
Bukan
rahasia lagi kalau antara orang Islam dan kristen selalu terjadi gesekan atau
pertentangan, sekalipun kedua agama ini memiliki satu perekat, yaitu Adam dan
Hawa. Tak bisa disangkal jika antara Islam dan Kristen selalu sedang dalam
situasi perang dingin. Di permukaan terlihat rukun saling menghormati, namun di
belakang ada kebencian, dendam dan saling menjelekkan. Ada yang mengaitkannya
dengan perang salib, yang telah berlalu ribuan tahun lalu. Namun kalau mau
jujur, akar pergesekan itu ada pada perbedaan dan sekaligus pertentangan ajaran
kedua agama ini.
Orang
kristen biasa menilai Islam itu agama teroris, pembohong dan juga intoleran. Karena
itu, mereka tidak mau mengakui Muhammad sebagai nabi dan Al Qur'an sebagai
kitab suci. Sedangkan orang Islam melihat agama kristen sebagai ancaman yang
sangat membahayakan bagi kehidupan generasi Islam yang akan datang. Di samping
itu ajaran kristen merupakan lawan bebuyutan yang terang-terangan bertentangan
dan menjungkir-balikkan aqidah iman Islam yang berazaskan ketauhidan (keesaan)
Allah SWT. Karena itu, umat Islam tak dapat menerima iman orang kristen yang
mengakui Yesus itu Allah.
Harus
diakui bahwa agama Islam-lah yang terlebih dahulu memulai pergesekan itu.
Maklum, hanya Islam yang sibuk mengurusi agama lain dalam ajarannya. Ada banyak
topik pergesekan tersebut, di antaranya adalah:
1.
Masalah TRINITAS, TRITUNGGAL yang dikecam keras oleh Al Qur'an: "Sesungguhnya
kafirlah orang-orang yang mengatakan 'Bahwasanya Allah salah satu dari yang
tiga', padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa." (QS. 5:73).
2.
Tentang sebutan Yesus sebagai Anak Allah, hal ini disangkal keras oleh Al
Qur'an: "Dia (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."
(QS. 112:3).
"Tuhan
tidak beristri dan tidak pula beranak." (QS. 72:3).
3.
Masalah Yesus, yang dalam Islam dikenal sebagai Isa Almasih, diimani sebagai
Allah atau Tuhan. Ini sangat ditolak oleh seluruh lapisan umat Islam, sebab Al
Qur'an mengecam dengan keras dan tegas: "Sesungguhnya telah kafirlah
orang-orang yang berkata: sesungguhnya Allah ialah Almasih putra Maryam." (QS.
5:72).
4.
Soal kematian Yesus (Isa) di salib disanggah dengan tegas oleh Al Qur'an: "Dan
karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih, Isa putra
Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa
bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham (tentang)
pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka
tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti
persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah
Isa." (QS. 4:157).
5.
Kitab orang kristen yang dipegang sekarang sudah tidak asli lagi, karena sudah
disembunyikan dan diubah. Hal ini ditegaskan dalam Al Qur'an: Hai ahli
kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu rasul kami, menjelaskan kepadamu
banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang)
dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab
yang menerangkan." (QS. 5:15).
"Apakah
kamu masih mengharapkan: mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari
mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka
memahaminya, sedang mereka mengetahui." (QS. 2:75).
Demikianlah
5 topik pergesekan antara Islam dan kristen yang sering terjadi. Poin 1 – 3 membuat
orang kristen distempel dengan label atau dicap sebagai ORANG KAFIR. Umat Islam
merasa bangga menjadi umat Islam karena agamanya merupakan agama yang benar dan
direstui Allah. Hal ini didasarkan pada keyakinan Al Qur'an: "Sesungguhnya
agama di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. 3:19). Hal ini juga menjadi
persoalan dalam relasi kedua agama, yang sama-sama mengakui Abraham sebagai
Bapa leluhurnya.
Akan
tetapi, jika kelima topik di atas, ditambah juga dengan permasalahan kata kafir dan Islam sebagai agama yang
benar, didialogkan dengan akal budi yang jernih, maka akan ditemukan
kesepahaman. Artinya, topik-topik itu bukanlah merupakan pergesekan. Tidak ada
pertentangan dalam ajaran kedua agama samawi ini. Hal inilah yang hendak diuraikan
dalam tulisan ini.
I. SIAPA SEBENARNYA
ISA ALMASIH ITU
Agama
Islam mengajarkan bahwa manusia diperintahkan untuk menyembah dan meminta
pertolongan hanya kepada Allah saja, supaya manusia diberi petunjuk Allah
kejalan yang lurus. Hal ini ditegaskan dalam Al Qur'an: “Hanya kepada
Engkaulah kami memohon pertolongan tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. 1:5-6).
Sangat
menarik kalau kita membaca Al Qur'an yang berbunyi: "Dan sesungguhnya
Isa itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu
janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan
yang lurus.” (QS. 43:61). Pertanyaan kecil, siapa yang dimaksud “Inilah jalan lurus”? Bukankah ada
kaitan antara kata Aku (dalam frase ikutilah Aku) dengan kata Inilah jalan lurus?
