Minggu, 22 Juli 2012

Sekilas Tentang Injil Maria Magdalena


Injil Maria Magdalena


Berkaitan dengan hari ini merupakan peringatan St. Maria Magdalena, maka pada hari ini akan diturunkan beberapa tulisan seputar Maria Magdalena untuk diketahui oleh umat. Bukan maksud kami untuk mempengaruhi umat, melainkan agar umat juga tahu bahwa ternyata ada juga yang mananya injil Maria Magdalena. Beberapa bulan yang lalu, bertepatan dengan peringatan St. Thomas Rasul, blog paroki juga menurunkan tulisan-tulisan tentang injil Thomas tersebut agar umat tahu. Seandainya umat mengalami kebingungan, umat dapat bertanya kepada orang yang berkompeten, atau kepada pastornya. 

Injil Maria adalah salah satu dari injil-injil gnostik, dan termasuk ke dalam tulisan-tulisan apokrif. Injil ini ditemukan dalam Kodeks Akhmim, sebuah teks gnostik dari apokrif Perjanjian Baru yang diperoleh Dr. Rheinhardt di Kairo pada 1896.

Sejarah

Injil ini baru diterbitkan pada 1955, setelah Perpustakaan Nag Hammadi juga muncul. Teks-teks lain dari Kodeks Akhmim terdapat di dalam teks Nag Hammadi, tetapi Injil ini tidak. Dalam salinan satu-satunya dari teks ini, halaman 1–6 dan 11–14 hilang. Dalam literatur populer ada pendapat bahwa ini adalah Injil Maria Magdalena, dan karena itu dikenal dengan nama ini, meskipun nama belakangnya tidak disebutkan di dalam teksnya, dan Maria di sini bisa saja salah satu dari Maria-Maria lain dari Perjanjian Baru, atau bahkan Maria yang lain yang tidak disebutkan.

Teks yang fragmentaris ini bertahan dalam bentuk fragmen terjemahan Yunani abad ke-3 dan abad ke-5 yang lebih panjang ke dalam bahasa Koptik, di mana kesaksian dari seorang perempuan pertama-tama perlu dibela.

Semua manuskrip ini mula-mula ditemukan dan diterbitkan antara 1938 dan 1983, tetapi ada beberaja rujukan dari Patristik kepada Injil Maria yang berasal dari abad ke-3.

Isi

Dalam teks yang fragmentaris, para murid mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang Juru Selamat yang telah bangkit itu dan dijawab.

Kemudian mereka berdukacita, dan berkata, "Bagaimana kita dapat pergi kepada orang-orang non-Yahudi dan memberitakan Injil Kerajaan tentang Anak Manusia? Kalau Ia sendiri tidak diselamatkan [dari penyaliban], bagaimana kita dapat terlepas daripadanya?" Dan Maria menyuruh mereka menguatkan hati: "Marilah kita memuji kebesarannya, karena Ia mempersiapkan kita dan menjadikan kita orang-orang yang pembertani." Kemudian ia menyampaikan penglihatannya, yang memperlihatkan pengaruh-pengaruh gnostik.

Penglihatannya tidak disetujui umum:
"Tetapi Andreas menjawab dan berkata kepada saudara-saudaranya, 'Apa pendapat kalian tentang apa yang baru saja dikatakannya itu? Karena aku tidak percaya bahwa Juru Selamat telah mengatakan semua ini. Karena jelas bahwa ajaran-ajaran ini berasal dari pemikiran yang berbeda."
"Petrus juga menentang (Maria) sehubungan dengan bahan-bahan ini dan bertanya kepada mereka tentang Juru Selamat. "Jadi, apakah Ia berbicara secara rahasia kepada seorang perempuan, dan bukan kepada kita, dan bukan secara terbuka? Apakah kita semua harus berbalik dan semuanya mendengarkan dia? Apakah [Juru Selamat] lebih memilih dia [Maria] daripada kita?"

Namun Matius membela Maria dan meredakan serangan Petrus kepadanya. Dalam teks ini, masalah Petrus tampaknya ialah bahwa Yesus memilih Maria lebih daripada murid-murid yang lain untuk menafsirkan ajaran-ajarannya. Petrus melihat Maria sebagai saingan dalam kepemimpinan kelompok itu sendiri.

