereja dan perayaan ibadat. Hidupnya penuh dengan pengalaman rohani yang berturut-turut dikaruniakan Tuhan kepadanya. Banyak di antaranya dapat dibaca dalam suatu kumpulan karangan, yang sebagian ditulis berdasarkan catatan, diktat dan hasil tulisan Gertrudis sendiri. Buku ini menyumbang banyak bagi kehidupan rohani di Abad Pertengahan. Buah pena itu amat menarik. Sebab, orang akan melihat bagaimana Gertrudis merintis penghormatan kepada Hati Kudus Yesus, yang sekarang ini sangat merata dan lazin dilakukan oleh umat Kristen Katolik di mana-mana. Itulah sebabnya Gertrudis kadang-kadang disebut juga ‘Gertrudis Agung’.

Gertrudis terkenal kebaktiannya kepada Hati Kudus Yesus dan Santo Yosef, serta tekun merenungkan sengsara Yesus. Ia sering menyambut Ekaristi Kudus, walaupun pada masa itu hal ini tidak biasa. Ia pun rajin mendoakan jiwa-jiwa di Api Penyucian. Ia meninggal dunia pada 1302.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Jumat Biasa XXXII - Thn II

Renungan Hari Jumat Pekan Biasa XXXII B/II
Bac I  2Yoh: 4 – 9; Injil        Luk 17: 26 – 37

Injil hari ini melanjutkan Injil kemarin, yaitu masih berkaitan dengan akhir jaman. Kalau kemarin akhir jaman itu dikaitkan dengan istilah Kerajaan Allah, hari ini akhir jaman atau kiamat itu dikaitkan dengan kedatangan Anak Manusia.

Dalam Injil hari ini soal kedatangan Anak Manusia bukan hanya soal kapannya melainkan juga soal bagaimana/apanya. Tentang kapannya, kedatangan Anak Manusia sama seperti kedatangan Kerajaan Allah: tidak diketahui pasti. Sedangkan soal bagaimananya atau apanya, kedatangan Anak Manusia itu membawa pembaharuan: hidup dan kehidupan baru. Hal ini diibaratkan dengan kisah air bah jaman Nuh, di mana air itu membinasakan kehidupan dan hidup baru diawali dari dalam bahtera Nuh.

Berhadapan dengan kedatangan Anak Manusia ini, Yesus mengajak kita untuk membangun sikap berserah diri pada Allah. Yesus mengajak kita bercermin dari istri Lot. " Ingatlah akan isteri Lot!" (ay. 32). Dalam sikap berserah diri tampak sikap siap sedia, berani dan penuh harapan akan belas kasih Allah. Orang yang memiliki sikap berserah diri tidak akan berusaha mempertahankan nyawanya.

Tuhan menghendaki kita hari ini untuk mempunyai sikap berserah diri kepada Tuhan. Dalam setiap langkah kehidupan, dalam setiap tugas dan karya serta dalam setiap aktivitas kehidupan, hendaknya kita melibatkan Tuhan. Dan kita serahkan semuanya pada Tuhan. Sehingga bila saatnya tiba, kita benar-benar siap menyambut-Nya.

by: adrian