Dalam
teks di atas Al Qur'an menyatakan bahwa Isa memberi pengetahuan tentang hari
kiamat. Timbul pertanyaan: "Bukankah hanya Allah SWT yang mengetahui
tentang hari kiamat itu?" Hal ini sudah ditegaskan dalam Al Qur'an: "Sesungguhnya
Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan Hari Kiamat itu..." (QS.
31: 34).
Siapakah
sebenarnya sosok manusia yang bernama Isa itu? Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan
baca Al Qur'an yang bunyinya: "Ketika Malaikat berkata: Hai Maryam,
sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat dari pada-Nya namanya
Almasih Isa putra Maryam. Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan
termasuk orang yang terdekat dengan Tuhan." (QS. 3:45).
Dengan
jelas dan tegas ayat itu mengatakan bahwa Isa sebelum ada di dalam kandungan
Maryam adalah Kalam atau Firman dari Allah. Kata Almasih artinya
yang diurapi atau yang dinobatkan, serta diikuti dengan kata terkemuka di
dunia dan di akhirat. Dengan kata lain, Isa itu pada hakikatnya adalah
Firman Allah yang menjadi manusia diurapi dengan kedudukan terkemuka di dunia
dan di akhirat.
Pernyataan
di atas bahwa Isa itu Kalam Allah ternyata
sejalan dengan Surat An Nisaa yang bunyinya: "Sesungguhnya Almasih Isa putra
Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam,
dan Roh dari-Nya." (QS. 4:171).
Dari
sini bisa disimpulkan bahwa ayat di atas menyatakan Isa Almasih itu utusan
Allah, Firman Allah, Roh Allah. Dan ternyata ayat itu didukung Hadis Sahih
Bukhari (HSB) 1496 dan Hadis Anas Bin Malik hal. 72: “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalam Allah.”
Di
samping itu silahkan baca juga Hadis Sahih Muslim dan Hadis Sahih Bukhori yang
mengatakan: "Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah
dekat masanya Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan
menjadi Hakim yang adil." (HSM
127, HSB 1090).
Berikut
kita kumpulkan data-data yang bersumber dari Al Qur'an dan Hadis terkait
tentang Isa Almasih itu. Silahkan membaca sendiri teks aslinya. Kami hanya
memberikan garis besarnya saja. Dari kutipan-kutipan ini, gambaran kita tentang
Isa Almasih akan semakin diperkaya.
Dalam
Al Qur'an:
1.
QS. 19:19 Isa seorang anak laki-laki yang suci.
2.
QS. 19:21 Isa sebagai tanda bagi manusia dan rahmat dari Tuhan.
3.
QS. 3:46, 5:19, 20, 110 Isa semasa dalam buaian dan ayunan sudah
bisa berbicara dengan manusia.
4.
QS. 19:31 Isa seorang yang diberkati Allah.
5.
QS 3:49, 5:110 Isa membuat burung, mencelikkan orang buta sejak
lahir, menyembuhkan penyakit sopak (lepra) dan menghidupkan orang mati.
6.
QS. 3:45 Isa adalah Kalam Allah, terkemuka di dunia dan di
akhirat.
7.
QS. 4:171 Isa utusan Allah, Kalam Allah dan Roh Allah.
8.
QS. 21:91 Isa dan ibunya dijadikan tanda yang besar bagi semesta
alam.
Dalam
Hadis:
1.
HSB. 1496 Isa itu utusan Allah, Kalam Allah, Roh Allah.
2.
HSB. 1090 Isa akan turun menjadi Hakim yang adil.
3.
H. Anas bin Malik hal. 72 Isa Roh Allah dan Kalam Allah
4.
HSM Jilid I hal. 74 Isa adalah Iman Mahdi dan Hakim yang adil
5.
H. Ibnu Majah, Tidak ada Imam Mahdi selain Isa putra Maryam.
II. TENTANG
DOGMA TRINITAS
Ada
kesan bahwa seluruh umat Islam dengan terang-terangan menolak dogma TRITUNGGAL
atau TRINITAS, salah satu misteri iman orang kristen. Hal ini dilandasi pada
dasar pernyataan Al Qur'an: "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang
mengatakan: Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga." (QS. 5:73).
Teks
di atas senada juga dengan bagian lain dari Al Qur'an: "Dan (Ingatlah)
ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan
kepada manusia; Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?"
Isa menjawab: Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan
hakku." (QS. 5:116).
Berangkat
dari dua nas itulah umumnya orang Islam mengatakan bahwa Allahnya orang kristen
itu tiga. Tapi kalau diperhatikan baik-baik ayat-ayat itu menyoroti 3 wujud
pribadi yaitu: Maria, Isa dan Allah. Padahal iman kristen yang Alkitabiah
bukanlah demikian. TRINITAS tidak sama dengan TRITEISME. Apa yang disebut dogma
TRINITAS dapat merupakan penjabaran dari keberadaan Tuhan, yaitu mencipta, berfirman,
dan memelihara.
Orang
kristen percaya bahwa yang disebut Allah Bapa itu adalah Allah yang mencipta. Orang
Islam menyebut dengan istilah AL KHOLIQ. Orang kristen percaya Firman Allah itu
telah menjadi manusia yaitu Yesus Kristus. Orang Islam juga percaya firman
Allah menjadi tulisan dan dibukukan yang kemudian disebut Al Qur'an. Allah yang
memelihara atau membimbing oleh orang kristen disebut Roh Kudus. Wujud Allah adalah
Roh (Yoh 4:24; 2Kor 3:17). Orang Islam biasanya mengunakan istilah Taufik dan
Hidayah.
Karena
itu, kutipan QS 5:73 dan QS 5:116 sebenarnya bukan mau mengkritik ajaran
TRINITAS, karena dogma TRINITAS menyatakan keberadaan Tuhan Maha Pencipta,
Berfirman dan Memelihara. Orang Islam juga percaya bahwa Tuhan itu Pencipta,
Tuhan itu berfirman, dan Tuhan itu memelihara. Sebenarnya kutipan QS 5:73 dan
QS 5:116 mengkritik paham sesat aliran MARIAMIS dan aliran PAGANISME (penyembah
berhala) yang berkembang saat itu. Aliran MARIAMIS memasukkan oknum MARYAM
(Maria) sebagai salah satu wujud Allah yaitu Maria, Yesus dan Allah, dengan
demikian Allah adalah salah satu dari yang tiga. Sedangkan aliran PAGANISME terkait
dengan nama berhala yaitu Al lata, Al uzza dan Manah sebagai Allah dan Anak
Allah (baca QS 53:19-21).
III. TENTANG
SEBUTAN ANAK ALLAH
Semua
orang Islam tentu tidak akan mau menerima dan mengakui kalau Yesus (Isa) itu
disebut Anak Allah. Dasar penolakan itu adalah karena berdasarkan Al Qur'an: "Allah
tidak beranak dan tidak diperanakkan." Dan juga "Dan bahwasanya Maha
Tinggi kebesaran Tuhan kami, Tuhan tidak beristri dan tidak beranak." (QS.
112:3 dan QS. 72:3).
Sama
seperti dengan masalah TRINITAS, dua nas ayat di atas sebenarnya tidak ada
kaitan langsung dengan gelar Yesus sebagai Anak Allah. Dua kutipan ayat
tersebut hendak mengkritik paham PAGANISME dimana Allah punya anak dan bisa
melahirkan.
Istilah
Anak Allah lebih merupakan kata majas atau analogis (kiasan, perumpamaan) yang
bersifat rohani, sebab wujud hakekat Tuhan itu Roh atau ghaib. Yohanes 4:24;
2Korintus 3:17 "Bahwa Tuhan itu adalah roh." Jelasnya, Yesus disebut
Anak Allah itu menyatakan pada hakekatnya adalah ghaib atau tidak nampak oleh
mata kepala siapapun.
Jadi,
Yesus disebut Anak Allah itu, yang pada hakekat-Nya adalah Firman Tuhan yang
ghaib (tidak nampak) karena melekat sehakekat dalam dzat diri Ilahi, keluar
menjadi wujud manusia; itulah Anak Tuhan yang tunggal atau Firman yang hidup. Firman
yang menjadi kehidupan manusia yang berwujud manusia bernama Yesus Kristus atau
Isa Almasih. Yohanes 1:14 "Firman itu telah menjadi manusia."
Orang Islam juga mempunyai keyakinan bahwa Firman Allah yang berwujud
tulisan itu disebut Al Qur'an, sehingga dapat dikatakan bahwa Al Qur'an itu
adalah Kalam Allah.
IV. TENTANG ISA
ALMASIH DISEBUT ALLAH
Semua
orang Islam menolak dengan keras kalau Yesus (Isa) itu disebut Allah atau
Tuhan, karena berdasarkan pernyataan Al Qur'an: "Sesungguhnya telah
kafirlah orang-orang yang berkata, "sesungguhnya Allah ialah Almasih putra
Maryam." (QS. 5:72). Teks ini diperkuat dengan pernyataan QS. 20:98
yang bunyinya: "Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia."
Karena
itu, seluruh umat Islam diwajibkan mengucapkan syahadat (kalimat tauqid): "Aku
bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah." Dengan pernyataan ini orang
Islam tidak akan menerima dan mengakui Tuhan selain Allah.
Memang
Tuhan itu adalah Allah dan Allah itu adalah Tuhan. Dua kata "Tuhan dan Allah" tidak bisa dipisahkan namun bisa dibedakan. Allah
adalah hakekat oknumnya, yaitu Dzat Wajibul Wujud (yang wajib ada
keberadaan-Nya). Tuhan adalah Kuasa Allah atau kewibawaan Allah. Seperti
kalimat Allah adalah Tuhan alam semesta atau Allah adalah penguasa alam
semesta.
Kalau
Yesus disebut Allah hal itu mengacu pada pra keberadaan-Nya yang hakekatnya
adalah Firman Allah. "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu melekat
sehakekat dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh 1:1).
Kemudian Yohanes melanjutkan: "Firman itu telah menjadi manusia." (Yoh 1: 14).
Sekarang
cobalah renungkan: pertama dikatakan bahwa "Firman itu adalah Allah",
kemudian dinyatakan bahwa “Firman telah menjadi manusia.” Terus hubungkan
dengan QS. 4:171 "Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam itu,
adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh
dari-Nya." Atau renungkan juga bunyi Hadis berikut ini:
"Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalam Allah." (Hadis
Anas Bin Malik hal. 72; baca juga HSB 1496). Secara logika dapat dikatakan
bahwa Allah telah menjadi manusia.
Jelas
sekali bahwa Injil, Al Qur'an dan Hadis sama-sama menyatakan bahwa Yesus atau
Isa dalam pra keberadaan-Nya sebagai manusia adalah Firman Allah. Dan Firman
Allah itu mewujud dalam bentuk manusia; Dia-lah Yesus atau Isa Almasih.
Terkait
dengan istilah kata Tuhan, yang artinya Sang Pemilik atau Sang Penguasa, Injil
mengatakan: "Yesus mendekati mereka dan berkata: "kepada-Ku
telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi." (Matius
28:18). Kutipan ini mirip dengan apa yang dikatakan Al Qur'an: "Ketika
Malaikat berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan
kalimat daripada-Nya namanya Almasih Isa putra Maryam. Seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang terdekat dengan Tuhan." (QS.
3:45).
Yang
punya kuasa di bumi dan di surga atau istilah Al Qur'annya terkemuka di dunia
dan di akhirat pada dasarnya adalah Allah. Pertanyaannya, kenapa Isa punya
kedudukan yang sama dengan Allah? Siapa sesungguhnya Isa Almasih itu? Jawabnya
adalah Roh Allah, Kalam Allah yang menjadi manusia. Makanya Isa itu bisa memberitahu
tentang hari kiamat (QS 43:61). "Isa itu dikatakan Iman Mahdi (Pemimpin
yang Agung) dan Hakim yang Adil (HSM. Jilid I hal. 74).
Yesus-lah
yang kelak akan menentukan secara mutlak seseorang dimasukkan ke surga atau
neraka (bdk. Mat 25:32-34; Markus 16:16; Yoh 3:18). Dalam kitab Wahyu dikatakan:
"Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang
Awal dan Yang Akhir." (Wahyu 1:8,17; 2:8; 22:13). Teks ini mirip
dengan apa yang dikatakan Al Qur'an: "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir
Yang Dzhahir dan Yang Batin (Yang Nampak dan Yang Tidak Nampak); dan Dia Maha
mengetahui segala sesuatu." (QS.
57:3). Jadi, baik dalam Alkitab maupun Al Qur’an terdapat kesamaan peran Yesus
atau Isa Almasih.
Yesus
disebut Tuhan karena Dia mempunyai kekuasaan tertinggi di dunia dan di akhirat
(QS. 3:45; Matius 28:18). Karena Yesus adalah pribadi yang Awal dan yang Akhir
dalam keillahian-Nya, maka Yesus punya kekuasaan tertinggi di surga maupun di
dunia. Pribadi yang punya kuasa mutlak itulah disebut Tuhan. Dan Tuhan itulah
yang berhak menyelamatkan maupun menghukum siapapun ke dalam lautan api neraka
jahanam.
Dari
uraian di atas dapat ditarik satu kesimpulan kecil bahwa kutipan Al Qur'an,
yang seolah-olah menolak keallahan Yesus dan menjadi salah satu topik
pergesekan antara Islam dan kristen, tidak seutuhnya terkait dengan keallahan
Yesus. Al Qur'an sendiri sebenarnya tidak menyangkal keallahan Yesus. Yang
disangkal adalah kemanusiaan-Nya. Yesus (Isa) disebut Allah, Tuhan atau
Juruselamat bukan karena semata-mata jasad kemanusiaan-Nya tapi keIlahian-Nya
yang menjadi manusia itulah yang disebut Allah atau Tuhan.
V. TENTANG
KITAB SUCI ORANG KRISTEN SEKARANG
Orang
Islam beranggapan bahwa kitab sucinya orang kristen yang dipegang sekarang ini
sudah tidak asli lagi alias sudah palsu. Pernyataan ini didasarkan pada
pernyataan Al qur'an: "Orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang umi
yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi
mereka." (QS. 7:157).
Hal
senada ditegaskan juga dalam surat lain: "Dan (ingatlah) ketika Isa putra
Maryam berkata: 'Hai bani Israel, sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu
memberikan kitab (yang turun) sebelum-Ku, yaitu Taurat dan memberi kabar
gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudah-Ku, yang
namanya Akhmad (Muhammad)..." (QS. 61: 6).
Dengan
dasar 2 nas ayat di atas, orang Islam yakin bahwa kedatangan Muhammad itu sudah
tertulis dalam kitab Taurat dan Injil, tapi bukan kitab Taurat dan Injil yang
dipegang orang kristen sekarang. Taurat dan Injil yang dipegang sekarang sudah
tidak asli lagi, karena tidak mencantumkan nama Muhammad. Dengan kata lain,
nama Muhammad telah disembunyikan.
Menurut
keyakinan orang Islam bahwa Kitab Taurat diberikan dan dipercayakan kepada Nabi
Musa As dan Kitab Injil diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Isa As. Namun perlu
diketahui bahwa Yesus (Isa) pada masa hidupnya tidak pernah menerima sebuah
kitab, yang bernama Injil. Justru kitab Injil itu pada dasarnya mencatat
kehidupan pelayanan Yesus di muka bumi serta mencatat kematian, kebangkitan dan
terangkat-Nya kembali ke surga. Perlu diketahui juga bahwa para pencatat Kitab
Perjanjian Baru itu para murid-Nya sendiri serta orang-orang yang hidupnya
sezaman dengan Yesus itu sendiri. Mereka semua itu adalah para saksi mata yang
hidup melihat peristiwa kejadian itu secara langsung.
"Theofilus yang mulia, banyak orang telah berusaha menyusun
suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi
mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa
itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk
membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa
segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar." (Lukas 1:1-4).
Dengan
demikian para murid beserta para saksi mata tidak pernah mendengar ucapan Yesus
yang menubuatkan kedatangan seorang Nabi atau Rasul bernama Ahmad atau
Muhammad.Dan Yesus sendiri pun tidak pernah mengatakan demikian. Karena itu,
sangat aneh jika hanya tidak mencantum nama Muhammad maka Taurat dan Injil
dinyatakan palsu. Entah apa dasarnya nama Muhammad harus tercantum di dua kitab
tersebut. Mungkin mau seperti Yesus, yang namanya sudah diramalkan dalam
Perjanjian Lama (kitab suci orang Yahudi).
Apa
yang dimaksud Al Qur'an tentang ramalan kedatangan Muhammad itu mungkin dikaitkan
dengan janji Yesus akan kedatangan Roh Kudus yang dicatat dalam Kitab Yohanes. Terkait
Roh Kudus ini, ada disebut Roh Kebenaran,
yang dalam bahasa Ibraninya Ruakh Ha
Emed. Mungkin dari kata itulah dianggap Ahmad atau Muhammad, mengingat
ucapan Ha Emed dan Ahmad itu kedengaran bunyinya mirip.
Selain
masalah keberadaan Muhammad, Al Qur'an juga memberi tuduhan dan prasangka
kepada ahli kitab: “Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu rasul
kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan.” (QS.
5:15).
Tidak
hanya dituduh menyembunyikan isi Alkitab, Al Qur'an juga menyatakan bahwa isi
Alkitab telah diubah. Inilah kutipannya: "Apakah kamu masih
mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka
mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya,
sedang mereka mengetahui." (QS. 2:75).
Pernyataan
bahwa isi Alkitab sudah disembunyikan dan diubah justru menjadi ironis karena
di saat Muhammad bingung dan ragu menerima wahyu dari Allah, lantas Allah malah
memerintahkan Muhammad untuk bertanya kepada orang Yahudi dan kristen. Al
Qur'an mengatakan: "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam
keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada
orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu..." (QS. 10:94).
Secara
nalar dan logika, mestinya Allah harus melarang secara keras dan tegas kepada
Muhammad supaya tidak bertanya kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum
Muhammad, yaitu orang Yahudi dan Nasrani. Sebab isi kitab yang dibaca itu sudah
disembunyikan dan diubah, sehingga orang yang membaca kitab itu sudah tidak
dapat dipercaya lagi. Tapi ironisnya kenapa Allah justru menyuruh Muhammad
bertanya pada mereka?
Terkait
dengan isi Alkitab yang sudah diubah bukanlah Alkitab yang diimani oleh orang kristen
sekarang ini, melainkan Al Qur'an yang pernah didengar oleh orang Yahudi dan
Nasrani waktu mereka mengikuti Muhammad, tetapi mereka tidak mau mengimani Al
Qur'an lagi, maka mereka dituduh telah mengubahnya. Untuk membuktikan pernyataan
ini, kita ajukan beberapa pertanyaan:
1.
Teks apa saja yang sudah diubah? Dan apa saja yang sudah
disembunyikan? Jika memang benar Allah Mahatahu, tentulah Dia tahu apa saja
yang telah diubah dan disembunyikan dari Injil. Dan seharusnya Allah
menyampaikan hal itu secara detail dalam Al Qur'an agar umat tahu dan percaya.
2.
Kalau Alkitab sudah diubah, kenapa Allah masih menyuruh Muhammad
bertanya kepada orang-orang yang membaca Alkitab (QS. 29:46)? Logisnya Allah
harus melarang Muhammad jangan bertanya kepada mereka supaya tidak disesatkan,
karena kitabnya sudah diubah.
3.
Pada saat Muhammad kembali ragu-ragu menerima Al Qur'an, kenapa Allah
masih menggunakan juga standar dasar Alkitab itu sebagai petunjuk bagi orang
Israel (QS. 32:23)? Dengan kata lain Alkitab masih tetap diakui standar
kebenarannya. Semestinya, karena sudah diubah dan isinya ada yang
disembunyikan, Alkitab tak bisa dijadikan standar lagi.
4.
Kalau memang benar Alkitab itu sudah diubah, mengapa Muhammad
tetap disuruh beriman kepada Alkitab (QS. 3:84, QS. 29:46)? Terlalu bodohlah
Allah yang mau menyuruh Muhammad beriman pada Alkitab yang sudah tak asli lagi.
5.
Mengapa Allah masih menyatakan bahwa di dalam Taurat dan Injil
ada petunjuk, ada cahaya dan ada pengajaran bagi orang yang bertaqwa (QS. 5:46)?
Mestinya Allah berkata bahwa Taurat dan Injil itu sudah tidak ada petunjuk,
cahaya dan pengajaran karena sudah diubah.
6.
Kenapa Al Qur'an juga mengatakan bahwa Allah telah menurunkan
Alkitab dengan membawa kebenaran (QS. 2:176)? Mestinya dalam Alkitab sudah tidak
ada kebenaran karena sudah diubah.
7.
Bahkan Allah mengatakan kepada ahli kitab, tidak dipandang
beragama sedikitpun hingga menegakkan Taurat dan Injil (QS. 5:68). Jika Taurat
dan Injil sudah diubah dan isinya disembunyikan kenapa masih harus ditegakkan,
mestinya Al Qur'an saja yang diperintahkan untuk ditegakkan?
8.
Kalau benar Alkitab itu sudah diubah, secara langsung mengatakan
bahwa Allah tidak bisa memelihara kitab-Nya sendiri, karena membiarkan
kitab-Nya diubah dan disembunyikan orang.
9.
Ada yang berdalih dengan berkata, "Allah menurunkan Al
Qur'an sebagai penyempurna kitab-kitab yang terdahulu". Dengan kata lain,
kitab-kitab yang terdahulu tidak sempurna, kata-kata itu secara langsung juga
menganggap Allah itu bodoh dan kurang bijak, karena menurunkan Alkitab yang
tidak sempurna.
VI. TENTANG
KEMATIAN ISA ALMASIH
Umumnya
umat Islam mengatakan bahwa Yesus (Isa) tak dibunuh dan tidak mati di kayu salib,
sebagaimana keyakinan sejarah. Hal ini didasarkan pada pernyataan Al Qur'an
yang berbunyi: "Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah
membunuh Almasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya
dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih
paham tentang pembunuhan Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang
dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu,
kecuali mengikuti prasangka belaka mereka, mereka tidak pula yakin bahwa yang
mereka bunuh itu adalah Isa." (QS. 4:157).
Kesimpulan
nas ayat itu adalah bahwa Isa tidak dibunuh dan disalibkan melainkan orang lain
yang diserupakan dengan Dia. Karena itu, orang Islam yakin bahwa Isa tidak mati
disalib; yang mati itu orang lain yang diserupakan Isa. Namun sebagian orang
Islam mengaku bahwa Isa benar disalib, tetapi tidak mati di atas salib (Islam
Ahmaddiyah).
Apa
yang ditulis dalam Al Qur'an jelas bertentangan dengan Alkitab. Dalam Alkitab
dikatakan: "Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah
penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia
hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan
berbicara kepada mereka tentang kerajaan Tuhan." (Kis 1:3).
Hal senada diungkapkan Lukas: "Seperti yang disampaikan kepada kita
oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman." (Lukas 1:2).
Al
Qur'an, yang turun belakangan, memberikan laporan yang berbeda bahwa sebenarnya
Isa tidak mati, yang mati orang lain dan Isa langsung diangkat Allah SWT (QS.
4:158). Pertanyaannya, mana yang lebih benar di antara pernyataan kedua kitab
itu? Mari kita kaji dan teliti ayat-ayat Al Qur'an.
Dalam
QS. 19:33 dikatakan: "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku,
pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku
dibangkitkan hidup kembali". Urutan kronologis ayat ini, pertama
dilahirkan (hidup); kedua meninggal (mati); ketiga bangkit (keluar dari kubur)
dan keempat hidup kembali. Dan itu adalah benar-benar Yesus (Isa). Jadi
urutannya: Lahir - Meninggal - Bangkit - Hidup kembali.
Agak
mirip dengan kutipan teks di atas dapat dibaca dalam QS. 3:55. Di sini diambil
poinnya saja: "... Hai Isa sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu
kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaku.." Kesimpulannya
Allah akan menyampaikan ajal (kematian) Isa dan Allah akan mengangkat Isa
kepada-Nya. Jadi di sini juga sangat jelas urutannya: Mati – Diangkat; dengan
kata lain mati dulu baru diangkat.
Coba
sekarang hubungkan kembali dengan QS 4:157-158. Di sana jelas Isa dikatakan
tidak mati melainkan langsung diangkat. Inilah anggapan umum orang Islam bahwa
Isa itu tidak mati melainkan diangkat Allah. Isa akan mati setelah mendekati
hari kiamat nanti. Kembali kita melihat pernyataan ayat-ayat Al Qur'an tadi:
1.
Isa akan mati lalu diangkat (QS. 3:55).
2.
Isa itu lahir – meninggal – bangkit – hidup kembali (QS. 19:33).
3.
Isa tidak mati, tetapi diangkat Allah (QS. 4:157-158).
Perlu
diketahui bahwa Al Qur’an adalah Firman Allah dalam bentuk buku. Artinya,
kata-kata yang ada dalam Al Qur’an adalah kata-kata dari Allah sendiri. Karena
itu, terkait 3 poin di atas, renungkanlah: di satu sisi Allah mengatakan mati dulu baru diangkat tapi di sisi
lain mengatakan tidak mati tapi diangkat.
Mana yang benar? Apakah ada dua Allah yang berbeda? Perlu diketahui bahwa Al
Qur'an itu turun belakangan. Siapakah saksi hidup Al Qur'an pada saat kejadian
peristiwa itu?
Al
Qur'an mengatakan yang dibunuh, mati disalib itu bukan Isa melainkan orang lain
yang diserupakan Allah. Pertanyaannya, siapakah nama orang yang dibunuh dan
disalib itu? Jika memang benar Allah itu Mahatahu, tentulah Dia juga tahu siapa
nama orang yang dibunuh dan disalibkan itu. Hal lain lagi, Al Qur'an mengatakan
bahwa mereka semua tidak mempunyai keyakinan bahwa orang yang mereka bunuh itu
Isa. Pertanyaannya, darimana laporan Al Qur'an itu diperoleh, karena
berdasarkan catatan sejarah semua orang yakin bahwa Isa yang dibunuh?
Yesus
sendiri menunjukkan bukti secara langsung bahwa dirinya memang mati dan
diri-Nya hidup kembali. "Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas
murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus
datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah
melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku
melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam
bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku
tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada
kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara
pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan
berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada
Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah
tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi,
melainkan percayalah." (Yoh 20:24-27).
VII. TENTANG
CAP ORANG KRISTEN ITU KAFIR
Telah
dikatakan bahwa ada 3 poin yang membuat orang kristen disebut "kafir",
yaitu iman akan Yesus sebagai Allah, iman akan Trinitas, dan tidak mengakui Al
Qur’an sebagai kitab suci serta Muhammad sebagai nabi. Ketiga poin itu
berdasarkan kutipan Al Qur'an. Tapi Al Qur'an juga mengatakan bahwa orang kristen
atau pengikut Isa itu ditinggikan di atas orang kafir: "... dan
menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu (Isa) di atas orang-orang yang kafir
hingga hari kiamat..." (QS. 3:55).
Jadi
ayat itu tegasnya menyatakan orang-orang yang mengikuti Isa (Yesus) status dan
kedudukannya ditinggikan (dimuliakan) di atas orang-orang kafir, sampai hari
kiamat. Dengan kata lain, sebelum kiamat tiba pintu pertobatan masih terbuka
lebar, maka dari itu siapa saja yang mau menjadi pengikut Isa Almasih atau
Yesus Kristus akan selamat pada hari kiamat, hidup kekal bahagia di surga atau
Kerajaan Tuhan.
VIII.
AGAMA ISLAM DAN KESELAMATAN
Umat
Islam yakin bahwa agamanya merupakan agama yang benar, sedangkan yang lain
tidak benar. Peryataan ini didasarkan pada kutipan: "Sesungguhnya agama
di sisi Allah hanya Islam..." (QS.
3:19).
Pernyataan
itu sah dan benar bagi orang Islam, tapi tidak sah dan benar bagi orang yang
beragama lain. Masalahnya setiap orang yang beragama mempunyai dasar keyakinan
iman yang berlainan. Umumnya orang beragama ingin masuk surga alias
diselamatkan dari hukuman neraka jahanam. Buat apa beragama kalau tidak ada
jaminan pasti keselamatan? Dengan demikian agama itu sepertinya hanya sebatas
aktivitas formalitas untuk keperluan legalitas saja. Dan itu sebenarnya sesuai
dengan asal mula makna dan arti kata agama itu.
