Jumat, 19 September 2025

MENGKRITISI BUKU LOUAY FATOOHI


 Sudah jadi rahasia umum kalau umat islam itu selalu dikaitkan dengan penyesat, karena mereka selalu menyebarkan penyesatan terhadap orang-orang Kristen. Buku yang ditulis oleh Fatoohi ini menjadi buktinya. Dia seorang muallaf, dan menampilkan ajaran kekristenan. Sekalipun mengaku agama awalnya adalah Kristen, namun bukan lantas berarti Fatoohi paham akan ajaran Kristen. Hal itu terlihat dari uraiannya, yang bukan menampilkan data kebenaran, tapi upaya penyesatan.

Rabu, 17 September 2025

Retorika Kosong Dondy Tan


Sering kita jumpai umat islam membangun pembelaan terhadap agamanya dengan membuat narasi-narasi indah. Semua argumentasi yang dibangun memang terdengar menarik dan enak didengar sehingga orang yang kurang kritis akan langsung menyetujui. Sayangnya, bagi mereka yang waras dan masih punya daya kritis argumentasi dan narasi yang dibuat hanyalah ungkapan kosong belaka.

Selasa, 16 September 2025

RENUNGAN HARI SELASA BIASA XXIV, THN I

Renungan Hari Selasa Biasa XXIV, Thn I

Bac I 1Tim 3: 1 – 13; Injil        Luk 7: 11 – 17;

Mother Theresia dari Kalkuta pernah mengatakan bahwa salah satu penyakit terbesar abad ini bukanlah HIV/AIDS, kanker atau jantung, melainkan ketidak-peduliaan. Manusia hanya sibuk dengan dirinya atau kelompoknya sendiri dan tidak mau peduli pada nasib penderitaan sesamanya. Masing-masing orang sibuk dengan kepentingannya sendiri. Korupsi yang merajalela mempunyai akar pada ketidak-pedulian. Koruptor adalah orang yang menari di atas penderitaan orang lain. Banyak kekacauan di dunia ini juga berakar pada ketidak-pedulian.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menyingkirkan semangat egoisme dan membangun semangat peduli pada orang lain. Tuhan menghendaki kita peduli pada sesama, karena Allah itu adalah Allah yang peduli. Hal ini tampak dalam Injil hari ini. Ketika melihat ibu yang kehilangan anaknya laki-laki yang tunggal, dikatakan “tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan” sehingga kemudian Tuhan Yesus berkata, “Jangan menangis!” (ay. 13). Lalu terjadilah mukjizat. Rasul Paulus juga, dalam bacaan pertama, memberi tekanan pada kepedulian. Suratnya yang pertama kepada Timotius memang dialamatkan kepada para pemuka jemaat, namun pesannya bisa juga untuk umat biasa. Secara sederhana beberapa nasehat Paulus tersebut mengarah pada pembentukan sikap peduli pada orang lain. Paulus minta agar pemuka umat lebih berorientasi pada jemaat, ketimbang diri sendiri.

Oleh karena itu, lewat sabda-Nya hari ini, Tuhan menghendaki supaya kita berani menyingkirkan sikap hanya mementingkan kepentingan diri sendiri atau kelompok. Tuhan mau agar kita membangun sikap peduli pada orang lain yang memang membutuhkan bantuan. Janganlan kita menegarkan hati kita akan penderitaan sesama. Hendaklah kita mau berbagi dari apa yang kita punya untuk meringankan penderitaan sesama.

by: adrian