Implikasi Injil Ini

Karen King mengamati bahwa, "Konfrontasi antara Maria dengan Petrus, sebuah skenario yang juga ditemukan dalam Injil Tomas, Pistis Sofia, dan Injil Koptik orang Mesir, mencerminkan sejumlah ketegangan dalam Kekristenan abad kedua. Petrus dan Andreas mewakili posisi-posisi ortodoks yang menyangkal keabsahan penyataan esoterik dan menolak otoritas perempuan untuk mengajar." (pengantar, Perpustakaan Nag Hammadi)

Teks ini terutama terkait dengan
Bagian besar dari penekanan ini diungkapkan sebagai dialog antara para murid dengan Maria sebagai pihak yang memberikan jawaban. Setelah Yesus naik ke surga, demikian dikatakan di dalam teks, otoritas Gereja diberikan kepada Maria. Hal ini kemungkinan menunjukkan bahwa teks ini berasal dari sebuah sekte yang berpendapat bahwa pendiri mereka adalah Maria, atau yang menghargai Maria lebih dari para rasul lainnya. Sebagian dari pengutamaan Maria sebagai murid perempuan yang terkenal mungkin disebabkan karena kemampuannya sebagai seorang perempuan untuk mewakili tokoh penting dari Sofia, sizigia perempuan dari Kristus, di dalam teologi gnostik.