Kata
AGAMA berasal dari bahasa Sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata yaitu:
A=TIDAK, GAMA=KACAU, maka jadi sebuah kalimat TIDAK KACAU. Dengan demikian
latar belakang istilah agama itu tidak ada hubungan dan kaitannya dengan Tuhan,
ganjaran, surga atau neraka. Agama hanya berfungsi untuk mengatur tatanan
kehidupan manusia bermasyarakat dan bersosial, supaya tidak terjadi kekacauan
di dalam lingkungan kehidupannya. Maka lahirlah dan terbentuklah suatu
peraturan yang disebut AGAMA. Jadi agama itu tidak menyelamatkan karena agama
hanya sebuah perangkat tatanan hidup manusia untuk tunduk dan taat segala
peraturan hukum dunia dan akhirat.
Agama
kristen pada hakekatnya tidak hanya soal agama saja melainkan soal iman dan
keselamatan atau masuk surga. Dan masuk surga itu bukan sekedar berdasarkan
kesolehan ibadah serta perbuatan amal seseorang, tapi berdasarkan kasih
karunia, pemberian, kemurahan atau rahmat dari Tuhan. "Sebab karena
kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi
pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan
diri." (Efesus 2:8-9).
Ayat
di atas senada dengan Hadis Muslim: "Dari Jabir r.a katanya dia
mendengar Nabi Saw. bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke surga
atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata
rahmat Allah Swt. belaka" (HSM 2414). Dapat juga dibandingkan
dengan QS. 44:10-42 dan QS. 6:51, dimana dikatakan bahwa pada hari kiamat tidak
ada kerabat yang bisa memberi syafaat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh
Allah.
Jadi
sangat jelas baik Alkitab, Al Qur'an maupun Hadis menyatakan bahwa masuk surga
atau selamat dari api neraka bukan usaha atau amal seseorang saja melainkan
kasih karunia atau rahmat dari Tuhan. Cara Tuhan memberikan kasih karunia
keselamatan kepada seseorang adalah melalui iman akan Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan Juruselamat.
1.
Yohanes 3:18, "Barangsiapa percaya kepada-Nya (Yesus Kristus), ia tidak akan dihukum,
barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman..."
2.
Markus 16:16, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan,
tetapi siapa yang tak percaya akan dihukum."
3.
Yohanes 17:3, "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka
mengenal Engkau, satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang
telah Engkau utus."
Kisah
Rasul 4:12, "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain
di dalam Dia (Yesus Kristus),
sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada
manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
4.
Yohanes 14:6, "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan
kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku (Yesus)."
5.
Yohanes 8:24, "Karena itu Aku tadi berkata padamu, bahwa kamu akan
mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan
mati dalam dosamu."
Satu
kesimpulan bahwa orang masuk surga atau selamat dari hukuman api neraka itu
bukan lantaran karena orang itu sudah beragama dan taat menjalankan syariat. Keselamatan
itu juga berdasarkan kasih karunia Tuhan serta sikap dan tanggapan seseorang
itu terhadap Sang Penyelamat, yaitu Yesus Kristus; mau mengimani bahwa Yesus Kristus
itu adalah Tuhan dan Juruselamatnya (Matius 28:18, Yohanes 3:18, Yohanes 8:24).
Agama hanya sebagai perangkat bukan penyelamat.
Dalam
hal ini sekalipun Islam adalah agama yang benar, namun Islam tidak memberi
jaminan pada keselamatan. Agar dapat berkat keselamatan orang harus beriman
pada Yesus Kristus atau Yeshua Hamashiah
atau juga disebut dengan panggilan Isa Almasih. Rasul Paulus berkata: "Akan
tetapi Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati
untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah
dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Tuhan.
Jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Bapa oleh kematian
Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan
diselamatkan oleh hidup-Nya!" (Roma 5:8-10).
Karena
itu, selagi nafas kehidupan masih dikandung badan janganlah dibiarkan terus
pikiran itu dihantui perasaan bimbang yang merupakan alat setan; dipergunakan
untuk menyesatkan banyak orang masuk ke liang penyiksaan penjara neraka
jahanam. Sepanjang kesempatan Tuhan masih memberikan, marilah datang menerima
anugerah janji Firman Tuhan yang sudah disampaikan dan diabadikan dalam sebuah
tulisan: "Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya
dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10).
diolah kembali dari buku Paulus M, “Islam Bertanya, Kristen
Menjawab”.
Kepustakaan
1. Kitab Suci
2. Al Qur'an dan
Terjemahan dari kerajaan Saudi Arabia
3. Hadis Sahih Bukhori
Penterjemah: H. Zainuddin Hamidy dkk
Penerbit : WIDJAYA, Jakarta
Penterjemah: H. Zainuddin Hamidy dkk
Penerbit : WIDJAYA, Jakarta
4. Hadis Sahih Muslim
Penterjemah: Ma'mur Daud
Penerbit: Klang Book, Selangor Malaysia
Penterjemah: Ma'mur Daud
Penerbit: Klang Book, Selangor Malaysia
5. Terjemahan Injil
Barnabas
Oleh: Rahnip M.B
Penerbit: PT. Bina Ilmu Offset, Surabaya
Oleh: Rahnip M.B
Penerbit: PT. Bina Ilmu Offset, Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar