Rabu, 31 Desember 2025
Dari Apa Manusia Diciptakan? Inilah Jawaban Islam
Senin, 29 Desember 2025
Kenapa Banyak Ustad Suka Mempertontonkan Kebodohannya
Jumat, 26 Desember 2025
Menjawab Tuduhan Islam tentang Lokasi Kelahiran Yesus
Berbagai upaya sering dilakukan umat islam untuk mencari-cari kesalahan dalam ajaran agama Kristen. Salah satunya adalah soal tempat kelahiran Yesus. Berpangkal pada realitas yang ditemui dalam masa menjelang Natal, dimana ada ornamen-ornamen natal seperti kandang natal dan goa natal selain pohon natal, umat islam mempertanyakan kepastian lokasi kelahiran Yesus tersebut. Mereka selalu menggiring umat kristiani masuk ke dalam perangkap mereka: gua atau kandang, dan mana dalilnya (ayat kitab sucinya). Di balik upaya ini, sebenarnya umat islam mau membenarkan alquran, dimana dikatakan Yesus lahir di bawah pohon kurma.
Rabu, 24 Desember 2025
Lagi-lagi Kontradiksi Alquran
Senin, 22 Desember 2025
INILAH KESALAH-PAHAMAN ISLAM TERHADAP KRISTEN
Kalau mencermati serangan-serangan para mualaf atau umat islam sendiri terhadap ajaran kekristenan, dapatlah dikatakan bahwa serangan-serangan itu berangkat dari kesalah-pahaman. Para penyerang ajaran kekristenan ini salah memahami ajaran Kristen secara benar, lalu menganggap yang dipahaminya itulah yang benar. Berangkat dari kekeliruan itu dia mulai menyerang umat Kristen dengan tujuan agar umat Kristen ragu akan ajaran agamanya lalu murtad. Syukur-syukur masuk islam. Jika demikian, maka para penyerang ini akan bergirang karena dia sudah pasti masuk surga. Ini didasarkan pada sabda muhammad.
Jumat, 19 Desember 2025
INILAH ALASAN ISLAM MEMBENCI RASUL PAULUS
Senin, 15 Desember 2025
BERANIKAH UMAT ISLAM BERPIKIR MANDIRI
Minggu, 14 Desember 2025
Jumat, 12 Desember 2025
Kesalah-pahaman Umat Islam terhadap Kekristenan Berakar pada Allah SWT
RENUNGAN PERINGATAN SP MARIA GUADALUPE
Renungan Peringatan SP Maria Guadalupe
Bac I Sir 48: 1 – 4, 9-10; Injil Mat 17: 10 – 13;
Hari ini Gereja Semesta
mengajak umatnya untuk memperingati Santa Perawan Maria Guadalupe. Hari ini
kita memperingatan peristiwa penampakan kedua Bunda Maria yang kedua kepada Juan
Diego, dimana Bunda Maria meminta dia untuk menghadap Uskup Juan de Zumarraga.
Bacaan liturgi hari ini sama sekali tidak ada kaitan dengan peristiwa penampakan
tersebut, namun kitab isa melihat benang merahnya.
Dua bacaan liturgi hari ini
berbicara tentang Elia yang bertugas menyiapkan hati orang Israel untuk kembali
kepada Allah. Yesus berkata bahwa Elia akan datang lagi untuk “memulihkan
segala sesuatu” (ay. 11). Dan para murid akhirnya menyadari bahwa yang dimaksud
dengan Elia itu Adalah Yohanes Pembaptis (ay. 13). Jadi, bisa dikatakan bahwa
bacaan liturgi hari ini berbicara tentang 2 tokoh, yaitu Elia dan Yohanes
Pembaptis, yang bertugas untuk menyiapkan kedatangan Tuhan. Ini sangat pas di
masa adven ini. Dan peran kedua tokoh ini mirip dengan yang terjadi pada diri
Juan Diego. Dia terpilih untuk menyiapkan orang Mexico untuk kembali kepada
Allah.
Apa pesan Tuhan buat kita?
Pertama-tama kita disadarkan bahwa Tuhan punya cara tersendiri untuk mengajak
kita bertobat. Tuhan bisa menggunakan manusia, entah itu yang hebat seperti
Elia, atau yang biasa-biasa saja seperti Yohanes Pembaptis atau yang sederhana
seperti Juan Diego supaya kita sadar dan berbalik kepada Allah. Oleh karena
itu, jangan menganggap remeh segala nasehat baik dari orang lain. Bisa juga
Tuhan menggunakan kita untuk menyadarkan sesama kita. Jangan berkecil hati
dengan tugas ini, karena seperti Juan Diego, Tuhan tetap menyertai kita.
by: adrian
Rabu, 10 Desember 2025
Umat Islam Perlu Sadar Diri
Senin, 08 Desember 2025
Fakta Sejarah: Islam Masuk ke Indonesia dengan Kekerasan
Jumat, 05 Desember 2025
MAAF, TUHAN ISLAM BERBEDA DENGAN TUHAN KRISTEN. TANGGAPAN ATAS ROCKY GERUNG
Refleksi Mengakhiri Tahun Yubileum 2025 dan Menyongsong Tahun 2026
Pengantar
Tidak
terasa Tahun Yubileum akan segera berakhir, perjalanan satu tahun merayakan
Tahun Yubileum tentunya penuh warna dan banyak pengalaman yang boleh disyukuri.
Paus Fransiskus dalam bulla Yubileum yang berjudul Spes non Confundit
mengajak semua umat beriman, para uskup, imam dan biarawan-biarawati untuk
memiliki pengharapan dalam hidup. Di tengah ketidakpastian dunia dan masa
depan, kita diajak untuk memperbarui harapan tersebut “karena kasih Allah
telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus” (Roma 5:1-2,5). Paus
mengajak setiap insan beriman untuk berjalan bersama dalam iman, menyalakan
cahaya pengharapan, dan merajut kasih di tengah tantangan zaman. Lebih dari
sekadar perayaan, Yubileum adalah panggilan untuk kembali kepada inti iman:
pertobatan, belas kasih, dan kebersamaan dalam cinta Tuhan.
Paus
Fransiskus menekankan pentingnya menjalin solidaritas, kasih, dan perhatian
kepada sesama---melihat dengan hati, bukan sekadar dengan mata. Sebab di
sekitar kita, ada tangisan yang tak terdengar, bukan karena tak bersuara,
tetapi karena dunia terlalu sibuk untuk memperhatikannya. Pengharapan yang
lahir dari kasih Allah dan didasarkan pada kasih Allah yang memancar dari hati
Kudus Yesus yang tertikam di kayu salib. Karena kurban Kristus itu selalu hidup
dan hadir di tengah Gereja-Nya, maka pengharapan itu pun selalu hidup. Paus
mengajak kita untuk melihat pengharapan itu secara global, yaitu tentang
perdamaian dunia, pengharapan untuk memiliki semangat hidup dan berbagi,
panggilan pengharapan bagi saudara-saudari yang mengalami berbagai kesulitan,
orang miskin, para lansia, para migran, dan panggilan untuk mendukung kaum muda
yang merupakan perwujudan harapan.
Paus
Fransiskus mengajak kita untuk memiliki dasar yang kuat untuk berharap, karena
Kristus memberi kehidupan kekal sebagai kebahagiaan. Tanpa dasar ini tentu
orang akan berputus asa menghadapi penderitaan dan kematian. Harapan akan
kehidupan kekal membantu orang untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus yang
mulia. Kristus yang telah bangkit inilah dasar pengharapan umat beriman, dengan
tetap mengakui adanya penghakiman Allah. Itulah mengapa mendoakan mereka yang
sudah meninggal menjadi hal yang tak boleh dilupakan. Indulgensi Tahun Yubileum
baik itu untuk kita maupun jiwa-jiwa di api penyucian hendaknya dimaknai
sebagai sarana untuk menemukan kembali sifat tak terbatas Allah, yang merupakan
ungkapan penuh pengampunan Allah yang tak terbatas (bdk. Spes non Confundit
No. 23) Dalam sakramen Tobat kita memperoleh pengampunan dosa, di mana
tergenapi teks Mazmur ini, “Dialah [Tuhan] yang mengampuni segala
kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari
lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat … Tuhan
adalah Penyayang dan Pengasih” (Mzm 103: 3-4, 8).
Pada akhirnya Paus mengajak kita untuk meneladani Maria sebagai saksi mulia bagi pengharapan. Ketabahannya dan ketegaran hatinya saat berdiri di kaki salib puteranya. Meskipun diliputi kesedihan mendalam, namun dia tetap memiliki harapan kepada Allah. Yubileum yang akan segera berakhir ini dirayakan oleh seluruh umat beriman dengan berbagai macam bentuk peziarahan, doa dan olah rohani. Saya mencoba menyampaikan refleksi singkat ini berdasarkan pengalaman yang saya jumpai dalam perjalanan hidup panggilan imamat dan pelayanan pastoral di tengah umat.
Harapan Yang Membahagiakan: Sukacita Rahmat Tahbisan Imam
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)