Mengenal Siapa Itu Maria Magdalena

Maria Magdalena
oleh: Romo William P. Saunders
Berkaitan dengan hari ini merupakan peringatan St. Maria Magdalena, maka pada hari ini akan diturunkan beberapa tulisan seputar dirinya untuk diketahui umat. Bukan maksud kami untuk mempengaruhi umat, melainkan agar umat juga tahu siapa itu sebenarnya Maria Magdalena. Ada banyak profil Maria dalam Injil. Dan sering orang menyama-ratakan saja. Dalam tulisan ini, kita akan melihat sosok Maria Magdalena itu sendiri. Seandainya mengalami kebingungan, umat dapat bertanya kepada orang yang berkompeten atau kepada pastornya.
Perdebatan mengenai identitas St. Maria Magdalena telah berlangsung sejak masa Gereja Perdana. Dalam Injil ada 3 tokoh yang diperbincangkan: Maria Magdalena, seorang pengikut Kristus (Yoh 20: 11 – 18); wanita berdosa yang tak disebutkan namanya (Luk 7: 36 – 50); dan Maria dari Betania, saudari Marta dan Lazarus (Luk 10: 38 – 42). Di Gereja Barat, terutama sejak masa Paus Gregorius Agung, ketiga tokoh tersebut selalu diidentifikasikan sebagai Maria Magdalena. Namun di Gereja Timur ketiga tokoh itu tetap merupakan tokoh yang berbeda, dengan pesta terpisah untuk St. Maria Magdalena dan St. Maria Betania. Bapa-bapa Gereja lainnya, seperti St. Ambrosius, St. Hieronimus, St. Agustinus, St. Albertus Agung dan St. Thomas Aquinas, tidak menetapkan keputusan akhir.
Jadi, mengapa Paus Gregorius Agung menyatukan ketiga tokoh tersebut? Pertama, kita perlu memeriksa keterangan-keterangan khusus sehubungan dengan perempuan bernama Maria Magdalena seperti yang dicatat dalam Injil. Ia adalah salah seorang dari perempuan-perempuan yang menyertai Yesus dan para rasul: “Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau beberapa penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana, isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.” (Luk 8: 1 – 3). Injil Markus menegaskan bahwa Kristus telah mengusir tujuh setan dari Maria Magdalena (Mrk 16: 9).
Maria Magdalena juga berdiri di kaki salib pada saat penyaliban (Mrk 15: 40, Mat 27: 56 dan Yoh 19: 25). Ia juga menjadi saksi pada pemakaman Kristus, dan pada hari Minggu Paskah ia menjadi orang pertama yang mendapati makam kosong dan kemudian orang pertama yang melihat Kristus yang bangkit (Yoh 20: 1 – 18).
Setelah mendapatkan keterangan-keterangan spesifik mengenai Maria Magdalena, langkah kedua adalah meneliti apakah Maria Magdalena mungkin juga adalah perempuan berdosa yang diceritakan dalam Injil Lukas (7: 36 – 50). Ingat bagaimana perempuan berdosa itu masuk ke rumah Simon orang Farisi. Ia menangis dan air matanya membasahi kaki Yesus. Ia mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi serta mengeringkannya dengan rambutnya. Simon berkata dalam hati, “Jika Ia ini nabi, tentulah Ia tahu siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” Ini merupakan suatu keterangan yang jelas bahwa perempuan itu adalah orang tersingkir karena dosa yang amat serius seperti zinah atau hubungan di luar pernikahan. Pada akhir kisah, Yesus mengampuni perempuan berdosa itu.
Peristiwa ini merupakan bagian dari perwartaan Yesus di daerah danau Galilea. Juga, segera sesudah pernyataan pengampunannya dalam Lukas 7: 50, Maria Magdalena disebut dengan namanya sebagai pengikut Yesus dan diidentifikasikan sebagai “yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat” (Luk 8: 1 – 3). Perlu diingat bahwa Magdalena berasal dari kata “Magdala”. Magdala, terletak di pesisir danau Galilea dekat Tiberias, merupakan kota makmur yang terkenal akan hasil perikanannya yang melimpah. Bangsa Romawi menghancurkan kota ini karena kebejatan moral masyarakatnya dan karena peran sertanya dalam pemberontakan bangsa Yahudi.
Yang menarik, dalam Talmud (=ikhtisar undang-undang dan ajaran Yahudi), dari kata Magdalena terbentuklah istilah “rambut keriting wanita”, yang berarti seorang pezinah. Meskipun perempuan berdosa dalam Lukas 7 tidak secara khusus diidentifikasikan sebagai Maria Magdalena “yang darinya diusir tujuh setan” seperti dinyatakan dalam Lukas 8, orang dapat dengan mudah menarik kesimpulan demikian, seperti Paus Gregorius Agung. Lagi pula tradisi Gereja Perdana menguatkan hubungan ini.
Langkah ketiga dan yang lebih sulit dalam penelitian ini adalah menyelidiki apakah Maria Magdalena mungkin adalah Maria Betania. Menyusul Lukas bab *, bab 9 dan 10 menceritakan kisah-kisah seperti mukjizat penggandaan roti, transfigurasi, pengusiran roh jahat dari seorang anak yang kerasukan setan, dan pengajaran tentang pemuridan. Kristus kemudian melanjutkan perjalanan ke “sebuah kampong” (yaitu Betania, meskipun tidak disebutkan oleh Lukas) ke rumah Marta, yang “mempunyai seorang saudara bernama Maria” (bdk. Luk 10: 38 – 42). Di sana Marta mempersiapkan jamuan bagi Yesus.
Injil Lukas tidak secara istimewa mengidentifikasikan Maria Magdalena sebagai Maria dari Betania. Injil Yohanes membantu kita mengatasi masalah ini. Dalam Yohanes 12: 1 – 11, Yesus tiba di Betania “tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.” Marta melayani dalam perjamuan. Maria mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi dan menyeka kaki-Nya dengan rambutnya. Harap ingat bahwa peristiwa ini berbeda dengan peristiwa perempuan berdosa yang mengurapi kaki Yesus d rumah Simon orang Farisi dalam Lukas 7; namun demikian, tindakan yang sama dalam kedua peristiwa tersebut mendorong kita untuk menarik kesimpulan akan pelaku yang sama, yaitu Maria Magdalena.
Lagi pula dalam Yohanes 11, dalam peristiwa sebelumnya dimana Yesus membangkitkan Lazarus dari antara orang mati, Injil mencatat, “Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampong Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.” (Yoj 11: 1 – 2). Di sini Maria diidentifikasikan sebagai ia yang meminyaki kaki Kristus. Sementara sebagian orang berpendapat bahwa pengidentifikasian dalam Yohanes 11 merujuk kepada pengurapan berikutnya seperti dicatat dalam Yohanes 12, mengapakah Yohanes merasa perlu memberikan keterangan demikian jika kisah dalam Yohanes 11 langsung bersambung dengan kisah dalam bab 12? Kelihatannya pengidentifikasian tersebut menunjuk kepada tindakan sebelumnya, yaitu kisah di rumah Simon orang Farisi.
Jika argumentasi ini benar, maka Maria Magdalena, perempuan berdosa yang bertobat, dan Maria dari Betania adalah orang yang sama. Tentu saja, kita masih ditinggalkan dengan sedikit kabut misteri. Namun demikian, saya pribadi sependapat dengan Paus Gregorius Agung, yang menyimpulkan bahwa perempuan yang disebut Lukas sebagai perempuan berdosa, yang disebut Yohanes sebagai Maria (dari Betania), adalah yang kita yakini sebagai Maria Magdalena, perempuan berdosa yang telah bertobat, yang memperoleh pengampunan sekaligus persahabatan dengan Kristus, yang berdiri dengan setia di bawah kaki salib, dan yang melihat Kristus bangkit, adalah teladan yang mengagumkan bagi setiap orang beriman.
Gereja menghormati Maria Magdalena sebagai seorang kudus dan menjadikannya teladan bagi setiap orang Kristen yang dengan tulus hati berjuang mengejar kekudusan. Paus Gregorius Agung memaklumkan keteladanan Maria Magdalena: seorang wanita yang menemukan hidup baru dalam Kristus.
“Ketika Maria Magdalena dating ke makam dan tidak menemukan jenasah Kristus, ia berpikir bahwa jenasahnya telah diambil orang, maka ia pun memberitahukannya kepada para murid. Setelah para murid dating dan melihat makam, mereka juga percaya akan apa yang dikatakan Maria Magdalena. Kemudian ayat selanjutnya mengatakan, “Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah…”  dan selanjutnya “tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.”
Patutlah kita merenungkan sikap Maria dan cinta kasihnya yang begitu besar kepada Kristus, karena meskipun para murid telah pergi meninggalkan makam, ia tetap tinggal. Ia tetap mencari Yesus yang tidak ia jumpai, dan sementara mencari ia menangis; terbakar oleh rasa kasih yang hebat kepada Tuhannya, ia merindukan Dia yang dikiranya telah diambil orang. Dan demikianlah terjadi bahwa perempuan yang tinggal untuk mencari Kristus adalah satu-satunya yang pertama melihat Dia. Karena ketekunan diperlukan dalam setiap perbuatan baik, seperti sang kebenaran mengatakan kepada kita: “orang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (dari homily Paus Gregorius Agung).

diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.
Sumber: http://yesaya.indocell.net/id534.htm (dikutip 22 Juli 2012, jam 05:45).

Orang Kudus 22 Juli: St. Maria Magdalena


SANTA MARIA MAGDALENA, PELAYAN YESUS
Cerita tentang Maria Magdalena kita ketahui dari Injil. Namanya dengan jelas disebut dalam beberapa bagian Kitab Injil. Lukas 8: 2 mengisahkan bahwa Maria Magdalena terhitung sebagai salah satu di antara wanita-wanita yang disembuhkan Yesus dari kuasa roh-roh jahat dan kemudian menjadi pengikut dan pelayan Yesus selama karya-Nya. Matius 27: 56, 61 dan Markus 15: 40, 47 serta Yohanes 19: 25 mengisahkan bahwa Maria Magdalena bersama beberapa wanita lain hadir pada saat kematian Yesus di atas salib dan kemudian juga pada saat penguburan Yesus. Dalam Matius 28: 1, Markus 16: 1, dan Lukas 24: 1-10 dikisahkan bahwa Maria Magdalena bersama beberapa wanita lainnya pergi ke kubur Yesus untuk mengurapi jenazah Yesus pada hari Minggu Paskah.

Berita kebangkitan Yesus disampaikan oleh para malaikat kepada beberapa orag wanita. Meskipun demikian, Maria Magdalena adalah satu-satunya wanita yang dikatakan sebagai orang yang pertama yang melihat Yesus setelah bangkit dari kubur. (Yoh 20: 11-18).

Maria Magdalena berasal dari desa Magdala. Oleh tradisi kristen selanjutnya ia diidentifikasikan dengan Maria dari Betania, saudara Marta dan Lazarus, dan dengan seorang wanita pendosa lain yang bertobat dan kemudian mengikuti Yesus sebagaimana dikisahkan dalam Inji Lukas 7: 37-50.  

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun