Jumat, 27 Februari 2026

Ini Alasan Dondy Tan Tinggalkan Kristen


 Umumnya orang tahu Dondy Tan itu seorang muallaf. Itu artinya, sebelumnya dia bukanlah seorang muslim. Ternyata agama asalnya adalah Kristen Protestan. Dalam perjalanan waktu dia akhirnya memutuskan untuk memeluk islam. Ini adalah hak setiap orang. Yang menarik adalah alasan Dondy Tan meninggalkan Kristus dan menjadi muslim disebabkan karena Kitab Suci. Bagi Koh Dondy kitab suci orang Kristen, yang bernama Alkitab, baik yang Katolik maupun Protestan, tidaklah jelas, penuh kontradiksi dan tidak asli. Menjadi pertanyaan, adalah Koh Dondy sudah mencermati alquran? Sungguhkah alquran itu asli, jelas dan tanpa kontradiksi?

Rabu, 25 Februari 2026

Dalam Beberapa Ayat Ada 3 Kata Ganti Allah


Sangat menarik kalau membaca dan mencermati QS 13: 30 - 43. Ada 14 ayat yang diyakini umat islam sebagai wahyu langsung dari auloh. Artinya ke-14 ayat itu diucapkan oleh auloh sendiri. Dalam penyampaian wahyunya itu auloh menggunakan 3 kata ganti untuk auloh selain kata "allah" sendiri. Ketiga kata ganti itu adalah kami, dia dan aku. Ketiga kata ganti ini mempunyai makna yang berbeda satu sama lain. Karena itulah, muncul pertanyaan kenapa selalu berubah-ubah? Kenapa selalu kontradiksi? Apakah saat itu auloh sedang linglung? Ini mau menunjukkan alquran bukanlah wahyu auloh.

Senin, 23 Februari 2026

Mengenal Sejarah Pemberian Judul & Nomor dalam Alkitab


Kitab suci aslinya tidak ada judul dan juga nomor. Dapat dipastikan itu tambahan kemudian. Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini?

Jumat, 20 Februari 2026

Kritik Dondy Tan terhadap Kristen Bumerang bagi Islam


Tugas utama Dondy Tan adalah membahas kekristenan, baik itu Kitab Sucinya maupun ajarannya. Pembahasan yang dilakukan biasanya dengan menjelek-jelekkan kekristenan. Tujuan utamanya adalah agar orang Kristen, entah itu Katolik maupun Protestan meragukan kekristenan dan akhirnya meninggalkan iman/agamanya. Syukur-syukur memeluk islam, sehingga Dondy Tan mendapat jaminan masuk surga, berdasarkan sabda muhammad. Akan tetapi, tanpa pernah disadari, baik itu oleh umat islam maupun oleh Dondy Tan sendiri, kritik yang ditujukan kepada kekristenan kerap juga menjadi bumerang bagi islam. Artinya, kritik terhadap kekristenan menjadi kritik bagi islam juga. Sayangnya, umat islam hanya fokus kepada kritik terhadap kekristenan dan abai terhadap islamnya.

Rabu, 18 Februari 2026

Retorika Kosong Islam Agama Damai #2


Ketika muncul aksi kekerasan atau radikalisme islam, tak sedikit tokoh islam bersuara dengan mengatakan islam agama damai. Mereka lantas mengkritik pelaku aksi tersebut dan mengaitkan dengan wahabi atau salah tafsir. Sayangnya, mereka sendiri tak menunjukkan tafsir yang benar atau ayat yang menyatakan kelompok ini salah. Inilah retorika kosong islam. Umat non islam selalu dibuai dengan retorika kosong ini. Hanya mau sampai kapan? Kaum kafir ini butuh fakta, bukan cuma ucapan mulut semata.

Senin, 16 Februari 2026

Sulit Membayangkan Manusia dari Tanah




Di satu ayat auloh berkata bahwa dia menciptakan manusia dari mani, di ayat lain dari tanah. Menyebut dari mani saja sudah salah, karena yang membuahi sel telur (ovum) adalah sperma. Mani itu beda dengan sperma. Memang sperma ada di dalam mani, tapi sperma bukanlah mani. Tambah parah lagi bila dikatakan manusia dari tanah. Ini bukan penciptaan Adam dan Hawa, manusia pertama. Dalam ayat tersebut, kata "kamu" merujuk pada muhammad, karena dialah lawan bicara auloh. Jadi, muhammad diciptakan dari tanah. Masuk akal tidak? Pantaskah disebut wahyu auloh?

Jumat, 13 Februari 2026

Membungkam Logika Dondy Tan Bela Poligami Muhammad-3


Ketika orang sudah dirasuki cinta, biasanya dia tidak lagi berpikiran logis. Apa yang dicintainya itu akan dibela sekalipun jelas-jelas salah. Cinta membuat orang tidak bisa membedakan mana salah dan mana benar, mana baik dan mana buruk. Mungkin inilah yang dimaksud: cinta itu buta. Fenomena inilah yang terlihat pada diri umat islam pada umumnya, dan Dondy Tan pada khususnya terkait praktek poligami yang dilakukan muhammad. Karena sudah cinta, maka yang dicintainya itu akan terus dibela, dan pembelaan itu seringkali irasional. Apa yang dilakukan muhammad, sekalipun jelas-jelas merusak nalar akal sehat dan nurani, tetap saja dianggap baik dan benar..

Kamis, 12 Februari 2026

𝐇𝐨𝐦𝐢𝐥𝐢 𝐌𝐠𝐫. 𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐊𝐥𝐞𝐝𝐞𝐧, 𝐒𝐕𝐃 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐓𝐚𝐡𝐛𝐢𝐬𝐚𝐧 𝐔𝐬𝐤𝐮𝐩 𝐌𝐠𝐫 𝐇𝐚𝐧𝐬 𝐌𝐨𝐧𝐭𝐞𝐢𝐫𝐨 𝐝𝐢 𝐋𝐚𝐫𝐚𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚

Tidak ada keraguan lagi akan apa yang kita lakukan sekarang. Penahbisan 𝗨𝘀𝗸𝘂𝗽 𝗥𝗼𝗺𝗼 𝗛𝗮𝗻𝘀 𝗠𝗼𝗻𝘁𝗲𝗶𝗿𝗼 terjadi karena telah ada keputusan dari pimpinan tertinggi Gereja Katolik, yang tadi dibacakan oleh orang yang juga sangat tinggi, 𝗠𝗼𝗻𝘀𝗶𝗻𝘆𝘂𝗿 𝗠𝗶𝗰𝗵𝗮𝗲𝗹, 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗸𝘀𝗮𝗻𝗮 𝘁𝘂𝗴𝗮𝘀 𝗞𝗲𝗱𝘂𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗩𝗮𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮.

Saudara-saudari terkasih,

Satu era kepemimpinan yang panjang berakhir hari ini di Larantuka. Pelayanan kegembalaan Bapak 𝗙𝗿𝗮𝗻𝘀 𝗞𝗼𝗽𝗼𝗻𝗴 𝗞𝘂𝗻𝗴, yang sejak tahun 𝟮𝟬𝟬𝟰 menjadi Uskup Larantuka dan meneruskan estafet kepemimpinan dari Bapak 𝗨𝘀𝗸𝘂𝗽 𝗗𝗮𝗿𝗶𝘂𝘀 𝗡𝗴𝗴𝗮𝘄𝗮, 𝗦𝗩𝗗. Pada perayaan dua puluh dua tahun yang lalu, saat Bapak Uskup Frans memulai pelayanannya sebagai 𝘂𝘀𝗸𝘂𝗽 𝗱𝗶𝗼𝘀𝗲𝘀𝗮𝗻 setelah dua tahun menjadi 𝘂𝘀𝗸𝘂𝗽 𝗸𝗼𝗮𝗷𝘂𝘁𝗼𝗿, yang berperan sebagai komentator dalam perayaan itu adalah seorang romo yang waktu itu masih muda, tetapi tampil berwibawa dan meyakinkan: 𝗥𝗼𝗺𝗼 𝗛𝗮𝗻𝘀 𝗠𝗼𝗻𝘁𝗲𝗶𝗿𝗼.

Kita tentu tidak tahu apa yang akan terjadi dengan serem kita hari ini yang juga masih muda dan tampil meyakinkan.

Dari kedalaman rohani dan kekayaan pengalaman pastoralnya, Bapak Uskup Frans memilih dua moto: “𝗧𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗽𝗮𝗱𝗮𝗸𝘂 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗸𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻-𝗠𝘂𝗱𝗮𝗻𝗦𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝘁𝘂 𝘀𝘂𝗽𝗮𝘆𝗮 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗮𝘆𝗮.” Jarang ada uskup yang memilih dua moto—dan itu menunjukkan keistimewaan beliau.

Mungkin karena harus memimpin umat Katolik di dua wilayah kabupaten. Atau saya yakin, karena sadar bahwa untuk menjadi gembala di wilayah yang kerap mengalami bencana—banjir, gempa bumi, dan letusan gunung berapi—serta memimpin umat yang tinggal terpencar di pulau-pulau, yang dibatasi gunung dan lembah, 𝗱𝗶𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝗮 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗵𝗲𝗻𝗱𝗮𝗸 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗕𝘂𝗻𝗱𝗮 𝗠𝗮𝗿𝗶𝗮, 𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗸𝗲𝘀𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝘆𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗼𝗮 𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗿𝗮𝘄𝗮𝘁 𝗸𝗲𝘀𝗮𝘁𝘂𝗮𝗻.

Uskup baru kita, Bapak Uskup Hans, merasa cukup dengan satu moto. Tetapi satu moto ini tidak main-main. 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗺𝗼𝘁𝗼 𝗶𝗻𝗶, 𝗸𝗮𝘁𝗮𝘀𝗮𝘁𝘂𝗱𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝘁𝗶𝗴𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗶, 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗟𝗮𝘁𝗶𝗻: 𝗨𝗻𝘂𝗺, 𝘂𝗻𝘂𝘀, 𝘂𝗻𝗮.

Untuk yang pernah belajar bahasa latin, di sini kata “satu” digunakan dalam tiga genus: neutrum, feminin, dan maskulin. Dengan moto ini, seluruh diri manusia disapa—tubuh, roh, dan pengharapan. Artinya dengan moto ini, Segala sudut disentuh. Moto ini menyentuh semua kelompok, mengajak semua umat. Moto ini menyadarkan kita bahwa apa pun perbedaan di antara kita, hidup di bawah kolong langit yang satu dan menjejakkan kaki di atas bumi yang sama. Kita adalah anak-anak dari Tuhan yang satu.

Namun moto ini sekaligus membuka mata kita akan jurang yang terbentang di antara kita: 𝗷𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗲𝗹𝗶𝗺𝗽𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗲𝗺𝗶𝘀𝗸𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝘁𝗿𝗲𝗺; 𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗽𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗸𝘂𝗮𝘀𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗽𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹 𝗸𝗲 𝘄𝗶𝗹𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗽𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗿𝗮𝗻; 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝘁𝗲𝗺𝗯𝗼𝗸 𝗽𝗲𝗺𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮 𝘀𝘂𝗸𝘂 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗶𝗹𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗽𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸; 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗲𝗰𝘂𝗿𝗶𝗴𝗮𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝘁𝗲𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗲𝘆𝗮𝗸𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗶𝗻.

Rabu, 11 Februari 2026

Agama Pembohong


Karena kebohongan dibolehkan, maka kebohongan menjadi bagian dari ajaran. Dan karena menjadi bagian ajaran, maka kebohongan menjadi bagian kehidupan. Oleh sebab itu, ada pembohong, yaitu orang yang berbohong, ada juga terbohong, yaitu orang yang dibohongi. Baik pembohong maupun terbohong, dalam kasus kebohongan ini sama-sama tidak tahu soal kebohongan itu. Dan mereka sama-sama suka dan menikmati.

Senin, 09 Februari 2026

Pendeta Mel Atok: Mencium Adalah Manifestasi Sembah Berhala


Mendengar pernyataan pendeta Mel Atok bahwa aktivitas mencium merupakan ungkapan atau manifestasi dari penyembahan berhala sungguh sangat menyedihkan. Alasannya pendeta ini telah menyempitkan makna dari mencium itu. Tindakan penyempitan makna merupakan kebodohan dan pembodohan. Kebodohan itu ditujukan kepada yang melakukannya, sedangkan pembodohan ditujukan kepada obyek atau sasaran, dalam konteks di atas adalah jemaat si pendeta. Tindakan mencium mempunyai makna yang luas. Bisa diartikan sebagai tanda cinta, bentuk penghormatan atau juga sayang. Masih ada lainnya. Karena itulah, sangat menyedihkan bagi jemaat yang mau-maunya dibodohi pendetanya.

Jumat, 06 Februari 2026

Membungkam Logika Dondy Tan Bela Poligami Muhammad-2


 Ada kata bijak "Cinta itu buta". Pernyataan ini mau mengatakan kepada kita kalau cinta sudah merasuk orang biasanya tidak lagi berpikiran logis. Apa yang dicintainya itu akan dibela sekalipun jelas-jelas salah. Fenomena inilah yang terlihat pada diri umat islam pada umumnya, dan Dondy Tan pada khususnya terkait praktek poligami muhammad. Karena sudah cinta, maka yang dicintainya itu akan terus dibela, dan pembelaan itu seringkali irasional. Apa yang dilakukan muhammad, sekalipun jelas-jelas merusak nalar akal sehat dan nurani, tetap saja dianggap baik.

Rabu, 04 Februari 2026

Penggenapan Wahyu Allah


Tentulah hati sedih mengetahui jumlah kerusakan gereja yang dilakukan oleh umat islam. Ini terjadi di negara yang penduduknya mayoritas beragama islam. Pastilah miris dan membingungkan. Bagaimana mungkin ini terjadi. Bukankah islam agama rahmatan lil alamin. Akan tetapi, ada yang menarik mencermati fenomena ini. Firman Tuhan terlaksana. Di sisi islam wahyu auloh terpenuhi karena umat islam telah bertindak tegas dan keras terhadap kaum kafir. Di sisi kristen juga firman Tuhan digenapi. Yesus pernah bersabda bahwa karena nama-Nya orang kristen akan dibenci dan dan dimusuhi.

Senin, 02 Februari 2026

Apakah Amsal 21: 9 Berbicara tentang Perceraian?


Mengutip kitab Amsal 21: 9 dan membandingkannya dengan Matius 19: 6 lalu melihatnya sebagai kontradiksi merupakan kesalah-paham yang memalukan. Kesalah-pahaman ini terjadi karena benar-benar tidak paham, tapi merasa diri paham. Karena motivasinya untuk menyesatkan dengan sasaran orang bodoh yang sepaham. Bagi mereka yang literasinya bagus tentulah dapat memahami kitab Amsal sama sekali tidak membahas soal perceraian. Penulis mau mengajak suami istri untuk hidup harmoni dalam rumah tangga. "Lebih baik hidup sendiri" bukan berarti bercerai. Frasa itu bisa dimaknai berpisah, tapi tetap dalam ikatan perkawinan.